Google+ Badge

Jumat, 27 Februari 2015

01 (ahad)



Bismillahirahmannirahim
Dengan menyebut nama allah yang maha pengasih,Maha penyayang ,segala puji hanya milik allah ,tuhan semesta alam,maha pengasih lagi maha penyayang,yang menguasahi hari pembalasan.ahnya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan.tunjukanlah kami jalan yang lurus ,yaitu jalan mereka yang telah Engkau anugerahi mereka nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
            Ya Allah, curahkanlah shalaewat atas nabi muhammad. Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam atas beliau,setiap kali engkau dan para pezikir mengingatnya,dan setiap kali orang-orang lalai mengabaikan zikir_Mu dan tidak mengingat beliau SAW
            Ya Allah , sungguh aku bermohon pada_Mu,bahwa aku benar-benar bersaksi bahwa Engkau adalah Allah tiada tuhan selain Engkau,Maha Esa,tempat bergantung segalah sesuatu,tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang setara dengan_Mu.
            Ya Allah, sungguh aku bermohon pada_Mu ,bahwa bagi-Mulah  segala puji, tiada tuhan selain Engkau satu-satunya,tiada sekutu bagi­_Mu , Engkau Maha penyayang ,Maha pemberi anugerah,pencipta Langit dan bumi tanpa meniru.
            Wahai Dzat yang Maha hidup dan terus menerus mengurus (makhluk_Nya),Wahai Dzat pemilik keagungan dan kemulianaan.Wahai tuhan kami dan tuhan segala sesuatu,Tuhan yang Maha Esa ,tiada tuhan selai Engkau. Dan tuhan kalian adalah tuhan yang satu.tiada tuhan yang selain Dian yang maha pengsaih lagi maha penyayang.Alif lam Mim, Allah tiada tuhan selain dia yang Maha Hidup dan mengurusi (makhluk_Nya).Kepada_Mu sajalah aku memohon pertolongan.
            Ya Allah, aku benar-benar mengeluhkan kepada_Mu lemahnya kekuatanku,sedikitnya tipu dayaku,hinanya diriku dimata orang (lain).Wahai Dzat yang Maha Pengasih di antara semua yang pengasih ,Engkau adalah tuhan kaum lemah dan tertindas.
            Engkau adalah tuhanku. Kepada siapakah engkau akan serahkan penanganan urusan diriku? Kepada orang asing yang memandangku dengan bermuka masam? Ataukah kepada musuh yang engkau buat dia menguasaiku ? jika tidak ada kemurkaan_Mu  yang menimpa diriku,maka aku takkan mempedulikan (kemurkaan makhluk)
            Namun, anugerah keamanan dan keselamatan dari_Mu adalah yang sangat membuatku merasa tentram dan lapang.dengan perantara nur wajah_Mu yang menerangi segala kegelapan,dan yang karenanya seluruh persoalan dunia dan akhirat menjadi baik,aku berlindung kepada _Mu dari turunnya amarah dan murka_Mu padaku.
            Kepda_Mu sajalah aku memohon ampunan, sehingga engkau ridha padaku.tiada daya ataupun upaya kecuali dengan pertolongan_Mu.Maha suci Allah yang Maha Agung.Wahai Dzat yang Maha hidup lagi terus menerus yang mengurusi makhluk_Nya.kepada_Mu lah aku memeohon pertolongan_Mu,perbaikilah seluruh persoalan yang kuhadapi dan janganlah engkau serahkan kepadaku penanganan urusan diriku meski sekejap matapun.
Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurusi makhluk_Nya ,wahai yang hidup ketika tak ada satupun makhluk yang hidup,wahai yang Maha menghidupkan dan mematikan.wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan.
Dengan nama Allah yang Maha pengasih ,Maha penyayang, segala puji hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam, Maha pengasih lagi Maha penyayang, yang menguasahi hari pembalasan.Hanya kepada_Mulah kami menyemba dan hanya kepada_Mulah kami memohon pertolongan.Tunjukanlah kami jalan yang lurus,yaitu jalan mereka yang telah engkau anugerahi mereka nikmat,bukan (jalan)mmereka yang di murkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
Alif Lam Mim, Alif Lam Mim, Allah tiada tuhan selain Dia ,yang Maha hidup lagi terus menerus mengurusi (Makhluk_Nya),Alif Lam Mim Shad,Alif Lam Ra’, Alif Lam Ra’,Alif Lam Ra’,Alif Lam Ra’,Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba_Nya di waktu malam.
Katakanlah, Ya Allah ,wahai pemilik kerajaan   (alam semesta), Engkau anugerahi kerajaan kepaada orang yang kau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang kau kehendaki ,engkau juga memuliakan siapa yang kau kehendaki.di tangan_Mulah saja segala kebijakan.Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah ,aku menyeru_Mu dengan nama_Mu Allah dan dengan nama_Mu Ar Rahman dan dengan nama_Mu Al Barr Ar Rahim.Aku menyeru_Mu dengan Nama-nama_Mu yang paling baik,yang kuketahui maupun yang tak kuketahui.Kumohon,ampunilah aku,rahmatilah aku.Aku mohon kepada_Mu dengan asma_Mu yang agung maha agung ,besar dan Maha Besar yang apabia seseorang hamba berdoa degan (perantara)nya,Kau pasti  mengabulkan doanya.
Ya Allah ,sunguh aku bermohon pada _Mu anugerahi aku segala bentuk kebijakan yang kuketahui ataupun tidak,dan aku berlindung kepada_Mu dari segala bentuk keburukan,baik yang aku ketahui maupun tidak.Tiada Tuhan selain Engkau,Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk di antaraorang-orang yang berbuat aniaya.

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Tabligh Akbar Mushola At-Taubah Simorejosari - Surabaya 23 Februari 2015

“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj_hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.

“Qola Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama, Bashiril masya-ina fidhulami ilal masajidi binnuurit tammi yaumal qiyamah (Hadisun Sahih Rawahu Abu Daud)”.
[“Berilah khabar gembira kepada orang-orang yg berjalan kaki didalam kegelapan ke masjid dengan cahaya yg terang-menderang pada hari kiamat.”]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang dimalam hari ini kita dikumpulkan oleh Allah swt didalam kesempatan yang begitu mulia dengan kita senantiasa menggali dan menuntut ilmu yang mana menuntut ilmu itu tidak ada masa liburnya. Kalau seandainya seseorang itu merasa didalam menuntut ilmu itu ada liburnya maka ilmunya baginda nabi kita Muhammad saw itu tidak ada liburnya khususnya dengan kita menggali daripada syariat-syariat baginda nabi kita Muhammad saw. Dikatakan oleh ulama bahwasanya :
“Tidak ada namanya istirahat didalam menuntut ilmu”
Menuntut ilmu didalam ilmu syariatnya Rasulullah saw khususnya di zaman sekarang ini yang mana banyak mereka-mereka yang tidak mengenal tentang daripada syariat-syariat Rasul saw hingga mereka terjauh daripada Rasulullah saw.
Maka dikesempatan yang sangat mulia ini dengan kita membaca satu hadist didalam pertemuan didalam majelis kita ini maka didalam hadist yang ke 7 yang seperti disabdakan oleh baginda nabi kita Muhammad saw, Rasulullah saw bersabda :
“Bashiril masya-ina”
Apa itu arti bashiril, bashiril itu adalah berikan kabar baik kata Rasulullah. Bashiril itu diambil dari kata bisharah, bisharah itu artinya kabar baik. Kabar baik yang datangnya dari siapa? Dari Allah dan Rasul-Nya. Jikalau kita mendapatkan kabar baik contoh halnya jikalau anda diterima disuatu perusahaan pasti anda senang bahwasanya lamaran kerja anda diterima, atau seandainya jikalau anda mendaftar disuatu perguruan disuatu sekolah SMA atau SMP mungkin anda senang karena anda diterima disalah satu sekolahan atau universitas tersebut.
Maka ini kabar baik ini datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, kabar baik yang mana sifatnya bukan dunia. Jikalau kita saja jikalau mendapat dunia, mendapat undian, mendapat duit dan lain-lain mungkin kita senang. Tetapi ini kabar baik dari Allah dan Rasul-Nya “bashiril” berikanlah mereka kabar baik, siapa yang diberikan kabar baik oleh Allah dan Rasul-Nya? Disini dikatakan “al masya-ina” mereka yang berjalan. Diambil dari kata-kata “masya”/“yamsyi” yaitu berjalan, mereka yang berjalan. Mereka yang melangkahkan daripada langkah kakinya kemana? Katanya Rasulullah saw “fidhulami” khususnya diwaktu malam, khususnya diwaktu subuh yang mana banyak orang yang tidur, banyak orang yang tidak memenuhi daripada panggilan-Nya Allah swt itu diberikan kabar baik, diberikan bisharah oleh Allah dan Rasul-Nya. Berjalan kemana mereka diwaktu malam itu? “ilal masajidi” menuju didalam masjid, menunaikan apa? menunaikan shalat, menunaikan dzikir, menunaikan perintah-Nya Allah swt, beri’tikaf dan lain-lain itu akan mendapatkan suatu bisharah dari Allah swt yang bisharahnya yang kabar baiknya itu tidak bisa ditukar dengan harta maupun jabatan.
Makanya jikalau kita berjalan ke masjid atau di mushola dikatakan oleh ulama mana lebih afdhal menaiki kendaran atau berjalan, maka dikatakan oleh ulama lebih afdhal dia itu berjalan khususnya di mushola yang terdekat didalam rumahnya atau masjid yang terdekat daripada rumahnya lebih afdhal dia berjalan daripada apa? daripada dia harus menaiki kendaraan karena disini kabar baiknya ini diberikan kepada mereka yang “masya” yang “yamsyi” mereka yang berjalan. Kalau seandainya saja mereka itu berjalan untuk menunaikan daripada perintah-Nya Allah swt untuk shalat jamaah dan lain-lain. Begitupun anda di majelis ini anda jauh-jauh datang, ada yang datang dari jauh sana, ada yang dari sini, ada yang dari situ, ada yang dari mana-manapun kumpul di tempat ini untuk apa? untuk belajar daripada ilmunya Rasulullah saw maka suatu kemuliaan akan anda dapat, minimal dikatakan ulama yang asalnya orang tua anda disaat ini atau yang sudah meninggal itu akan mendapat siksa kubur karena berkatnya anda hadir didalam majelis maka siksa kubur itu ditahan oleh Allah swt berkah daripada anaknya yang hadir didalam majelis tersebut karena dia belajar daripada ilmunya baginda nabi kita Muhammad saw, shallu’alannabi Muhammad!
Begitupun jikalau mereka menunaikan ibadah shalat, I’tikaf di masjid dan lain-lain maka jikalau ada dirumah anda mushola atau masjid maka isilah dengan apa? dengan anda shalat disana, berjalan disana untuk menunaikan daripada perintah Allah swt.
Mereka sahabat-sahabat sang Nabi, mereka sahabat-sahabat sang Rasul itu ketika mendengar daripada bisharah ini kabar baik dari Rasulullah saw itu banyak mereka itu yang aslinya datang ke masjid Nabawi ke masjidnya Rasul saw itu ada yang menaiki kuda, ada yang menaiki onta, ada yang menaiki keledai dan lain-lain itu akhirnya mereka itu kudanya, ontanya diletakkan didalam kandangnya mereka berjalan biarpun jauh, khususnya mereka tidak mau lepas daripada berjamaah dengan nabi Muhammad saw.
Lihat jikalau anda pergi di dalam masjidnya Rasulullah saw ke masjid Nabawi itu zaman sekarang orang jam 1 atau 1:30 (dini hari) orang sudah keluar dari hotelnya untuk apa? untuk datang ke masjidnya Rasulullah saw untuk beri’tikaf di sana. Makanya dikatakan bahwasanya kata Rasulullah saw :
“Barang siapa mereka yang shalat di dalam masjidku akan dimintakan oleh 70.000 malaikat Allah swt ampunan baginya”.
Orang yang shalat di masjidnya baginda nabi kita Muhammad saw jalan mereka nggak ada mereka yang mana mereka itu menaiki kendaraanya, nggak ada dari mereka yang menaiki onta, nggak ada dari mereka yang menaiki daripada kudanya, nggak ada dari mereka yang menaiki daripada keledainya semuanya mereka itu berjalan untuk mendapatkan apa? bisharah. Untuk mendapatkan gaji dari siapa? Allah dan Rasulnya. Apa gaijnya? Pahala, ganjaran, kemuliaan dari Allah dan Rasul-Nya.
Sekarang jikalau anda kerja disuatu perusahaan misalkan, contohnya hari ini anda mendengar ada pengumuman bahwasanya besok akan mendapatkan bisharahnya, gajinya akan didobelkan akan dilipatgandakan yang aslinya satu bulannya 700rb akan dilipatgandakan menjadi 1,4jt, mungkin yang asalnya datangnya harus lapor jam 8 mungkin banyak orang yang datang jam 7 sudah absen disitu. Itu yang sifatnya dunia bagaimana yang sifatnya akherat? Khususnya jikalau mereka menempuh di dalam rumah-Nya Allah swt. Ulama mengatakan apakah harus setelah adzan atau setelah iqomah kita pergi ke dalam masjid atau mushola? Lebih banyak waktu anda di mushola, lebih banyak waktu anda di masjid semakin banyak bisharah yang anda terima dari Allah swt. Makanya dikatakan oleh baginda nabi kita Muhammad saw :
“Orang yang nunggu orang shalat di musholanya atau di masjidnya seperti pahanya orang yang melaksanakan shalat”
Biarpun anda nunggu berjam-jam dilipatgandakan seperti kelipatan orang yang shalat di dalam masjid tersebut atau di mushola tersebut. Makanya mereka sahabat-sahabat Rasulullah saw itu menunggu Rasulullah saw sampai tertidur mereka, berjam-jam ditunggu untuk mendapatkan apa? untuk mendapatkan ganjaran seperti mereka melakukan shalat yang beribu-ribu rakaat.

Dulu di zamannya Rasulullah saw itu tidak ada lampu beda dengan zaman sekarang. Kalau zaman sekarang ini kadang-kadang kita temukan masjid itu lampunya dihidupkan selama 24 jam tetapi masjidnya kosong melompong nggak ada diisi di situ. Justru jikalau ada orkesan dangdutan nomor satu dia hadirnya waliyadzu billahimindzalik. Khususnya jikalau anda-anda yang tinggal di dekat mushola At-Taubah ini harusnya anda sudah lebih cepat untuk datang ketika panggilan daripada Allah swt. Makanya kita disunnahkan ketika mendengar adzan Allhuakbar..Allahuakbar anda sebut dalam hati anda yaitu apa :
“marhaban biqoidil adhla wabis shalati ahla”
Artinya yaitu selamat datang daripada panggilan yang memuliakan daripada orang muslimin selamat datang wahai panggilan, itu disunnahkan bagi kita jikalau apa? jikalau kita mendengar daripada panggilan-Nya Allah swt.
Hingga kita pun menuju mushola, hingga kita pun menuju masjid betul-betul kita ini diundang oleh Allah swt. Apalagi diwaktu subuh yang mana orang itu lalai dengan panggilan Allah swt, makanya disini ini khususnya diwaktu isya dan diwaktu subuh, karena dulu dizamannya Rasulullah itu tidak ada lampu, jarang sekali penerangan.
Tapi kalau sekarang di Madinah itu di masjid Nabawi itu mungkin lampu di Indonesia ini dengan lampu yang di masjid Nabawi itu tidak ada artinya apa-apa terang betul masyaAllah. Menerangi daripada masjidnya Rasulullah saw, menerangi daripada Masjidil Haram yang mana disitu banyak orang yang kesibukannya berdoa kepada Allah, ada dari mereka yang banyak rukuk, ada dari mereka yang banyak sujud. Tetapi sangat disesalkan jikalau ada jamaah pergi umrah, banyak kita lihat disana khususnya orang Indonesia bukan saya menjelekkan orang Indonesia karena saya juga orang Indonesia, tetapi yang saya perhatikan karena saya perhatikan orang Indonesia itu kalau sudah disana justru ibadahnya itu tambah kurang, yang diperbanyak mereka itu cateringannya, makannya, masyaAllah. Kalau sudah waktunya makan nomor satu, tapi kalau sudah waktunya I’tikaf nomor terakhir dia. Duduk diakhir shaf disana mereka beralasan apa? “yang penting saya duduk disini kan juga dapat pahalanya”
Semakin dekat anda dengan Raudhah semakin dekat anda dengan Ka’bah anda bisa melihat daripada Ka’batul Musyarafah, anda bisa duduk di Raudhanya Rasulullah saw, bahkan dikatakan oleh Rasululah saw :
“Diantara raudhahku dan mimbarku disitulah taman daripada taman surga-Nya Allah swt”
Yang kesemuanya doa diijabah oleh Allah swt tidak ada doa yang tidak diijabah antara baina raudhah, raudhatus syarif dan juga mimbarnya Rasulullah saw.
Banyak kita lihat pun ketika di Ka’bah pun yang dilihat orang-orang thawaf diapun nggak thawaf, nggak dzikir, nggak baca qur’an, nggak shalat sunnah. Makanya ketika anda di Haram Makkah perbanyak anda untuk shalat atau thawaf. Thawaf sunnah ataupun shalat sunnah. Makanya ketika kita pun berada di dalam Haram Makkah itu sekitar daripada Ka’batul Musyarafah itu, kan kalau seandainya kita shalat di Indonesia ini atau selain Makkah itu kan ada beberapa waktu yang kita dilarang untuk shalat sunnah, seperti halnya habis shalat ashar sampai terbenamnya matahari itu dilarang anda untuk melaksanakan shalat sunnah apapun bahkan makruh yang mana makruhnya itu mendekati hal yang diharamkan oleh Allah swt. Begitupun setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari dilarang seseorang itu untuk shalat sunnah, jikalau ada seseorang shalat sunnah bahkan tahiyyatul masjid pun tidak dianjurkan. Jikalau anda masuk masjid setelah shalat ashar itu kalau bisa jangan tahiyyatul masjid karena ada beberapa ulama itu yang melarang bahkan memakruhkan daripada orang yang melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dari waktu habis shalat ashar sampai terbenamnya matahari. Kalau sudah terbenam matahari datang waktu maghrib anda masuk masjid kemudian anda tahiyyatul masjid itu anda diperbolehkan lagi. Tapi kalau disana tidak ada waktu yang diharamkan semuanya diperbolehkan kata ulama, karena kenapa? Karena penghormatan dan memuliakan daripada Ka’batul Musyarafah maka anda diperbolehkan diwaktu apapun habis shalat ashar, habis shalat subuh anda boleh melakukan shalat sunnah apapun bentuknya diperbolehkan. Maka perbanyak shalat, perbanyak dzikir, perbanyak thawaf disana.
Ya anda jikalau pergi ke sana umrahnya cuma sekali sedangkan anda di sana misalkan 7 hari umrahnya berapa kali ditanya? Cuma sekali, kasihan karena disana itu waktu kita hanya untuk beribadah kepada Allah swt hingga anda pulangpun ke Negara Indonesia harus ada buah, apa buahnya? Ketika anda selesai melaksanakan umrah, selesai daripada menunaikan ziarah Nabi saw maka ibadah anda harus semakin rajin, cinta anda kepada nabi Muhammad saw pun semakin cinta seperti itu.
Maka kata oleh Rasulullah saw disini dikatakan “bashiril masya-ina” berikan kabar baik bagi mereka yang berjalan di waktu malam, diwaktu malam ini arti kata Rasulullah saw yaitu 2 shalat yaitu shalat isya dan shalat subuh dizaman dulu, tapi Alhamdulillah kita sekarang dizaman ini banyak penerangan disetiap gang ada penerangan ada lampu, di depan rumah kita ada lampu kesempatan bagi kita untuk masuk dan mendekat didalam rumah-Nya Allah swt, “fidhulami ilal masajidi” menuju daripada rumah-Nya Allah swt, apa itu? Masjid. Menunaikan apa? nggak mesti hanya shalat, dengan baca qur’an, dengan I’tikaf, dengan anda membaca dzikir, dengan anda memperbanyak doa kepada Allah swt, bermuhasabah diri kita kepada Allah swt, berkhalwat kepada Allah swt. Makanya ada sebagaian orang-orang soleh itu yang di kota Hadramaut di kota Tarim itu tidak ada bahkan disebelah rumah mereka itu kecuali mereka itu bangun masjid. Bahkan kalau seandainya di zaman dahulu itu zamannya Al Habib Abdurrahman Assegaff sekitar 800 tahun yang lalu beliau mengatakan di kota Tarim (kota Tarim itu kecil kotanya mungkin seperempat/seperenam dari kota Surabaya ini) zaman dahulu beliau mengatakan di kota Tarim terdapat 800 masjid. Kalau di Surabaya ini yang sedemikian besar ini kota terbesar setelah Jakarta anda hitung berapa banyak masjidnya, sampai 800? Nggak sampai 800 mungkin, mungkin puluhan kalau dihitung, masjid bukan mushola. Kalau di sana itu terkenal dengan masjidnya bahkan ada setiap orang soleh itu bangun rumah di sebelahnya beliau juga bangun masjid. Hanya berdekatan sekitar jarak 200 meter lagi ada masjid lagi tapi tidak dibuat untuk shalat jumat shalat jumatnya tetap di jami’ mereka itu. Seperti halnya kalau di Surabaya itu di masjid Ampelnya atau di masjid Al Akbarnya dan lain-lain Cuma hanya beberapa aja yang mendirikan masjid disitu. Tapi zamannya beliau 800 tahun yang lalu ada berapa masjid? 800 masjid. Sengaja mereka itu bangun masjid berdekatan karena kenapa? Untuk mendapatkan kabar baik (bisharah) dari Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka diwaktu malam bisa berjalan didalam masjid didalam musholanya untuk mereka mendapatkan kabar baik dari Allah dan Rasul-Nya.
“ilal masajidi binnuurit tammi yaumal qiyamah” apa kabar baiknya? Kabar baiknya dia akan mendapatkan cahaya yang abadi di hari kiamat. Sudah nggak perlu cahaya yang lain dengan anda berjalan didalam masjid diwaktu malam seperti waktu malam ini pun juga termasuk, anda berangkat dari rumah anda berjalan keluar dari rumah anda ada yang dari sini, ada yang dari situ kumpul dalam satu mushola kumpul dalam satu masjid untuk mendapatkan ridha-Nya Allah anda belajar anda mendapatkan daripada ini bisharah, apa bisharahnya? Bisharahnya suatu kemuliaan yaitu cahaya yang begitu abadi yang begitu mulia di hari kiamat, terang benderang. Jadi anda dilihat oleh teman anda “ini tiba-tiba seseorang si fulan ini teman saya mungkin di dunia wajahnya nggak seberapa cahaya tapi kenapa dia di akherat di hari kiamat bercahaya”. Dilihat amalannya apa? amalannya dia selalu keluar malam untuk datang di dalam masjid-masjid, untuk datang ke mushola-mushola entah dia untuk shalat, entah dia untuk menggali ilmu, entah dia untuk berdzikir, entah dia untuk membaca Al Qur’an maka cahaya yang begitu abadi di hari kiamat anda akan dapatkan, dan itu bisharah yang dipersiapkan bagi mereka yang berjalan di jalan-Nya Allah swt menuju daripada masjid, menuju daripada tempat ibadah untuk menunaikan daripada ibadah-ibadah yang dimuliakan oleh Allah swt.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt maka kita mengambil ringkasan daripada hadist tersebut maka setiap malam gunakan, biarpun waktu anda sedikit untuk keluar dari rumah anda untuk mengambil daripada kabar baik ini dari nabi Muhammad saw. Biarpun jaraknya yang dekat anda keluar biarpun sebentar, biarpun katanya ulama disini maknanya hadist ini biarpun nggak shalat, syukur-syukur di shalat, syukur-syukur dia niat I’tikaf, syukur-syukur dia belajar membaca Al Qur’an, bermuhasabah kepada Allah swt itu cahayanya tambah bertambah tambah betambah tambah bertambah di hari kiamat dan dipersembahkan oleh Allah swt bagi mereka-mereka yang berjalan di jalan-Nya Allah swt seperti ini. Tapi kalau seandainya kita bermalas-malas justru waktu malamnya kita memperbanyak jalan kita ke mall, ke tempat-tempat yang tidak diridhai oleh Allah swt, ke tempat-tempat yang melalaikan diri kita kepada Allah swt maka cahaya tersebut tidak akan anda terima tetapi suatu kesengsaraan bahkan kegelapan yang akan anda terima wal iyadzubillahi mindzalik.
Mudah-mudahan ada manfaatnya marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kepada Allah swt, kita bermuhasabah kehadirat Allah swt, marilah kita mendekatkan diri kita kepada Allah swt dengan kita menginstropeksi diri kita kepada Allah swt sehingga kita menjadi manusia-manusia yang disucikan oleh Allah swt.
Marilah kita berdzikir bersama-sama satukan hatimu, satukan jiwamu dan satukan daripada sanubarimu, hadirkan hajat-hajatmu dan katakan dan ketuklah hatimu dengan menyebut nama Allah swt dan Dialah Maha yang mendengarkan doamu, Maha yang sangat perhatian daripada hajat-hajatmu, marilah sama untuk berdzikir dengan menyebut nama Allah.
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..


Selasa, 24 Februari 2015

Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata : “ Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “ Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini .” Maka semua manusia sebelum mereka wafat, nama-nama mereka telah diserukan di kerajaan alam semesta dan telah dikenang sebagai hamba yang dicintai Allah subhanahu wata’ala atau hamba yang dimurkai-Nya. Namun bisa jadi dengan kehendak Allah Yang Maha Luhur dan Maha Suci, seorang hamba bisa dirubah keputusan hidupnya dari kehinaan untuk mencapai kemuliaan, dan hal itu tidaklah mustahil bagi Allah subhanahu wata’ala, karena alam semesta ini adalah milik Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala mampu membolak-balikkan kerajaan langit dan bumi ini dengan kehendak-Nya, untuk mencintai hamb-hambaNya si fulan atau membenci si fulan. Dan perkumpulan kita di malam ini adalah perkumpulan hamba-hamba dimana nama-nama mereka sedang dikumandangkan di langit sebagai hamba yang dicintai Allah. Ketahuilah dengan perkumpulan seperti ini, jika kita bukan termasuk hamba yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, maka kita tidak akan bisa hadir di majelis yang dicintai Allah, karena jika kita termasuk hamba yang dimurkai Allah maka tempat kita adalah tempat-tempat yang dimurkai Allah. Namun saat ini kita berada pada tempat yang dihujani rahmat dan hidayah, tempat yang dihujani limpahan anugerah dan kasih sayang Ilahi, tempat yang menjadikan seorang hamba yang dimurkai berubah menjadi orang yang dicintai Allah. Maka semoga kita tidak keluar dari majelis ini kecuali telah dicatat nama-nama kita dengan tinta cahaya bahwa kita termasuk hamba yang dicintai Allah, sehingga kita wafat dalam keadaan cinta dan dicintai Allah subhanahu wata’ala kemudian dibangkitkan bersama hamba-hamba yang dicintai Allah


Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus

Pernah seorang sahabat dahulu yaitu Abu Dzar atau Abu Hurairah kata beliau berangkat ke pasar mendapatkan orang-orang banyak berkumpul di pasar sedangkan di masjid sepi, maka beliau berteriak memanggil dan menyerukan kepada orang-orang yang di pasar:

“Kenapa kalian bertumpuk di sini sedangkan warisannya Nabi besar Muhammad saw sedang dibagi-bagi di masjid”.

Mendengar kata warisan para orang-orang sahabat yang berkumpul di pasar mereka bubar dan berbondong-bondong datang ke dalam masjid. Ketika sampai di masjid apa yang mereka jumpai? Ada sekelompok orang yang sedang membaca Al Quran, ada sebagian lain sedang berdzikir, maka lalu sahabat-sahabat yang datang dari pasar tadi mendatangi Abu Dzar atau Abu Hurairah tadi dan mengatakan:

“Kenapa kamu bilang ada warisan, mana..kami tidak menjumpai sedikitpun warisan yang dibagi di masjid”.

Ditanya “Kamu menjumpai apa di masjid”.

“Saya menjumpai orang duduk berdzikir, orang duduk mengaji”.

Maka dikatakan oleh beliau:

“Itulah warisanya Baginda Rasulullah saw”.

“Sesungguhnya para Nabi itu tidak mewarisi uang dinar atau dirham tetapi mereka adalah mewariskan ilmu”.
 

Dan termasuk majelis kita seperti ini adalah warisan daripada Nabi besar Muhammad saw. Karena itu bersyukur sekali lagi kalian yang telah mampu untuk hadir meninggalkan pekerjaan kalian, mungkin yang punya toko kata beliau meninggalkan tokonya untuk hadir di tempat seperti ini, ini taufik pertolongan dari Allah swt.

Minggu, 01 Februari 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Safari Dakwah Kediaman Gus Arifin Desa Kalimati, Tarik - Sidoarjo, Sabtu 24 Januari 2015

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..



Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang telah mengumpulkan kita dikesempatan yang sangat indah ini disalah satu perkumpulan yang mana perkumpulan tersebut menyebut nama sang nabi Muhammad saw. Jikalau didalam perayaan didalam majelis disebut nama nabi Muhammad saw yang seperti dikatakan oleh Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsy :
“Didalam satu perayaan disalah satu peringatan jikalau disebut nama sang Nabi maka majelis tersebut atau perayaan tersebut akan diberikan oleh Allah swt bau-bau yang harum (yang bisa merasakan hanyalah orang-orang yang betul-betul cinta dengan nabi Muhammad)” shallu’alannabi Muhammad!
Jikalau didalam satu perayaan menyebut nama nabi Muhammad maka majelis tersebut akan menjadi harum seperti saya katakan tadi yang bisa mencium daripada bau harumnya majelis tersebut mereka yang merasakan betapa cintanya seorang hamba yang cinta dengan sayyidina Muhammad. Dan kita pun yang berkumpul disini tidak lebih bahwasanya kita semuanya saya, anda, dari yang kecil sampai yang tua pasti didalam diri kita ada kecintaan terhadap nabi Muhammad saw, shallu’alannabi Muhammad!

Maka dengan adanya Majelis Rasulullah ini mengajak kita semuanya untuk senantiasa kita yang pertama ingat dengan Allah swt.
Jadi Majelis Rasulullah ini Bu ya, Pak, yang pertama itu bukan mengajak perang seperti anggapan orang-orang yang lain “oh ini ada yang jaket-jaketan mulai ini timbul kekerasan dan lain-lain sehingga timbul peperangan” bukan itu Majelis Rasulullah. Adanya Majelis Rasulullah ini mengajak kita semuanya khususnya saya pribadi yang berbicara untuk semakin semangat ingat dengan Allah swt.
Ingat dengan Allah swt yang pertama itu Pak, Bu, dengan syariat, bukan dengan ma’rifat seperti orang yang pemikirannya terlalu tinggi. Hingga mereka menjuluki dirinya ma’rifat sedangkan syariatnya ditinggal bukan itu. Makanya Rasulullah saw itu syariatnya semakin hari semakin kuat tetapi tidak mengatakan dirinya itu ma’rifat (kenal dengan Allah swt).
Hati-hati jikalau anda kenal dengan orang yang mengaku ma’rifat, seolah-olah dia itu paling kenal dengan Allah swt. Adanya majelis ini semakin dekatnya kita dengan Allah yang pertama jangan lupa dengan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah swt yaitu shalat. Nggak usah yang dibahas yang tinggi-tinggi tentang yang dibaca kitab yang tinggi-tinggi, bacalah kitab yang rendah-rendah saja yang mana kitab tersebut mengingatkan diri kita kepada Allah swt gimana sih caranya shalat itu. Hingga Rasulullah saw lihat semakin hari semakin kental daripada syariatnya satu malamnya Rasulullah itu melakukan shalat 1000 rakaat. Saya tanya anda sekarang berapa rakaat anda setiap malamnya, banyak mana shalatnya dan nongkrongnya? Mungkin banyak caturnya dan nongkrongnya daripada shalatnya. Untung-untung anda bisa jaga shalat witir tiga rakaat setiap malam sebelum tidur atau bisa anda lakukan setelah tidur sebentar, sepertiga dari malam anda bangun laksanakan shalat witir, istiqomahkan meskipun tiga rakaat daripada 500 rakaat, 700 rakaat tetapi kadang-kadang tidak istiqomah. Jadi orang soleh itu gampang sekali dengan apa? dengan kita istiqomah, dengan kita menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah swt khususnya shalat maka hidup kita akan diberikan kemudahan oleh Allah swt.

Saya kasih cerita sekarang supaya desanya nggak jadi desa Kalimati lagi biar jadi desa Kali hidup, amiin. Ada dahulu di kota Tarim di Hadramaut seperti yang disebutkan didalam qosidah ‘ya Tarim ya Tarim’ (tawasul dengan negerinya wali Allah) karena di negara/kota tersebut begitu banyak wali Allah. Dizamannya Al Habib Abdurrahman Assegaff 700 tahun yang lalu di beliau mengatakan :
“di kuburan Zanbal ini terdapat 800 wali dan 1000 qutub”
Mudah-mudahan setelah acara ini desa Kalimati menjadi desanya wali, amiin. Tapi jangan lupa dengan shalatnya yang rajin.
Dahulu di kota Tarim itu ada salah satu auliya yang bernama Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih yang beliau ini termasuk salah satu muridnya Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Sampai-sampai beliau (Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad) beliau mengatakan dan bersumpah :
“Demi Allah dan saya bersumpah tidak ada saya lihat orang yang begitu alim seperti muridku Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih”
Yang memuji siapa? Gurunya sendiri. Kalau zaman sekarang gurunya nggak mau kalah dengan muridnya. Muridnya seolah-olah menonjol ilmunya gurunya berkata “oh itu dulu murid saya”.
Kalau orang-orang terdahulu lebih senang muridnya lebih menonjol dari pada dirinya (gurunya), itu adalah guru-guru yang mengerti tentang syariat Allah swt. Kalau sekarang kadang-kadang ada persaingan, persaingan apa? persaingan antara guru dan muridnya. Sehingga guru tidak mau kalah dengan muridnya, muridnya tambah kurang ajar kepada gurunya wal iyadhu billahi mindzalik, sehingga keberkahan didalam ilmunya tidak kita dapatkan.
Kita ini kadang-kadang dibuat bingung dengan kitanya sendiri, kita ngaku cinta dengan Nabi bahkan kita shalawatan disini dan disitu banyak dari kita yang tidak menjaga daripada shalat berjamaah. Dengan orang-orang yang anti maulid ditertawakan :
“Oh katanya ngakunya ahli shalawat giliran shalat jamaah nggak mau, masjidnya dibiarkan kosong, mushalanya apalagi”
Sama orang-orang yang anti maulid kita dilihat kita ditertawakan. Shalawatan malam-malam sampai jam 2 sampai jam 3 dini hari habis shalawatan main catur lagi. Shalat jamaahnya, shalat subuhnya dibiarkan masjidnya dan mushalanya kosong begitu saja. Yang adzan satu, yang iqomat satu yang jadi imam satu yang shalat satu (satu orang saja), masjidnya megah bangunannya dapat sumbangan dari mana-mana tetapi sayang. Maka daripada itu dengan adanya majelis ini kita sama-sama evaluasi kita punya diri masing-masing. Saya lebih utama yang berbicara mungkin anda lebih afdhal dari saya ayo sama-sama kita saling menasehati. Orang tua mengajarkan anak yang baik, anaknya pun juga harus hormat kepada orang tua. Bagaimana anak tersebut bisa menghormati orang tua? Pintar-pintar anda menjadi orang tua.
Contoh halnya beliau itu Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad sohibulratib yang mungin ratibnya dibaca dimana-mana, siapa yang nggak kenal, siapa yang nggak baca Ratib Al Haddad. Bahkan beliau menjamin dan mengatakan :
“yang membaca Ratibku insyaallah saya jamin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah”
Yang menjamin bukan pejabat pak, yang menjamin siapa? Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad orang yang kenal dengan Rasulullah. Semalamnya itu kalau beliau shalat malam itu 500 rakaat istiqomah sampai meninggal, disaat sakaratul maut sebelum meninggal melakukan shalat 500 rakaat, memberikan jaminan seperti itu kepada anda. Belum tentu pejabat-pejabat kita bisa menjamin kita seperti itu, proposal-proposal aja dijamin satu bulan turun nggak turun-turun. Tetapi auliya Allah orangnya karim dermawan itu karena meniru siapa? Meniru kakeknya yaitu nabi kita Muhammad saw dan Rasulullah saw pun meniru daripada Allah swt karena Rasulullah selalu diajarkan dari Allah melalui malaikat Jibril as.
Yang membaca Ratibul Haddad insyaallah meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, jangan ditinggalkan. Kenapa koq bisa? Karena semua doa yang ada didalam Ratibul Haddad itu semuanya doanya Rasulullah saw cuma sama beliau (Al Imamul Haddad) dikumpulkan menjadi satu. Makanya beliau berani menjamin orang yang membaca Ratibku insyaallah dia akan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
Hingga beliau memuji daripada muridnya yaitu Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih “saya bersumpah tidak ada saya lihat orang yang begitu alim hebatnya semulia beliau (Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih)”
Bahkan beliau juga mengatakan :
“Didalam hati saya ada 200 ilmu”
Kalau orang sekarang orang alim berapa sih ilmunya baca kitab masih belum lancar, baca Al Qur’an kadang-kadang masih salah ngaku sudah jadi ulama, ngaku sudah jadi habib dzuriyatul Rasul, bukan seperti itu. Biarpun pengajar-pengajar TPA yang seperti tadi kita dengarkan itu TPA-TPA itu mempunyai peran yang begitu luas dengan anak-anak kita.
Kalau mereka ulama-ulama terdahulu itu memang betul-betul ulama bukan sekedar mereka itu punya jubah dan imamah saja. Kita pun disana di Hadramaut ketika kita belajar itu ketika mendapatkan ijazah imamah itu berat sekali, sulit sekali karena harus ada amalan yang betul-betul harus anda istiqomahkan sehingga harus anda dapatkan.
Makanya beliau (Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad) mengatakan :
“Didalam diri saya ada 200 ilmu tetapi sayang orang-orang di sekitar saya masih bisa menguasai 100 ilmu saja yang 100 ilmu belum mereka tanyakan didalam ilmu yang sudah saya kuasai”
Bahkan pernah beliau duduk didalam majelisnya dengan murid-muridnya beliau mengatakan ;
“Sebentar lagi akan ada hembusan angin dari sini akan keluar dari sana dan akan lewat sana dan sebentar lagi akan turun hujan”
Dikatakan :
“Habib ini kasyaf”
“Bukan ini bukan kasyaf ini ilmu dipelajari dalam ilmu engkau tidak tahu”
Dalam suatu saat pernah beliau itu ketika duduk didalam majelisnya dirumahnya tiba-tiba datang orang bisa dikatakan mungkin polisinya di kota Tarim tersebut yang mana tiba-tiba datang ke rumah beliau hendak menangkap beliau (Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih) mau diborgol. Sedangkan beliau ini tidak pernah mengajarkan ajaran-ajaran yang menyimpang dari syariat, tidak pernah mengajarkan yang tidak-tidak bahkan tidak pernah mengaku nabi dan lain-lain. Yang beliau ajarkan adalah shalat pelajaran yang penting-penting. Murid-muridnya heran bahkan protes :
“Hai kenapa engkau tangkap ini guru saya”
“Tidak pakai ada pemahaman sekarang saya mau tangkap gurumu untuk dipenjara, tidak ada lagi omongan”
Sedih murid-muridnya melihat gurunya itu ditangkap namanya guru cintanya seorang murid. Tapi betul-betul guru ini karena selalu mengajarkan daripada akhlaqul karimah, selalu mengajarkan daripada pelajaran-pelajaran yang mulia, pelajaran-pelajaran nabi Muhammad saw tentang shalat, tentang puasa, tentang indahnya daripada akhlaqnya sang Nabi, budi pekertinya sang Nabi nggak pernah mengajarkan yang lain-lain nggak pernah. Itu daripada yang mereka hadiri dalam majelisnya Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih. Akhirnya murid-murid setelah selesai penangkapan bermusyawarahlah mereka itu untuk menjenguk daripada gurunya dengan membawakan hidangan untuk paling tidak ada hidangan yang bisa beliau makan di penjara, ketika datang di hadapan gurunya :
“Wahai guru kita ini semuanya penasaran”
“Kenapa”
“Apa yang sudah engkau lakukan kita nggak nyangka koq bisa engkau ini dipenjara, padahal kita lihat didalam setiap harinya engakau tidak pernah mengajarkan yang menyimpang daripada syariat Islam, tidak pernah mengajarkan kecuali ajaran sang Nabi Muhammad saw, kenapa ini apa yang engkau lakukan?”
Apa yang beliau katakana :
“Biarkan saya disini mungkin Allah swt lagi menguji saya disaat ini, mungkin kemarin dulu itu atau ngak kemarin itu saya teringat pembantu saya di rumah itu lupa nggak saya ingatkan untuk shalat maka Allah swt menghukum saya sehingga saya dipenjara”
Padahal kasusnya bukan itu cuma beliau mengakunya seperti gitu, mengaku kenapa? Mengaku bahwasanya kekurangannya beliau untuk mengajak daripada pembantunya untuk shalat khususnya shalat berjamaah lupa diingatkan. Lihat cuma lupa diingatkan saja :
‘ini saya sadar Allah swt menghukum aku biarkan saya terima derita ini” kata beliau. Ada nggak orang seperti ini pak mengaku salah padahal tidak salah. Cuma dia mengaku bahwasanya lupa mengingatkan pembantunya untuk shalat.
Kita mungkin jangankan pembantu kita anak kita pun kadang-kadang kita lupa untuk mengajarkan shalat. Kita mungkin hadir didalam majelis kita mungkin bahkan lupa anak kita saat ini ada dimana mereka, banyak kita yang lupa, naudzubillahimindzalik.
Kita mengaku sangat cinta dengan sang Nabi anak-anak kita pun didalam diri mereka idola mereka bukan sang Nabi orang-orang yang jauh daripada sang Nabi, orang-orang yang tidak shalat, yang mana idola mereka adalah pemain-pemain sinetron dan lain-lain yang kesibukan mereka hanyalah lalai dengan Allah swt. Maka didalam kesempatan yang sangat mulia ini inilah Majelis Rasulullah ini mengajak kita semuanya untuk kita semakin dekat dengan Allah swt bukan untuk istilahnya demo menghancurkan ini dan itu bukan. Supaya kita bisa instropeksi diri bagaimana ibadah kita semakin dekat dengan Allah swt dan mengetahui bagaimana perjuangan nya sang Nabi Muhammad saw.
Kembali ke cerita tadi akhirnya keesokan harinya pejabat-pejabat di kota Tarim itu mendatangi dan menziarahi Al Imam Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih dan meminta maaf bahwasanya ini adalah peristiwa salah tangkap. Maka di waktu itu pun dikeluarkan beliau dari penjaranya. Karena kenapa? Kita ambil pelajaran begitu merasanya dalam hatinya karena mendapat teguran dari Allah swt karena lalai untuk mengajak pembantunya untuk melakukan shalat subuh (berjamaah) di waktu itu. Maka daripada itu mudah-mudahan dengan adanya majelis ini kita semuanya pulang dari majelis ini kita semakin semangat dalam beribadah kepada Allah swt. Kita semakin semangat berkorbanya kita demi Rasulullah saw, kalau kita tidak bisa meniru seperti mereka paling tidak sedikit dari mereka tapi sedikitnya jangan keterlaluan. Sedikitnya bagaimana? Ayo hadir majelis di mana saja yang mana majelis tersebut betul-betul mengajarkan kita untuk selalu kita rajin didalam beribadah kepada Allah swt.
Dan mudah-mudahan dengan berkumpulnya kita di tempat yang penuh barakah ini kita semakin semangat dengan kita beribadah kepada Allah swt.
Mudah-mudahan dengan berkahnya majelis kita yang kita hadiri di malam ini mudah-mudahan anak kita menjadi anak-anak yang soleh insyaallah.
Mudah-mudahan kita dengan hadirnya kita didalam majelis yang mulia ini mudah-mudahan hajat kita, hajat dunia kita selalu dikabulkan oleh Allah swt, hajat akherat kita mendapat ampunan dari Allah swt. Saya ajak semuanya ayo dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir dengan Allah swt memanggil dengan kalimat ya Allah..ya Allah ayo sama-sama jangan pelit-pelit ketika kita berdzikir keraskan suaramu dengan Allah swt, panggil Allah swt.
Ayo kita sama-sama berdzikir dengan menyebut Allah swt dengan keras, angkat tanganmu kehadirat Allah swt, pejamkan matamu seolah-olah kita meminta dan pasti doa kita akan didengar oleh Allah swt dan hajat kita insyaallah dan kita yakin pasti akan dikabulkan oleh Allah swt. Ayo sama-sama kita angkat tangan kita dan kita keraskan daripada suara kita dengan menyebut ya Allah..ya Allah secara bersama-sama.
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..