Rabu, 11 Maret 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Jalsatul Istnain Majelis Rasulullah Saw Jawa Timur, Masjid Al Mukarram Mulyorejo - Surabaya 02 Maret 2015






“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
“Qola Rasulullah shallallahu 'alaihi wa’alaalihi washahbihi wasallama, Baina kulli azhanaini solatan liman sya-a (Rawahu Bukhari wa Muslim)”.
[“Diantara kedua azan itu (azan dan iqamah) shalat berapa banyak yg kamu inginkan”]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Yang sama-sama kita muliakan para habaib, para hadirin, para orang-orang tua yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu nama mereka tapi tidak mengurangi rasa hormat saya kepada mereka.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memuliakan kita semuanya hingga kita dipertemukan kembali oleh Allah swt didalam lindungan-Nya, didalam anugerah-Nya, didalam selimut daripada pahala dan pancaran cahaya Ilahi melalui daripada majelis yang mana mempunyai keterikatan yang begitu erat terhadap sohibul nur yaitu sayyidina Muhammad…
Yang mana mereka jikalau mempunyai keterkaitan yang begitu indah, keterkaitan yang begitu erat dengan sang Nabi niscaya kecintaannya terhadap Allah semakin erat, tetapi jikalau kaitan hatinya, sanubari-sanubarinya semakin jauh dengan sohibul nur yaitu nabi kita Muhammad saw maka wal iyadhubillahi mindzalik kita semuanya tidak akan bisa kenal dengan Allah swt.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt sampailah kita kepada hadist yang ke 8 yang mana hadist tersebut diriwayatkan oleh Al Imam Bukhori dan Muslim yang mana disabdakan oleh baginda nabi kita Muhammad, shallu’alannabi Muhammad!
“Baina kulli adzanaini solatan liman sya-a”
Yang artinya: diantara adzan dan iqomah terdapat dan diperbolehkan shalat sebanyak apapun (yaitu terserah anda).
Istilah “adzanaini” itu adalah antara adzan dan iqomah, ada juga istilah “bainal isya’in” yaitu antara magrib dan isya bukan setelah isya sampai seterusnya, itu istilah-istilah didalam bahasa arab. Kalau anda melihat di dalam kitab-kitab hadist istilah “bainal isya’in” itu yang dimaksud antara waktu magrib dan isya didalamnya, antara waktu tersebut, di tengah-tengahnya. Atau mungkin jikalau anda mendapat di dalam suatu kitab hadist ada yang menerangkan khususnya yang kita bahas di malam hari ini yaitu “adzanaini” yaitu antara adzan dan iqomah di tengah-tengahnya. Diantara adzan dan iqomah diperbolehkan anda untuk melaksanakan shalat terserah anda dan sebanyak-banyaknya berapapun jumlah rakaatnya yang mau anda kerjakan diperbolehkan, bahkan dianjurkan.
Seperti halnya ada didalam shalat itu shalat qobliyah contohnya mungkin beberapa shalat yang sudah saya terangkan didalam pertemuan-pertemuan kita sebelumnya. Bahwasanya kalau kita bisa samakan shalat sebelum dhuhur (qobliyatul dhuhur) yaitu setelah adzan dhuhur kita diperbolehkan untuk shalat qobliyah. Maksudnya apa? maksudnya setelah waktu dhuhur tiba boleh anda melaksanakan shalat tersebut. Tetapi sebaliknya jikalau waktu dhuhur belum tiba kemudian kita mau melaksanakan shalat qobliyatul dhuhur maka tidak dianjurkan, bahkan katanya ulama tidak sah karena waktunya belum masuk.
Begitupun jikalau anda atau kita mau melaksanakan shalat qobliyatul ashar, dikatakan oleh Rasulullah saw:
“Dicintai oleh Allah swt seseorang yang melaksanakan shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar”
Mendapat suatu kecintaan dari Allah swt, yang mencintai bukan manusia, yang menyayangi bukan teman anda atau saudara anda, yang menyayangi siapa? Allah swt.
Berkahnya apa? berkahnya anda shalat 4 rakaat sebelum ashar. Jadi boleh melaksanakan shalat qobliyah itu setelah datang waktunya, setelah masuk daripada waktu shalat yang anda mau shalati. Jikalau mau shalat qbliyah dhuhur tatapi masih jam 11 atau jam 10 pagi belum masuk waktu dhuhur apakah kita diperbolehkan untuk melaksanakan shalat qobliyatul dhuhur? Tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shalat qobliyatul dhuhur. Barang siapa kata Rasulullah saw itu ada faedahnya orang yang shalat qobliyatul dhuhur itu khususnya 4 rakaat dan shalat ba’diyahnya 4 rakaat kata Rasulullah saw :
“Manshalla 'arbaan qobladhuhri wa ba'dahu arba'an haramallahuta'ala jasaduhu wa sya'rahu 'alannar”
“Barangsiapa seseorang yang shalat 4 rakaat sebelum dhuhur terserah mau satu salam atau 2 rakaat-2 rakaat, tetapi dikatakan oleh para ulama bahkan afdhalnya shalat sunnah itu dikerjakan 2 rakaat-2 rakaat tetapi jikalau anda mau melangsungkan 4 rakaat langsung diakhiri dengan 1 salam boleh apa tidak? Dikatakan ulama diperbolehkan tetapi lebih afdhalnya dikerjakan 2 rakaat-2 rakaat. Tetapi sesuatu yang diperbolehkan jikalau anda mau melaksanakan 4 rakaat 1 salam, yang penting pengamalannya tidak usah dibahas tentang perbedaannya.
Yang masalah di zaman sekarang ini terlalu rumit selalu masalah furu’iyah itu cabang-cabang itu selalu dibahas selalu mendalam, qunut dibahas ini orang yang ini, tidak mengetahui daripada sirrul qunut. Orang yang tidak qunut tidak mengetahui rasanya qunut bagaimana, didalam orang yang ber-qunut diwaktu shalat subuh itu mempunyai makna yang begitu besar jika kita berdoa”Allhummahdina fiman hadait” apa itu maksudnya? Maksudnya adalah kita minta hidayah dari Allah swt :
“Wahai Allah berikanlah hidayah kepada kami seperti mereka-mereka yang Engkau berikan hidayah dari-Mu”.
Jikalau anda tidak memerlukan hidayah dari Allah dari siapa kita memerlukan hidayah, dari temanmu? Tidak bisa memberikan hidayah. Bahkan temanmu yang engkau cintaipun, istrimu yang engkau cintai, bahkan keluargamu yang engkau cintaipun tidak bisa memberikan hidayah kepada engkau sekalian semuanya.
“Sesungguhnya manusia tersebut wahai engkau manusia tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai”
Bahkan istrimu sendiri, bahkan keluargamau sendiri siapapun yang engkau cintai tidak bisa engkau paksakan harus cinta kepadamu tidak bisa. Tetapi dengan jikalau engakau memberikan hidayah cinta kepada Allah, cinta kepada baginda sang Nabi maka Allah yang akan memberikan hidayah kepada kita semuanya, itulah Allah swt.
Makanya jangan sering kita bahas masalah apa? furu’iyah daripada cabang-cabang, lebih baik dekatkan diri kita dengan sunnah nabi Muhammad saw dengan kita mendengar adzan perbanyak shalat habis shalat qobliyah shalat apa lagi? Shalat naflul mutlaq.
Dikatakan ulama bahwasanya shalat sunnah itu terbagi menjadi 3, ini yang harus banyak diketahui oleh orang-orang zaman sekarang karena orang-orang zaman tidak mengetahui bagian daripada sunnah yang diajarkan oleh sang Nabi, sunnah Rasulullah saw itu didalam shalat ada 3 bagian.
Yang pertama dikatakan oleh para ulama bagian daripada shalat sunnah itu yang pertama itu adalah naflul mutlaq shalat naf’l yang mutlaq yang tidak perlu anda sebutkan shalatnya apa, seperti bagaimana niatnya? Ushalli begitu saja mau anda kerjakan 2 rakaat, 4 rakaat, 6 rakaat terserah maka seperti halnya Rasulullah saw itu setiap malamnya shalat 1000 rakaat yang sudah mendapat jaminan surga dari Allah swt masih rela menyempatkan waktunya untuk melaksanakan shalat 1000 rakaat. Sayyidina Ali Zainal Abidin begitupun 1000 rakaat, Sayyidina Faqihil Muqaddam 1000 rakaat dinamakan shalat apa itu? Shalat dikatakan shalat naflul mutlaq nggak perlu lagi untuk menyebutkan shalatnya apa, nggak perlu menyebutkan shalat tahajjud, shalat duha, shalat witir dan lain-lain cukup dengan apa? cukup kita melaksanakan dalam hati diiringi takbiratu ihram ‘ushalli lillahita’ala’ Allahuakbar cukup. Atau anda katakana “ushalli” aja cukup karena ‘Lillahita’ala’ itu adalah sesuatu yang sunnah bukan wajib. Itu bagian dari yang pertama, bagian daripada shalat sunnah yang pertama yaitu naflul mutlaq.
Naflul mutlaq boleh dikerjakan apa tidak diwaktu siang? Boleh juga diwaktu siang anda dikerjakan. Setelah shalat dhuha masih ada waktu 1 jam untuk kita berdialog dengan Allah swt, ayo shalat lagi. Pakai baca al-fatiha? Pakai baca al-fatiha seperti biasa cuma bedanya niatnya saja “ushalli” Allahuakbar (surat al-fatiha sampai akhir) anda mau tambahkan surat nggak apa-apa lebih afdhal mau tidak ditambahkan surat pun nggak apa-apa tetapi jangan sekali-kali jangan anda tinggalkan pembacaan al-fatiha karena didalam shalat apapun pembacaan al-fatiha itu wajib shalat sunnah maupun shalat wajib, dikatakan oleh Rasulullah saw :
“Tidak sah shalatnya seseorang itu jikalau tidak membaca daripada shalat al-fatiha”

Kemudian bagian yang ke 2 daripada shalat sunnah yaitu shalat sunnah yang terkait dengan waktu. Seperti halnya apa? seperti halnya waktu dhuhur boleh anda melaksanakan qobliyah dan ba’diyah dhuhur karena terkait dengan waktu. Kemudian datang waktu ashar boleh juga anda kerjakan shalat qobliyatul ashar, kalau kita mau mengerjakan shalat ba’diyatul ashar tidak dianjurkan bahkan seseorang yang mengerjakan shalat ba’diyatul ashar itu dilarang oleh syariat.
Bagaimana kalau seandainya kita hendak melaksanakan shalat tahiyatul masjid? Ulama salafuna soleh bermu’tamat mempunyai pendapat yang kuat tidak melaksanakan shalat tahiyatul masjid setelah shalat ashar, tidak dianjurkan. Bahkan ada ulama yang mengatakan larangan, diharamkan, setelah shalat ashar sampai terbenamnya matahari, kemudian shalat ba’diyatul subuh samapai terbitnya matahari. Setelah terbitnya matahari silahkan jikalau anda mau shalat, shalat isyraq, shalat dhuha dan lain-lain. Itu shalat sunnah yang terkait dengan waktu, waktu maghrib mau shalat sunnah qobliyatul maghrib silahkan, mau shalat sunnah ba’diyatul maghrib silahkan, mau shalat sunnah qobliyatul isya mongggo, mau shalat sunnah ba’diyatul isya silahkan dan lain-lain, itu shalat sunnah yang terkait dengan waktu.

Bagian yang ke 3 shalat sunnah yang ada penyebabnya, penyebabnya seperti apa? penyebabnya jikalau kita kepingin hujan, shalat apa? shalat istisqo ada cara-caranya sendiri. Kemudian sebabnya seperti apa? shalat khusuf seperti gerhana bulan dan gerhana matahari, shalat sunnah istikharah nah itu bagian-bagian daripada bagian- bagian shalat sunnah. Terbagi menjadi berapa? Terbagi menjadi 3 shalat naflul mutlaq (naflul yang tidak terkait dengan waktu dan zaman), kemudian shalat sunnah yang terkait dengan waktu, kemudian yang ke 3 shalat sunnah yang terkait dengan sebab tertentu.
Anda lihat di dalam hadistnya bahwasanya ‘baina kulli azhanaini’ (diantara daripada adzan dan iqomah) ‘solatan liman sya-a’(shalat terserah anda) mau shalat qobliyah boleh karena nggak ada waktu boleh, mau tambah lagi boleh, mau tambah apa? naflul mutlaq “ushalli” boleh silahkan perbanyak shalat. Nggak mau shalat tunggu di dalam masjid, makanya dikatakan oleh Rasulullah saw :
“Orang yang nunggu orang shalat seperti mereka yang melaksanakan shalat”
Jadi kalau anda waktu shalat sudah datang “Allahuakbar..Allhuakbar” shalat sunnah sudah, ngapain? Dzikir sambil nunggu orang. Jangan di dalam masjid wal iyadzubillahi mindzalik masuk masjid yang dibicarakan menggosip orang, ini hati-hati anda akan mendapat bencana ini rumah-Nya Allah swt jangan dinodai. Seperti halnya jikalau kita punya rumah jikalau ada seseorang datang melempari kotoran pasti kita marah, begitupun Allah swt. Makanya dinamakan masjid itu dikatakan apa? masjid itu katanya ulama masjid itu adalah tempatnya orang yang bertaat kepada Allah swt, shalat, dzikir, baca qur’an, baca shalawat. Jangan lupa juga saudara-saudaraku untuk niat I’tikaf niat dari sekarang, syukur-syukur jikalau anda dari tadi masuk masjid jangan lupa juga apa? niatul I’tikaf, di tambah lagi apa? tahiyatul masjid. 
Itu pernah saya kejadian dalam pribadi saya ketika saya waktu itu di kota Tarim di kota Hadramaut ketika itu ada acara di masjid jami’ di kota Tarim, karena saya terburu-buru pingin semakin dekat dengan Guru Mulia itu saya masuk lupa dengan tahiyatul masjid itu dilirik oleh beliau sambil dipelototin, memberikan pelajaran jangan lupa dengan tahiyatul masjid.
Karena kenapa? Karena itu sunnahnya baginda nabi kita Muhammad saw, karena kita penghormatan kepada rumahnya Allah swt. Contoh halnya jikalau kita mau bertamu ke rumahnya orang, anda mau bertamu ke rumahnya orang jikalau anda mau nylonong begitu saja mau masuk begitu saja buka kunci langsung buka pintunya langsung masuk, orangnya marah apa tidak? Pasti marah karena anda tidak ijin dulu. Jikalau Orang yang beradab, orang yang mempunyai adab itu sebelum masuk rumah paling tidak mengucapkan “assalamu’alaikum” kalau orang-orang dahulu kan tidak ada yang namanya bel. Kalau orang-orang di Makkah dulu itu, orang-orang di Tarim Hadramaut itu mereka itu setiap pintunya itu pasti ada yang namanya lempengan besi yang mana diketuk ‘duk-duk’ seperti itu hingga orang yang di atas pun itu bisa mendengar. Dan adatnya mereka itu kebanyakan mereka orang-orang di Arab itu, di Hadramaut itu, di Madinah itu tempatnya mereka ada di atas. Biasanya di bawah itu untuk penerimaan tamu saja, ada kamar mandi. Dan adabnya mereka itu jikalau sudah mengetuk pintu dengan lempengan besi tadi tidak mau melihat yang di atas, karena kenapa? Karena yang di atas itu kebanyakan perempuan-perempuan jadi mereka tidak bisa melihat karena dihadapan mereka itu perempuan itu mulia, nggak mau dinodai, nggak asal melihat begini saja. Bahkan mereka itu mempratekkan daripada adabnya nabi Muhammad saw, bahkan ada dari mereka itu adab-adab yang mana melebihi dari sunnahnya Rasulullah saw. Contoh halnya ada dari mereka itu jikalau mau menikah nggak mau melihat wajahnya bayangkan, kalau kita bagaimana? Bukan hanya melihat wajahnya, boncengan bareng, janjian bareng, kemana-mana bareng, sayang-sayangan bareng. Kalau mereka tidak padahal diperbolehkan sunnahnya Rasulullah bagi mereka yang mau menikah diperbolehkan untuk melihat wajahnya, menampilkan daripada kecantikan ini orang, wanita ini. Juga diperbolehkan bisa melihat daripada tangannya, karena tangan wanita itu menunjukkan kebagusan dan keindahan tubuhnya diperbolehkan oleh syariat tetapi adatnya mereka melebihi sunnahnya Rasulullah saw, lihat sunggguh mulianya mereka itu. Hingga pun jikalau mereka mau menikah tidak langsung bertemu, menyuruh siapa? Menyuruh ibu dan saudara perempuannya untuk melihat calon yang akan dinikahi, kalau seandainya ibunya bilang “Saya sreg cocok buat kamu ini wanita cantik, Bismillah” langsung Bismillah, nggak pakai melihat. Ketemunya dimana? Ketemunya ketika sudah mengucapkan ijab dan qobul, kemudian diantarkan oleh bapak mempelai perempuan ketemunya disitu. Berarti melebihi daripada apa? melebihi daripada sunnahnya Rasulullah saw. mungkin kita tidak bisa seperti itu, paling tidak kita angkat derajatnya perempuan jangan perempuan itu disepelekan, jangan perempuan-perempuan itu dinodai, melihat perempuan yang menutup hijab minimal pakai kerudung kita harus bangga, karena kenapa? Mengamalkan daripada kewajiban yang sudah diwajibkan oleh sang Nabi.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt kembali ke topic yang kita bahas bahwasanya kita tadi diperbolehkan untuk shalat terserah setelah adzan dan iqomah, setelah banyak shalat imam masih belum datang gimana? Nunggu shalat. Orang yang nunggu shalat seperti dia shalat, nunggunya 1 jam dihitung oleh Allah swt seperti 1 jam itu seperti orang yang melaksanakan shalat, lihat mulianya. Begitu dermawannya Allah swt kepada kita, tetapi mungkin waktu kita yang hanya sibuk dengan dunia, sibuk dengan hal-hal yang tidak dianjurkan bahkan kita terpeleset menuju hal yang diharamkan oleh Allah swt wal iyadzubillahi mindzalik. Maka daripada itu semuanya hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, diceritakan dalam salah satu kitab ada seseorang itu yang sangat jijik, maaf, sangat jijik melihat orang yang setelah makan itu, kan kadang-kadang orang kalau makan dengan tangan itu kan pasti ada sisa-sisa nasi di dalam tangnnya. Ada mungkin di zaman dahulu diceritakan dalam salah satu kitab kalau ada orang setelah makan ada sisa makanan di tangannya itu kan biasanya kan dijilat. Orang itu melihatnya apa? jijik, ih ini orang koq melaksanakan seperti ini. Padahal itu adalah sunnahnya Rasulullah saw, jikalau anda setelah makan ada sisa-sisa makanan di tanganmu hisap-hisaplah dengan mulutmu. Apa manfaatnya? Manfaatnya itu seperti kata ulama terapi daripada tangan tersebut. Padahal jikalau kita mungkin kalau kita melihat apa terapinya, tapi manfaatnya begitu banyak dan begitu mulia, jangan meremehkan. Ini orang meremehkan, “ih ini orang apaan ini habis makan dihisap-hisap tangannya, apa manfaatnya?”
Di malam itu dia bermimpi Rasulullah saw, seraya Rasulullah mengatakan :
“Hai fulan jangan sekali-kali engkau meremehkan sunnahku, seandainya engkau meremehkan sunnahku besok jarimu tidak ada”
Bangun dari tidurnya jari-jarinya hilang, karena kenapa? Meremehkan daripada sunnahnya Rasulullah saw hingga dia bertobat kepada Allah swt hingga di malamnya bertemu Rasulullah saw hingga Rasulullah saw mendoakan daripada tangannya hingga keesokan dia bangun tangannya utuh kembali, lihat orang yang meremehkan daripada Rasulullah saw. Anda punya tangan gunakan tangan anda untuk makan, ya jikalau makanannya berkuah ya boleh sedikit juga pakai sendok. Cuma kadang-kadang kita ini sok keren kadang-kadang, melihat orang memakai garpu memakai sendok niru-niru sok keren kita. Padahal tangannya itu diberikan oleh Allah swt untuk apa? apa manfaatnya tangan ini? Kata Rasul tanganmu itu untuk makan, itu gunanya ada terapinya itu, kita tidak tahu manfaatnya. Kadang-kadang Rasulullah saw berdzikir pun dengan tangan, apa manfaatnya dzikir dengan tangan? Ada manfaatnya kita nggak tahu. Itu yang mencetuskan Nabi, manusia yang paling dicintai oleh Allah swt, sohibul nur. Kalau memang kita terima dengan akal sehat kita mungkin kita tidak bisa terima. Lihat di zamannya Rasulullah saw, Rasulullah hingga semua sahabatnya kehausan diberikan mukzizat yang paling agung oleh Allah swt sehingga sahabat-sahabat tersebut menghisap tangnnya Rasulullah sehingga mereka mendapatkan air sebanyak yang mereka perlukan.
Makanya dikatakan oleh para ulama afdhalnya air adalah air yang keluar dari tangannya Rasulullah, kemudian air zam-zam dan air-air yang lain. Mungkin kita kalau kita tidak tahu air zam-zam itu lebih afdhal dari air yang lain tapi tidak, air yang paling afdhal itu adalah air yang keluar dari tangannya sang nabi Muhammad saw. 
Mudah-mudahan ada manfaatnya dan mudah-mudahan dikesempatan yang sangat mulia ini kita bisa mengamalkan sedikit demi sedikit sunnahnya Rasulullah saw, dikatakan oleh sang Nabi :
“Barangsiapa seseorang yang menghidupkan daripada sunnahku niscaya aku cintai dia”
Bayangkan anda dicintai sang Nabi, jaminan dari sang Nabi. Bukan dari teman anda, teman kadang-kadang bisa jadi musuh. Makanya dikatakan oleh syair arab mengatakan “hati-hatilah dengan temanmu dengan seribu hati, dan hati-hatilah dengan musuhmu satu kali saja” koq bisa? Kalau teman kadang-kadang teman bisa menjadi musuh, makanya jangan anda sekali-kali membuka aib anda didalam teman anda, bukalah dan keluhkan aib anda kepada Allah swt, sang Maha Ilahi yang senantiasa mendengarkan daripada hamba-hamba-Nya apapun yang diinginkan hamba-hamba-Nya ditutupi aib hamba tersebut, ditutupi oleh Allah swt.
Marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kehadirat Allah swt, kita siapkan hati kita kehadirat Allah swt. Marilah kita bersihkan hati kita dari segala kebencian, marilah kita bersihkan hati kita dari sifat sombong, marilah kita bersihkan hati kita dari sifat riya’, marilah kita sama-sama keraskan suaramu dengan menyebut nama Allah..
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah…

Minggu, 08 Maret 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Tabligh Akbar Kediaman H. Affandi Desa Balongsari, Sukodono - Sidoarjo 19 Januari 2015

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang telah mengumpulkan kita di kesempatan yang sangat mulia ini, disalah satu perkumpulan yang mana perkumpulan tersebut disebutkan nama baginda nabi kita Muhammad saw, disuatu perkumpulan yang mana jikalau nama nabi Muhammad saw disebutkan maka turun berapa ribu rahmat yang diturunkan oleh Allah swt. Malaikat-malaikat berlalu lalang mencatat daripada amal manusia tersebut bahwasanya fulan bin fulan telah bershalawat kepada baginda nabi kita Muhammad saw. Mudah-mudahan dengan berkumpulnya kita di tempat yang penuh barakah ini kita dikumpulkan dengan baginda nabi kita Muhammad saw, dikumpulkan dengan orang-orang soleh, dikumpulkan dengan mereka-mereka yang mencintai baginda nabi kita Muhammad saw.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, bahwasanya Rasulullah saw selalu memberikan kepada kita ajaran yang begitu mulia, ajaran yang begitu indah sehingga kita senantiasa mengambil dari pelajaran tersebut budi pekerti nabi Muhammad saw, mengambil daripada akhlaqnya Rasulullah saw, shallu’alannabi Muhammad!
Maka daripada itulah yang seperti diceritakan di dalam salah satu kitab, di dalam kitab siratun nabawi yang dialami oleh salah satu sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Ayyub Al Anshari yang mana beliau selalu mengidolakan Nabi bahkan rumahnya beliau itu salah satu rumah yang pertama kali didatangi oleh nabi Muhammad saw sebelum Rasulullah saw membangun masjid, maka begitu mulia Abu Ayyub Al Anshari tersebut hingga rumahnya didatangi oleh sang nabi kita Muhammad saw.
Begitupun jikalau di dalam kediaman kita, rumah kita, desa kita, mushalla kita, masjid kita, mengadakan daripada acara-acara seperti ini maka kita yakin bahwasanya didalam acara tersebut nabi Muhammad saw datang bersama kita dan menyambut kita, maka sambutlah nabi Muhammad saw dengan penuh penyambutan yang begitu mulia.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt maka daripada itulah Abu Ayyub Al Anshari tersebut adalah salah satu sahabat Rasulullah saw dari kaum anshar yang mana pengorbanannya yang demikian besar hingga orang-orang anshar tersebut tidak mencintai kecuali cintanya yang semakin besar terhadap Rasulullah saw.
Bahkan ketika Rasulullah saw tersebut ketika setelah hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah maka orang-orang anshar itu mendapat penghargaan yang begitu mulia dari Rasulullah saw seraya Rasulullah saw mengatakan :
“wahai orang-orang anshar sesungguhnya hidupku untuk kalian dan matiku untuk kalian”
Pengorbanan yang semakin indah yang dialami oleh orang-orang anshar kepada baginda nabi kita Muhammad saw, dan hadirnya kita disaat ini adalah pengorbanan kita, bentuk cinta kita terhadap sang Nabi, terhadap sang Rasul yaitu baginda nabi kita Muhammad saw.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt maka daripada itulah ketika salah satu cerita yang dialami oleh Abu Ayyub Al Anshari ketika rumahnya didatangi oleh baginda nabi kita Muhammad saw maka dipersiapkan oleh Abu Ayyub Al Anshari kamarnya untuk menyambut daripada sang nabi Muhammad saw hingga tempatnyapun diletakkan dilantai yang ke dua, penghormatan kepada Rasulullah saw.
Ketika masuk Rasulullah saw di dalam kediaman daripada Abu Ayyub Al Anshari maka diperlihatkan kepada Rasulullah :
“ya Rasulullah tempatmu dan kamarmu sudah saya siapkan wahai Rasul di lantai 2”
Maka kata oleh Rasulullah saw :
“jikalau engkau tidak keberatan wahai Abu Ayyub Al Anshari bolehkah saya tinggal di kamar yang tingkat bawah, jangan di taruh di atas saya”
“kenapa wahai Rasul, kenapa wahai sang Nabi’
“karena nanti banyak orang yang datang kepadaku, orang-orang tua takut jikalau mereka mau bertemu denganku maka mereka akan susah untuk naik tangga ke dalam rumahmu wahai Abu Ayyub Al Anshari”
Lihat Rasulullah saw, dipikirkan, diperhatikan, biarpun orang-orang tua pun diperhatikan oleh nabi Muhammad saw, biarpun orang-orang yang kecilpun selalu diperhatikan oleh Rasulullah saw. Itulah mulianya daripada akhlaqnya nabi Muhammad saw :
“Innama bu'itstu liutammima makarima al akhlaq”
“[sesungguhnya saya diutus oleh Allah swt untuk menyempurnakan akhlaq]”
Maka ketika Abu Ayyub Al Anshari datang waktu malam, waktu istirahat, maka naiklah Abu Ayyub Al Anshari ke rumahnya ke tingkat yang ke 2, maka ketika naik ke tingkat yang ke 2.
Di lantai ke 2 tersebut ada sebuah gentong yang isinya air tidak sengaja di senggol olehnya dan oleh anaknya maka pecahlah itu gentong. Maka ketika pecah itu gentong maka airpun tercecer hingga sangat ditakutkan sekali itu air mengenai kamarnya Rasulullah saw. Hingga semua bajunya yang dimiliki olehnya itu dibuat untuk membersihkan daripada tumpahan air tersebut karena air tersebut takut mengena di dalam kamarnya Rasulullah saw. Hingga bajunya pun yang dikenakan pun dilepas oleh beliau untuk apa? untuk membersihkan dan mengeringkan daripada air yang tercecer tadi air bekas tumpahan gentong yang pecah tadi untuk bisa apa? untuk bisa dibersihkan hingga tidak mengenai kamar Rasulullah saw. Bagaimana keadaan rumahnya Abu Ayyub Al Anshari ketika didatangi oleh sang nabi kita Muhammad saw?
Jikalau rumah kita aja didatangi oleh alim ulama, didatangi oleh guru-guru, didatangi oleh para aulia Allah swt kita akan merasa bangga. Rumah kita akan terus terang benderang, wal iyadhubillahi mindzalik jikalau rumah tersebut selalu mendapat daripada siaran-siaran yang menjauhkan diri kita kepada Allah swt. Siaran televisi-televisi yang menjauhkan diri kita dengan Allah swt sehingga anak-anak kita semakin jauh dengan Allah, sehingga anak-anak kita pun semakin jauh dengan nabi kita Muhammad saw.
Anda bayangkan sendiri jikalau anda duduk di dalam majelis ketika kita mengucapkan shalawat, mengucapkan salam terhadap Rasulullah pasti di dalam hati manusia yang terdapat kesusahan, yang terdapat kegalauan pasti akan dihilangkan oleh Allah swt. Begitupun nasib Abu Ayyub Al Anshari ini, bayangkan saja rumahnya disinggahi oleh nabi Muhammad saw dalam riwayat itu hingga 2 bulan Rasulullah singgah di kediaman Abu Ayyub Al Anshari menyinari daripada sinar di dalam rumahnya Abu Ayyub Al Anshari ra.
Mudah-mudahan mereka yang mana selalu di rumahnya, di dalam kediamannya selalu tersiar daripada acara-acara seperti ini maka niscaya rumah tersebut akan mendapatkan cahaya yang begitu abadi, cahaya yang begitu istimewa daripada Allah swt.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, pernah juga yang dialami oleh Abu Ayyub Al Anshari, menyediakan makan malam selalu disediakan, makan siangnya juga, makan paginya Rasulullah juga diperhatikan, diperhatikan dari A sampai Z diperhatikan oleh Abu Ayyub Al Anshari.
Jikalau kita di dalam dunia ini sekarang kita tidak mendapatkan zamannya Rasul yang kita perhatikan siapa? Al aulia Allah, guru-guru kita perhatikan, al ulama warasatul anbiya yang mana ulama-ulama tersebut adalah pewaris sang Nabi, maka perhatikan mereka. Apa yang mereka butuhkna perhatikan, apalagi yang dibutuhkan oleh mereka untuk syiar daripada syiarnya sang Nabi yang mana syiarnya Nabi yang seperti dikatakan tadi oleh bapak Kyai kita tidak dengan kekerasan tetapi dengan kelembutan yang mana selalu diajarkan oleh baginda nabi kita Muhammad saw.
Setiap makan pagi, makan siang dan makan malam yang disiapkan untuk Rasulullah saw itu beliau dan istrinya tidak mau makan dulu sampai Rasulullah selesai daripada makannya.
Sisa-sisa daripada makanan yang dimakan oleh Nabi itu dibuat rebutan, oleh siapa? Oleh Abu Ayyub Al Anshari dan istrinya. Ditunggu dulu jikalau ada disediakan makan malam ditunggu dari jauh, nggak ditungguin dari dekat ya, ditungguin dari jauh hingga jikalau ada sisanya daripada makanan yang di dalam bekas daripada makanan Rasulullah maka Abu Ayyub Al Anshari dan istrinya dan anak-anaknya berebut untuk mendapatkan apa? keberkahan yang diambil daripada bekas jarinya Rasulullah saw. Lihat, bayangkan, mendapat berkah dari siapa? Jari-jari tangannya nabi Muhammad saw.
Bahkan didalam riwayat yang lain pernah beliau juga menyediakan makan malam, ketika di makan malam itu disediakan oleh beliau dan istrinya setelah disediakan dirasakan oleh Rasulullah saw sedikit kemudian ditinggalkan oleh Rasulullah saw.
Diperhatikan dari jauh :
“ini kenapa Rasulullah saw tidak makan biasanya enak makannya selalu menyenangkan hati”
Rasulullah saw itu tidak pernah menghancurkan perasaan orang lain biarpun dengan sebutir nasi, biarpun dengan segelas air datang ke rumah orang pun selalu diminum oleh Rasulullah saw.
Bahkan Rasulullah saw itu pernah datang ke rumah sahabatnya diberikan cuka maka Rasulullah saw tersenyum yang dihidangkan cuma cuka kepada Rasulullah saw marah tidak Rasulullah? Tidak marah Rasulullah. Mana suguhan yang lain, mana hidangan yang lain, mana lauk pauk yang lain? Rasulullah saw tidak pernah mengatakan sedikitpun dengan sahabat-sahabatnya yang didatangi oleh Rasulullah saw hingga Rasulullah saw mengatakan :
“sebaik-baik lauk pauk adalah cuka”
Karena takut apa? menghancurkan perasaan orang lain, ya itulah baginda nabi kita Muhammad saw. Tetapi diwaktu itu cuma dicicipi sedikit oleh Rasulullah kemudian ditinggalkan oleh nabi Muhammad saw. Abu Ayyub Al Anshari kepikiran dengan istrinya :
‘kenapa sang Nabi itu seolah-olah tidak mau makanan daripada masakanmu wahai istriku padahal biasanya cocok-cocok aja itu Rasulullah saw selera dengan masakan yang engkau berikan”
Kepikiran dia takut ada yang nggak enak, takut ada rasanya yang asin, bahkan takut ada rasanya yang asam. Hingga didekati oleh Abu Ayyub Al Anshari sedikit demi sedikit dengan penuh adab, karena sahabat-sahabat Rasulullah saw itu jikalau mau menghadap kepada Rasulullah penuh dengan adab, penuh dengan sopan santun. Dan mereka pun tau adab diajarkan oleh baginda nabi kita Muhammad saw. Dulunya mereka itu tidak tau adab, tidak tau akhlaq tetapi berkatnya Rasul sedikit demi sedikit bahkan mereka pun ketika menghadap kepada Rasulullah ada dari mereka yang merangkak menghadap kepada Rasulullah saw, penghormatan kepada Rasulullah saw. Kemudian ditanyakan oleh Abu Ayyub Al Anshari :
“ya Rasulullah kenapa engkau tidak makanan kami wahai Rasul?”
‘apakah ada yang salah wahai sang Nabi, apakah ada yang tidak enak masakan istri kami wahai Rasul, apakah malam ini engkau tidak selera apa yang engkau mau kita berikan wahai Rasul”
“apa engkau mau kami sembelihkan kambing, apapun yang engkau minta akan kita berikan wahai Rasul asal engkau ridha kepada kami wahai Rasul”
Lihat itu orang yang sudah cintanya kepada nabi Muhammad saw, shallu’alannabi Muhammad!
Mudah-mudahan kita berkumpul di sini semuanya Rasulullah insyaallah ridha kepada kita semuanya insyaallah.
“apapun yang engkau minta wahai Rasul saya akan berikan” Abu Ayyub Al Anshari
“jangankan lauk pauk, rumahpun, harga diriku semuanya saya berikan kepada engkau wahai Rasulullah saw”
“tidak, bukan saya apa, ketika tadi saya ketika lagi asyik-asyiknya hendak mau memakan daripada masakan daripada istrimu datang malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepadaku. Ketika saya hendak berbicara dengan dia, dia terbau daripada baunya bawang hingga malaikat Jibril ketika mencium daripada bau bawang dari mulutku maka malaikat Jibril kembali lagi ke langit sana”
Maka ketika mendengar itu tadi kata Abu Ayyub Al Anshari :
“setelah Rasulullah saw mengatakan itu dari sekarang sampai saya meninggal saya tidak akan perbolehkan anak saya, istri saya untuk memakan daripada bawang”
Karena kenapa? karena Rasulullah saw. Karena mengikuti yang sedemikian sempurna kepada baginda nabi kita Muhammad saw.
Yang dimaksud disitu adalah bawang putih bukan bawang merah yang mana bisa merusak daripada aroma bau kita. Apalagi Rasulullah saw itu biasanya selalu diskusi, selalu dialog dengan malaikat Jibril.
Mudah-mudahan kita doakan semua yang hadir disaat ini kita mendapatkan kemulaiaan dari Allah swt, sohibul beit mudah-mudahan hajatnya dikabulkan oleh Allah swt, kita yang berkumpul di tempat yang penuh barakah ini mudah-mudahan kesulitan kita diganti dengan kemudahan oleh Allah swt. Marilah kita berdzikir dikesempatan yang sangat mulia ini dengan kita memanjatkan daripada nama Allah swt, panggil Allah, panggil Sang Khaliq, Dia yang Maha mampu kita sama-sama dengan mengucapkan ya Allah ya Allah tapi dengan hati yang tulus dengan hati yang ikhlas betul-betul karena Allah bukan karena manusia. Bahkan Allah swt mengatakan :
“Saya bersama mereka ketika mereka menyebut namaKu”
Marilah kita berdzikir Faqulu jami'an ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah.....



Jumat, 27 Februari 2015

01 (ahad)



Bismillahirahmannirahim
Dengan menyebut nama allah yang maha pengasih,Maha penyayang ,segala puji hanya milik allah ,tuhan semesta alam,maha pengasih lagi maha penyayang,yang menguasahi hari pembalasan.ahnya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan.tunjukanlah kami jalan yang lurus ,yaitu jalan mereka yang telah Engkau anugerahi mereka nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
            Ya Allah, curahkanlah shalaewat atas nabi muhammad. Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam atas beliau,setiap kali engkau dan para pezikir mengingatnya,dan setiap kali orang-orang lalai mengabaikan zikir_Mu dan tidak mengingat beliau SAW
            Ya Allah , sungguh aku bermohon pada_Mu,bahwa aku benar-benar bersaksi bahwa Engkau adalah Allah tiada tuhan selain Engkau,Maha Esa,tempat bergantung segalah sesuatu,tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang setara dengan_Mu.
            Ya Allah, sungguh aku bermohon pada_Mu ,bahwa bagi-Mulah  segala puji, tiada tuhan selain Engkau satu-satunya,tiada sekutu bagi­_Mu , Engkau Maha penyayang ,Maha pemberi anugerah,pencipta Langit dan bumi tanpa meniru.
            Wahai Dzat yang Maha hidup dan terus menerus mengurus (makhluk_Nya),Wahai Dzat pemilik keagungan dan kemulianaan.Wahai tuhan kami dan tuhan segala sesuatu,Tuhan yang Maha Esa ,tiada tuhan selai Engkau. Dan tuhan kalian adalah tuhan yang satu.tiada tuhan yang selain Dian yang maha pengsaih lagi maha penyayang.Alif lam Mim, Allah tiada tuhan selain dia yang Maha Hidup dan mengurusi (makhluk_Nya).Kepada_Mu sajalah aku memohon pertolongan.
            Ya Allah, aku benar-benar mengeluhkan kepada_Mu lemahnya kekuatanku,sedikitnya tipu dayaku,hinanya diriku dimata orang (lain).Wahai Dzat yang Maha Pengasih di antara semua yang pengasih ,Engkau adalah tuhan kaum lemah dan tertindas.
            Engkau adalah tuhanku. Kepada siapakah engkau akan serahkan penanganan urusan diriku? Kepada orang asing yang memandangku dengan bermuka masam? Ataukah kepada musuh yang engkau buat dia menguasaiku ? jika tidak ada kemurkaan_Mu  yang menimpa diriku,maka aku takkan mempedulikan (kemurkaan makhluk)
            Namun, anugerah keamanan dan keselamatan dari_Mu adalah yang sangat membuatku merasa tentram dan lapang.dengan perantara nur wajah_Mu yang menerangi segala kegelapan,dan yang karenanya seluruh persoalan dunia dan akhirat menjadi baik,aku berlindung kepada _Mu dari turunnya amarah dan murka_Mu padaku.
            Kepda_Mu sajalah aku memohon ampunan, sehingga engkau ridha padaku.tiada daya ataupun upaya kecuali dengan pertolongan_Mu.Maha suci Allah yang Maha Agung.Wahai Dzat yang Maha hidup lagi terus menerus yang mengurusi makhluk_Nya.kepada_Mu lah aku memeohon pertolongan_Mu,perbaikilah seluruh persoalan yang kuhadapi dan janganlah engkau serahkan kepadaku penanganan urusan diriku meski sekejap matapun.
Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurusi makhluk_Nya ,wahai yang hidup ketika tak ada satupun makhluk yang hidup,wahai yang Maha menghidupkan dan mematikan.wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan.
Dengan nama Allah yang Maha pengasih ,Maha penyayang, segala puji hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam, Maha pengasih lagi Maha penyayang, yang menguasahi hari pembalasan.Hanya kepada_Mulah kami menyemba dan hanya kepada_Mulah kami memohon pertolongan.Tunjukanlah kami jalan yang lurus,yaitu jalan mereka yang telah engkau anugerahi mereka nikmat,bukan (jalan)mmereka yang di murkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
Alif Lam Mim, Alif Lam Mim, Allah tiada tuhan selain Dia ,yang Maha hidup lagi terus menerus mengurusi (Makhluk_Nya),Alif Lam Mim Shad,Alif Lam Ra’, Alif Lam Ra’,Alif Lam Ra’,Alif Lam Ra’,Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba_Nya di waktu malam.
Katakanlah, Ya Allah ,wahai pemilik kerajaan   (alam semesta), Engkau anugerahi kerajaan kepaada orang yang kau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang kau kehendaki ,engkau juga memuliakan siapa yang kau kehendaki.di tangan_Mulah saja segala kebijakan.Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah ,aku menyeru_Mu dengan nama_Mu Allah dan dengan nama_Mu Ar Rahman dan dengan nama_Mu Al Barr Ar Rahim.Aku menyeru_Mu dengan Nama-nama_Mu yang paling baik,yang kuketahui maupun yang tak kuketahui.Kumohon,ampunilah aku,rahmatilah aku.Aku mohon kepada_Mu dengan asma_Mu yang agung maha agung ,besar dan Maha Besar yang apabia seseorang hamba berdoa degan (perantara)nya,Kau pasti  mengabulkan doanya.
Ya Allah ,sunguh aku bermohon pada _Mu anugerahi aku segala bentuk kebijakan yang kuketahui ataupun tidak,dan aku berlindung kepada_Mu dari segala bentuk keburukan,baik yang aku ketahui maupun tidak.Tiada Tuhan selain Engkau,Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk di antaraorang-orang yang berbuat aniaya.

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Tabligh Akbar Mushola At-Taubah Simorejosari - Surabaya 23 Februari 2015

“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj_hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.

“Qola Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama, Bashiril masya-ina fidhulami ilal masajidi binnuurit tammi yaumal qiyamah (Hadisun Sahih Rawahu Abu Daud)”.
[“Berilah khabar gembira kepada orang-orang yg berjalan kaki didalam kegelapan ke masjid dengan cahaya yg terang-menderang pada hari kiamat.”]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang dimalam hari ini kita dikumpulkan oleh Allah swt didalam kesempatan yang begitu mulia dengan kita senantiasa menggali dan menuntut ilmu yang mana menuntut ilmu itu tidak ada masa liburnya. Kalau seandainya seseorang itu merasa didalam menuntut ilmu itu ada liburnya maka ilmunya baginda nabi kita Muhammad saw itu tidak ada liburnya khususnya dengan kita menggali daripada syariat-syariat baginda nabi kita Muhammad saw. Dikatakan oleh ulama bahwasanya :
“Tidak ada namanya istirahat didalam menuntut ilmu”
Menuntut ilmu didalam ilmu syariatnya Rasulullah saw khususnya di zaman sekarang ini yang mana banyak mereka-mereka yang tidak mengenal tentang daripada syariat-syariat Rasul saw hingga mereka terjauh daripada Rasulullah saw.
Maka dikesempatan yang sangat mulia ini dengan kita membaca satu hadist didalam pertemuan didalam majelis kita ini maka didalam hadist yang ke 7 yang seperti disabdakan oleh baginda nabi kita Muhammad saw, Rasulullah saw bersabda :
“Bashiril masya-ina”
Apa itu arti bashiril, bashiril itu adalah berikan kabar baik kata Rasulullah. Bashiril itu diambil dari kata bisharah, bisharah itu artinya kabar baik. Kabar baik yang datangnya dari siapa? Dari Allah dan Rasul-Nya. Jikalau kita mendapatkan kabar baik contoh halnya jikalau anda diterima disuatu perusahaan pasti anda senang bahwasanya lamaran kerja anda diterima, atau seandainya jikalau anda mendaftar disuatu perguruan disuatu sekolah SMA atau SMP mungkin anda senang karena anda diterima disalah satu sekolahan atau universitas tersebut.
Maka ini kabar baik ini datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, kabar baik yang mana sifatnya bukan dunia. Jikalau kita saja jikalau mendapat dunia, mendapat undian, mendapat duit dan lain-lain mungkin kita senang. Tetapi ini kabar baik dari Allah dan Rasul-Nya “bashiril” berikanlah mereka kabar baik, siapa yang diberikan kabar baik oleh Allah dan Rasul-Nya? Disini dikatakan “al masya-ina” mereka yang berjalan. Diambil dari kata-kata “masya”/“yamsyi” yaitu berjalan, mereka yang berjalan. Mereka yang melangkahkan daripada langkah kakinya kemana? Katanya Rasulullah saw “fidhulami” khususnya diwaktu malam, khususnya diwaktu subuh yang mana banyak orang yang tidur, banyak orang yang tidak memenuhi daripada panggilan-Nya Allah swt itu diberikan kabar baik, diberikan bisharah oleh Allah dan Rasul-Nya. Berjalan kemana mereka diwaktu malam itu? “ilal masajidi” menuju didalam masjid, menunaikan apa? menunaikan shalat, menunaikan dzikir, menunaikan perintah-Nya Allah swt, beri’tikaf dan lain-lain itu akan mendapatkan suatu bisharah dari Allah swt yang bisharahnya yang kabar baiknya itu tidak bisa ditukar dengan harta maupun jabatan.
Makanya jikalau kita berjalan ke masjid atau di mushola dikatakan oleh ulama mana lebih afdhal menaiki kendaran atau berjalan, maka dikatakan oleh ulama lebih afdhal dia itu berjalan khususnya di mushola yang terdekat didalam rumahnya atau masjid yang terdekat daripada rumahnya lebih afdhal dia berjalan daripada apa? daripada dia harus menaiki kendaraan karena disini kabar baiknya ini diberikan kepada mereka yang “masya” yang “yamsyi” mereka yang berjalan. Kalau seandainya saja mereka itu berjalan untuk menunaikan daripada perintah-Nya Allah swt untuk shalat jamaah dan lain-lain. Begitupun anda di majelis ini anda jauh-jauh datang, ada yang datang dari jauh sana, ada yang dari sini, ada yang dari situ, ada yang dari mana-manapun kumpul di tempat ini untuk apa? untuk belajar daripada ilmunya Rasulullah saw maka suatu kemuliaan akan anda dapat, minimal dikatakan ulama yang asalnya orang tua anda disaat ini atau yang sudah meninggal itu akan mendapat siksa kubur karena berkatnya anda hadir didalam majelis maka siksa kubur itu ditahan oleh Allah swt berkah daripada anaknya yang hadir didalam majelis tersebut karena dia belajar daripada ilmunya baginda nabi kita Muhammad saw, shallu’alannabi Muhammad!
Begitupun jikalau mereka menunaikan ibadah shalat, I’tikaf di masjid dan lain-lain maka jikalau ada dirumah anda mushola atau masjid maka isilah dengan apa? dengan anda shalat disana, berjalan disana untuk menunaikan daripada perintah Allah swt.
Mereka sahabat-sahabat sang Nabi, mereka sahabat-sahabat sang Rasul itu ketika mendengar daripada bisharah ini kabar baik dari Rasulullah saw itu banyak mereka itu yang aslinya datang ke masjid Nabawi ke masjidnya Rasul saw itu ada yang menaiki kuda, ada yang menaiki onta, ada yang menaiki keledai dan lain-lain itu akhirnya mereka itu kudanya, ontanya diletakkan didalam kandangnya mereka berjalan biarpun jauh, khususnya mereka tidak mau lepas daripada berjamaah dengan nabi Muhammad saw.
Lihat jikalau anda pergi di dalam masjidnya Rasulullah saw ke masjid Nabawi itu zaman sekarang orang jam 1 atau 1:30 (dini hari) orang sudah keluar dari hotelnya untuk apa? untuk datang ke masjidnya Rasulullah saw untuk beri’tikaf di sana. Makanya dikatakan bahwasanya kata Rasulullah saw :
“Barang siapa mereka yang shalat di dalam masjidku akan dimintakan oleh 70.000 malaikat Allah swt ampunan baginya”.
Orang yang shalat di masjidnya baginda nabi kita Muhammad saw jalan mereka nggak ada mereka yang mana mereka itu menaiki kendaraanya, nggak ada dari mereka yang menaiki onta, nggak ada dari mereka yang menaiki daripada kudanya, nggak ada dari mereka yang menaiki daripada keledainya semuanya mereka itu berjalan untuk mendapatkan apa? bisharah. Untuk mendapatkan gaji dari siapa? Allah dan Rasulnya. Apa gaijnya? Pahala, ganjaran, kemuliaan dari Allah dan Rasul-Nya.
Sekarang jikalau anda kerja disuatu perusahaan misalkan, contohnya hari ini anda mendengar ada pengumuman bahwasanya besok akan mendapatkan bisharahnya, gajinya akan didobelkan akan dilipatgandakan yang aslinya satu bulannya 700rb akan dilipatgandakan menjadi 1,4jt, mungkin yang asalnya datangnya harus lapor jam 8 mungkin banyak orang yang datang jam 7 sudah absen disitu. Itu yang sifatnya dunia bagaimana yang sifatnya akherat? Khususnya jikalau mereka menempuh di dalam rumah-Nya Allah swt. Ulama mengatakan apakah harus setelah adzan atau setelah iqomah kita pergi ke dalam masjid atau mushola? Lebih banyak waktu anda di mushola, lebih banyak waktu anda di masjid semakin banyak bisharah yang anda terima dari Allah swt. Makanya dikatakan oleh baginda nabi kita Muhammad saw :
“Orang yang nunggu orang shalat di musholanya atau di masjidnya seperti pahanya orang yang melaksanakan shalat”
Biarpun anda nunggu berjam-jam dilipatgandakan seperti kelipatan orang yang shalat di dalam masjid tersebut atau di mushola tersebut. Makanya mereka sahabat-sahabat Rasulullah saw itu menunggu Rasulullah saw sampai tertidur mereka, berjam-jam ditunggu untuk mendapatkan apa? untuk mendapatkan ganjaran seperti mereka melakukan shalat yang beribu-ribu rakaat.

Dulu di zamannya Rasulullah saw itu tidak ada lampu beda dengan zaman sekarang. Kalau zaman sekarang ini kadang-kadang kita temukan masjid itu lampunya dihidupkan selama 24 jam tetapi masjidnya kosong melompong nggak ada diisi di situ. Justru jikalau ada orkesan dangdutan nomor satu dia hadirnya waliyadzu billahimindzalik. Khususnya jikalau anda-anda yang tinggal di dekat mushola At-Taubah ini harusnya anda sudah lebih cepat untuk datang ketika panggilan daripada Allah swt. Makanya kita disunnahkan ketika mendengar adzan Allhuakbar..Allahuakbar anda sebut dalam hati anda yaitu apa :
“marhaban biqoidil adhla wabis shalati ahla”
Artinya yaitu selamat datang daripada panggilan yang memuliakan daripada orang muslimin selamat datang wahai panggilan, itu disunnahkan bagi kita jikalau apa? jikalau kita mendengar daripada panggilan-Nya Allah swt.
Hingga kita pun menuju mushola, hingga kita pun menuju masjid betul-betul kita ini diundang oleh Allah swt. Apalagi diwaktu subuh yang mana orang itu lalai dengan panggilan Allah swt, makanya disini ini khususnya diwaktu isya dan diwaktu subuh, karena dulu dizamannya Rasulullah itu tidak ada lampu, jarang sekali penerangan.
Tapi kalau sekarang di Madinah itu di masjid Nabawi itu mungkin lampu di Indonesia ini dengan lampu yang di masjid Nabawi itu tidak ada artinya apa-apa terang betul masyaAllah. Menerangi daripada masjidnya Rasulullah saw, menerangi daripada Masjidil Haram yang mana disitu banyak orang yang kesibukannya berdoa kepada Allah, ada dari mereka yang banyak rukuk, ada dari mereka yang banyak sujud. Tetapi sangat disesalkan jikalau ada jamaah pergi umrah, banyak kita lihat disana khususnya orang Indonesia bukan saya menjelekkan orang Indonesia karena saya juga orang Indonesia, tetapi yang saya perhatikan karena saya perhatikan orang Indonesia itu kalau sudah disana justru ibadahnya itu tambah kurang, yang diperbanyak mereka itu cateringannya, makannya, masyaAllah. Kalau sudah waktunya makan nomor satu, tapi kalau sudah waktunya I’tikaf nomor terakhir dia. Duduk diakhir shaf disana mereka beralasan apa? “yang penting saya duduk disini kan juga dapat pahalanya”
Semakin dekat anda dengan Raudhah semakin dekat anda dengan Ka’bah anda bisa melihat daripada Ka’batul Musyarafah, anda bisa duduk di Raudhanya Rasulullah saw, bahkan dikatakan oleh Rasululah saw :
“Diantara raudhahku dan mimbarku disitulah taman daripada taman surga-Nya Allah swt”
Yang kesemuanya doa diijabah oleh Allah swt tidak ada doa yang tidak diijabah antara baina raudhah, raudhatus syarif dan juga mimbarnya Rasulullah saw.
Banyak kita lihat pun ketika di Ka’bah pun yang dilihat orang-orang thawaf diapun nggak thawaf, nggak dzikir, nggak baca qur’an, nggak shalat sunnah. Makanya ketika anda di Haram Makkah perbanyak anda untuk shalat atau thawaf. Thawaf sunnah ataupun shalat sunnah. Makanya ketika kita pun berada di dalam Haram Makkah itu sekitar daripada Ka’batul Musyarafah itu, kan kalau seandainya kita shalat di Indonesia ini atau selain Makkah itu kan ada beberapa waktu yang kita dilarang untuk shalat sunnah, seperti halnya habis shalat ashar sampai terbenamnya matahari itu dilarang anda untuk melaksanakan shalat sunnah apapun bahkan makruh yang mana makruhnya itu mendekati hal yang diharamkan oleh Allah swt. Begitupun setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari dilarang seseorang itu untuk shalat sunnah, jikalau ada seseorang shalat sunnah bahkan tahiyyatul masjid pun tidak dianjurkan. Jikalau anda masuk masjid setelah shalat ashar itu kalau bisa jangan tahiyyatul masjid karena ada beberapa ulama itu yang melarang bahkan memakruhkan daripada orang yang melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dari waktu habis shalat ashar sampai terbenamnya matahari. Kalau sudah terbenam matahari datang waktu maghrib anda masuk masjid kemudian anda tahiyyatul masjid itu anda diperbolehkan lagi. Tapi kalau disana tidak ada waktu yang diharamkan semuanya diperbolehkan kata ulama, karena kenapa? Karena penghormatan dan memuliakan daripada Ka’batul Musyarafah maka anda diperbolehkan diwaktu apapun habis shalat ashar, habis shalat subuh anda boleh melakukan shalat sunnah apapun bentuknya diperbolehkan. Maka perbanyak shalat, perbanyak dzikir, perbanyak thawaf disana.
Ya anda jikalau pergi ke sana umrahnya cuma sekali sedangkan anda di sana misalkan 7 hari umrahnya berapa kali ditanya? Cuma sekali, kasihan karena disana itu waktu kita hanya untuk beribadah kepada Allah swt hingga anda pulangpun ke Negara Indonesia harus ada buah, apa buahnya? Ketika anda selesai melaksanakan umrah, selesai daripada menunaikan ziarah Nabi saw maka ibadah anda harus semakin rajin, cinta anda kepada nabi Muhammad saw pun semakin cinta seperti itu.
Maka kata oleh Rasulullah saw disini dikatakan “bashiril masya-ina” berikan kabar baik bagi mereka yang berjalan di waktu malam, diwaktu malam ini arti kata Rasulullah saw yaitu 2 shalat yaitu shalat isya dan shalat subuh dizaman dulu, tapi Alhamdulillah kita sekarang dizaman ini banyak penerangan disetiap gang ada penerangan ada lampu, di depan rumah kita ada lampu kesempatan bagi kita untuk masuk dan mendekat didalam rumah-Nya Allah swt, “fidhulami ilal masajidi” menuju daripada rumah-Nya Allah swt, apa itu? Masjid. Menunaikan apa? nggak mesti hanya shalat, dengan baca qur’an, dengan I’tikaf, dengan anda membaca dzikir, dengan anda memperbanyak doa kepada Allah swt, bermuhasabah diri kita kepada Allah swt, berkhalwat kepada Allah swt. Makanya ada sebagaian orang-orang soleh itu yang di kota Hadramaut di kota Tarim itu tidak ada bahkan disebelah rumah mereka itu kecuali mereka itu bangun masjid. Bahkan kalau seandainya di zaman dahulu itu zamannya Al Habib Abdurrahman Assegaff sekitar 800 tahun yang lalu beliau mengatakan di kota Tarim (kota Tarim itu kecil kotanya mungkin seperempat/seperenam dari kota Surabaya ini) zaman dahulu beliau mengatakan di kota Tarim terdapat 800 masjid. Kalau di Surabaya ini yang sedemikian besar ini kota terbesar setelah Jakarta anda hitung berapa banyak masjidnya, sampai 800? Nggak sampai 800 mungkin, mungkin puluhan kalau dihitung, masjid bukan mushola. Kalau di sana itu terkenal dengan masjidnya bahkan ada setiap orang soleh itu bangun rumah di sebelahnya beliau juga bangun masjid. Hanya berdekatan sekitar jarak 200 meter lagi ada masjid lagi tapi tidak dibuat untuk shalat jumat shalat jumatnya tetap di jami’ mereka itu. Seperti halnya kalau di Surabaya itu di masjid Ampelnya atau di masjid Al Akbarnya dan lain-lain Cuma hanya beberapa aja yang mendirikan masjid disitu. Tapi zamannya beliau 800 tahun yang lalu ada berapa masjid? 800 masjid. Sengaja mereka itu bangun masjid berdekatan karena kenapa? Untuk mendapatkan kabar baik (bisharah) dari Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka diwaktu malam bisa berjalan didalam masjid didalam musholanya untuk mereka mendapatkan kabar baik dari Allah dan Rasul-Nya.
“ilal masajidi binnuurit tammi yaumal qiyamah” apa kabar baiknya? Kabar baiknya dia akan mendapatkan cahaya yang abadi di hari kiamat. Sudah nggak perlu cahaya yang lain dengan anda berjalan didalam masjid diwaktu malam seperti waktu malam ini pun juga termasuk, anda berangkat dari rumah anda berjalan keluar dari rumah anda ada yang dari sini, ada yang dari situ kumpul dalam satu mushola kumpul dalam satu masjid untuk mendapatkan ridha-Nya Allah anda belajar anda mendapatkan daripada ini bisharah, apa bisharahnya? Bisharahnya suatu kemuliaan yaitu cahaya yang begitu abadi yang begitu mulia di hari kiamat, terang benderang. Jadi anda dilihat oleh teman anda “ini tiba-tiba seseorang si fulan ini teman saya mungkin di dunia wajahnya nggak seberapa cahaya tapi kenapa dia di akherat di hari kiamat bercahaya”. Dilihat amalannya apa? amalannya dia selalu keluar malam untuk datang di dalam masjid-masjid, untuk datang ke mushola-mushola entah dia untuk shalat, entah dia untuk menggali ilmu, entah dia untuk berdzikir, entah dia untuk membaca Al Qur’an maka cahaya yang begitu abadi di hari kiamat anda akan dapatkan, dan itu bisharah yang dipersiapkan bagi mereka yang berjalan di jalan-Nya Allah swt menuju daripada masjid, menuju daripada tempat ibadah untuk menunaikan daripada ibadah-ibadah yang dimuliakan oleh Allah swt.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt maka kita mengambil ringkasan daripada hadist tersebut maka setiap malam gunakan, biarpun waktu anda sedikit untuk keluar dari rumah anda untuk mengambil daripada kabar baik ini dari nabi Muhammad saw. Biarpun jaraknya yang dekat anda keluar biarpun sebentar, biarpun katanya ulama disini maknanya hadist ini biarpun nggak shalat, syukur-syukur di shalat, syukur-syukur dia niat I’tikaf, syukur-syukur dia belajar membaca Al Qur’an, bermuhasabah kepada Allah swt itu cahayanya tambah bertambah tambah betambah tambah bertambah di hari kiamat dan dipersembahkan oleh Allah swt bagi mereka-mereka yang berjalan di jalan-Nya Allah swt seperti ini. Tapi kalau seandainya kita bermalas-malas justru waktu malamnya kita memperbanyak jalan kita ke mall, ke tempat-tempat yang tidak diridhai oleh Allah swt, ke tempat-tempat yang melalaikan diri kita kepada Allah swt maka cahaya tersebut tidak akan anda terima tetapi suatu kesengsaraan bahkan kegelapan yang akan anda terima wal iyadzubillahi mindzalik.
Mudah-mudahan ada manfaatnya marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kepada Allah swt, kita bermuhasabah kehadirat Allah swt, marilah kita mendekatkan diri kita kepada Allah swt dengan kita menginstropeksi diri kita kepada Allah swt sehingga kita menjadi manusia-manusia yang disucikan oleh Allah swt.
Marilah kita berdzikir bersama-sama satukan hatimu, satukan jiwamu dan satukan daripada sanubarimu, hadirkan hajat-hajatmu dan katakan dan ketuklah hatimu dengan menyebut nama Allah swt dan Dialah Maha yang mendengarkan doamu, Maha yang sangat perhatian daripada hajat-hajatmu, marilah sama untuk berdzikir dengan menyebut nama Allah.
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..


Selasa, 24 Februari 2015

Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata : “ Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “ Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini .” Maka semua manusia sebelum mereka wafat, nama-nama mereka telah diserukan di kerajaan alam semesta dan telah dikenang sebagai hamba yang dicintai Allah subhanahu wata’ala atau hamba yang dimurkai-Nya. Namun bisa jadi dengan kehendak Allah Yang Maha Luhur dan Maha Suci, seorang hamba bisa dirubah keputusan hidupnya dari kehinaan untuk mencapai kemuliaan, dan hal itu tidaklah mustahil bagi Allah subhanahu wata’ala, karena alam semesta ini adalah milik Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala mampu membolak-balikkan kerajaan langit dan bumi ini dengan kehendak-Nya, untuk mencintai hamb-hambaNya si fulan atau membenci si fulan. Dan perkumpulan kita di malam ini adalah perkumpulan hamba-hamba dimana nama-nama mereka sedang dikumandangkan di langit sebagai hamba yang dicintai Allah. Ketahuilah dengan perkumpulan seperti ini, jika kita bukan termasuk hamba yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, maka kita tidak akan bisa hadir di majelis yang dicintai Allah, karena jika kita termasuk hamba yang dimurkai Allah maka tempat kita adalah tempat-tempat yang dimurkai Allah. Namun saat ini kita berada pada tempat yang dihujani rahmat dan hidayah, tempat yang dihujani limpahan anugerah dan kasih sayang Ilahi, tempat yang menjadikan seorang hamba yang dimurkai berubah menjadi orang yang dicintai Allah. Maka semoga kita tidak keluar dari majelis ini kecuali telah dicatat nama-nama kita dengan tinta cahaya bahwa kita termasuk hamba yang dicintai Allah, sehingga kita wafat dalam keadaan cinta dan dicintai Allah subhanahu wata’ala kemudian dibangkitkan bersama hamba-hamba yang dicintai Allah


Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus

Pernah seorang sahabat dahulu yaitu Abu Dzar atau Abu Hurairah kata beliau berangkat ke pasar mendapatkan orang-orang banyak berkumpul di pasar sedangkan di masjid sepi, maka beliau berteriak memanggil dan menyerukan kepada orang-orang yang di pasar:

“Kenapa kalian bertumpuk di sini sedangkan warisannya Nabi besar Muhammad saw sedang dibagi-bagi di masjid”.

Mendengar kata warisan para orang-orang sahabat yang berkumpul di pasar mereka bubar dan berbondong-bondong datang ke dalam masjid. Ketika sampai di masjid apa yang mereka jumpai? Ada sekelompok orang yang sedang membaca Al Quran, ada sebagian lain sedang berdzikir, maka lalu sahabat-sahabat yang datang dari pasar tadi mendatangi Abu Dzar atau Abu Hurairah tadi dan mengatakan:

“Kenapa kamu bilang ada warisan, mana..kami tidak menjumpai sedikitpun warisan yang dibagi di masjid”.

Ditanya “Kamu menjumpai apa di masjid”.

“Saya menjumpai orang duduk berdzikir, orang duduk mengaji”.

Maka dikatakan oleh beliau:

“Itulah warisanya Baginda Rasulullah saw”.

“Sesungguhnya para Nabi itu tidak mewarisi uang dinar atau dirham tetapi mereka adalah mewariskan ilmu”.
 

Dan termasuk majelis kita seperti ini adalah warisan daripada Nabi besar Muhammad saw. Karena itu bersyukur sekali lagi kalian yang telah mampu untuk hadir meninggalkan pekerjaan kalian, mungkin yang punya toko kata beliau meninggalkan tokonya untuk hadir di tempat seperti ini, ini taufik pertolongan dari Allah swt.