Jumat, 18 Maret 2016
Selasa, 26 Mei 2015
Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Jalsatul Istnain Majelis Rasulullah Saw Jawa Timur, Masjid Al Mukarram Mulyorejo - Surabaya 13 April 2015(mukhtarul hadits yang ke - 14)
بسمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الَّرحِيْمِ
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَ التَّعْلِيْم، وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْر، وَالنَّفْعَ وَاْلإنْتِفاَع، وَاْلإفَادَةْ وَاْلإسْتِفَادَة،
وَالْحَثَّ عَلىَ التَّمَسُّكِ بِكِتَا بِ الله وَ سُنَّةِ رَسُوْ لِهِ، وَالدُّ عَا ءِ اِلَى الهُدَ ى، وَالدَّ لآ لَةَ عَلَى الخَيْر،
إبْتِغَا ءَ وَجْهِ الله، وَ مَرْ ضَا تِهِ وَ قُرْ بِهِ وَ ثَوَ ا بِهِ مِيْنَا الله تَعَا لَى
“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
قل ر سو ل ا لله صلى الله عليه وآله و صحبه و سلم
جد دوا إيما نكم أكثروا من قو ل: لا إله الا الله. (حد يث صحيح رواه أحمد)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Jaddidu imaanakum akthiru min qauli: Lailaha ilallah (Hadisun Sahih Rawahu Ahmad)
[“Perbaharuilah iman kamu dengan memperbanyak menyebut kalimat: Laaailaha illallah”]
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang sama-sama kita muliakan para Habaib, para alim ulama, tokoh masyarakat, takmir daripada masjid Al Mukarram K.H Muhammad Fuad serta jamaah majelis pecinta-pecinta nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Puji syukur kehadirat Allah yang telah mengumpulkan kita dengan anugerah rahmat, dengan anugerah islam dan iman sehingga kita dikumpulkan oleh Allah swt, sehingga kita dipertemukan kembali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disaat itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala membentangkan daripada kasih sayang-Nya terhadap kita yang mana disaat ini kita berkumpul karena Allah, berdzikir karena Allah, bershalawat karena Allah, berteman karena Allah, bersilaturahmi karena Allah, duduk di majelis karena Allah, berjabat tangan dengan teman kita karena Allah, semuanya yang kita lakukan di malam hari ini semuanya karena Allah. Jikalau kita sudah semuanya karena Allah tidak terdapat didalam diri kita rasa yang tidak enak biarpun dicuekin, biarpun tidak disapa dengan temannya pun kita berusaha menyapa jikalau kita karena Allah maka semuanya akan terasa nikmat dan lezat karena semuanya karena Allah.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam pembahasan daripada hadist yang ke 14 ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa alihi wasahbihi wasallam mengajak kita didalam sabdanya جد دوا (perbaharuilah), apa yang harus diperbaharui? Apa yang harus diperindah dan diperbaharui lagi? Kata nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam إيما نكم (iman kalian). Karena imannya manusia itu naik dan turun, naik dengan ketaatan dan turun dengan kemaksiatan makanya perlulah kita menghadiri daripada majelis-majelis seperti ini atau majelis-majelis yang lain yang mana mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga iman kita selalu naik dan naik. Makanya imannya manusia naik dan turun, kalau imannya para nabi selalu naik, imannya malaikat tidak naik tidak turun tetap pada tempatnya. Makanya manusia dan para nabi dan para rasul itu imannya lebih mulia daripada imannya malaikat karena cobaannya yang sedemikian besar, ada hawa nafsu, ada maksiat, ada permusuhan, ada lain-lain sehingga kita mungkin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala diuji sehingga ujian tersebut bisa menaikkan derajat iman kita kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan apa kita memperbaharui iman kita? Kata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa alihi wasahbihi wasallam أكثروا (perbanyaklah kalian) daripada apa? من قو ل (daripada kata-kata) لا إله الا الله (Laailaha ilallah). Jadi kita perbanyak kalimat لا إله الا الله. Makanya diceritakan didalam kitab shiratunnabawi bahwasanya sayyidina Abu Bakar itu tidak pernah lepas dengan kalimat لا إله الا الله biarpun tidak ada apa-apa sedikit-sedikit لا إله الا الله nggak pernah terucap sesuatu apapun kecuali mengucapkan kalimat لا إله الا الله merasakan apa? Merasakan lezatnya iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih daripada menikmati lezatnya makanan dan minuman.
Diceritakan ada salah satu imam di kota Hadramaut sana di kota Tarim namanya Al Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy yang mana kuburan beliau itu tepat ada di bawahnya Sayyidina Muhajir ra Muhammad bin Isa yang aslinya dari kota Irak hijrah ke kota Yaman sampai ke kota Hadramaut. Beliau itu paling banyak doyan makan yang namanya makan korma didalam riwayat bahwasanya beliau itu kalau sudah makan korma sampai tenggelam lehernya. Sampai-sampai muridnya beliau terlintas dalam hatinya bahwasanya ini guru ini habib kok banyak makannya nggak pernah lihat dzikir dan lain-lain yang paling banyak makan dan makan buah korma. Setelah itu murid ini dipanggil :
“ini hitung semuanya korma yang sudah saya makan ini”
“ya habib korma yang sudah anda makan ini bijinya sudah 10.000”
“ya sudah ambilkan tasbih saya”
Diambilkan tasbihnya membaca kalimat لا إله الا الله sebanyak 10.000 kali, dengan korma yang beliau makan 10.000 dzikirnya juga membaca kalimat لا إله الا الله sebanyak 10.000 kali.
Bayangkan hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kita bagaimana? Apa yang banyak kita ucapkan dari setelah subuh sampai ketemu subuh kembali apa yang banyak kita ucapkan daripada kalimat-kalimat selain لا إله الا الله naudzubillahi mindzalik. Yang kita ucapkan keluhan, yang kita ucapkan catatan yang tidak baik, yang kita keluhkan hal-hal kita menulis status di facebook yang tidak baik dan lain-lain. Keluhkanlah kepada sang Maha menerima keluhan manusia yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang tidak bosan mendengar keluhan daripada manusia yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jikalau manusia kita mengeluh sedikit mungkin ada rasa bosan tetapi jikalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah bosan dengan hamba-Nya keluhan apapun selalu diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketika meninggal itu Al Imam Al Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy begitu antusiasnya membaca kalimat لا إله الا الله hingga meninggal dalam keadaan membaca kalimat لا إله الا الله sampai ketika dibasuh dan dimandikan daripada jenazahnya di punggunganya tertulis kalimat لاإله الالله محمد رسول الله.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu pentingnya dengan kita memperbaharui daripada iman kita dengan memperbanyak kalimat لا إله الا الله. Dikit-dikit dapat musibah لا إله الا الله, dikit-dikit dapat nikmat لا إله الا الله karena kenapa? Tidak ada yang memberikan nikmat, tidak ada yang memberikan musibah semuanya hanyalah siapa? Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang memberikan kita hidung, yang memberikan kita mata, yang memberikan kita tangan, yang memberikan kita kaki, yang memberikan kita mulut dan lain-lain semuanya Allah Subhanahu wa Ta’ala “Tidak ada yang berhak disembuh kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita indahkan dzikir kita, kita basahi bibir kita bukan dengan basahi dengan makanan dan minuman saja, marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita basahkan daripada bibir kita, kita basahkan daripada lidah kita dengan kita mengucapkan kalimat الله kita niatkan mudah-mudahan iman kita selalu ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijauhkan kita dari segala kemaksiatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah...
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَ التَّعْلِيْم، وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْر، وَالنَّفْعَ وَاْلإنْتِفاَع، وَاْلإفَادَةْ وَاْلإسْتِفَادَة،
وَالْحَثَّ عَلىَ التَّمَسُّكِ بِكِتَا بِ الله وَ سُنَّةِ رَسُوْ لِهِ، وَالدُّ عَا ءِ اِلَى الهُدَ ى، وَالدَّ لآ لَةَ عَلَى الخَيْر،
إبْتِغَا ءَ وَجْهِ الله، وَ مَرْ ضَا تِهِ وَ قُرْ بِهِ وَ ثَوَ ا بِهِ مِيْنَا الله تَعَا لَى
“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
قل ر سو ل ا لله صلى الله عليه وآله و صحبه و سلم
جد دوا إيما نكم أكثروا من قو ل: لا إله الا الله. (حد يث صحيح رواه أحمد)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Jaddidu imaanakum akthiru min qauli: Lailaha ilallah (Hadisun Sahih Rawahu Ahmad)
[“Perbaharuilah iman kamu dengan memperbanyak menyebut kalimat: Laaailaha illallah”]
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang sama-sama kita muliakan para Habaib, para alim ulama, tokoh masyarakat, takmir daripada masjid Al Mukarram K.H Muhammad Fuad serta jamaah majelis pecinta-pecinta nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Puji syukur kehadirat Allah yang telah mengumpulkan kita dengan anugerah rahmat, dengan anugerah islam dan iman sehingga kita dikumpulkan oleh Allah swt, sehingga kita dipertemukan kembali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disaat itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala membentangkan daripada kasih sayang-Nya terhadap kita yang mana disaat ini kita berkumpul karena Allah, berdzikir karena Allah, bershalawat karena Allah, berteman karena Allah, bersilaturahmi karena Allah, duduk di majelis karena Allah, berjabat tangan dengan teman kita karena Allah, semuanya yang kita lakukan di malam hari ini semuanya karena Allah. Jikalau kita sudah semuanya karena Allah tidak terdapat didalam diri kita rasa yang tidak enak biarpun dicuekin, biarpun tidak disapa dengan temannya pun kita berusaha menyapa jikalau kita karena Allah maka semuanya akan terasa nikmat dan lezat karena semuanya karena Allah.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam pembahasan daripada hadist yang ke 14 ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa alihi wasahbihi wasallam mengajak kita didalam sabdanya جد دوا (perbaharuilah), apa yang harus diperbaharui? Apa yang harus diperindah dan diperbaharui lagi? Kata nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam إيما نكم (iman kalian). Karena imannya manusia itu naik dan turun, naik dengan ketaatan dan turun dengan kemaksiatan makanya perlulah kita menghadiri daripada majelis-majelis seperti ini atau majelis-majelis yang lain yang mana mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga iman kita selalu naik dan naik. Makanya imannya manusia naik dan turun, kalau imannya para nabi selalu naik, imannya malaikat tidak naik tidak turun tetap pada tempatnya. Makanya manusia dan para nabi dan para rasul itu imannya lebih mulia daripada imannya malaikat karena cobaannya yang sedemikian besar, ada hawa nafsu, ada maksiat, ada permusuhan, ada lain-lain sehingga kita mungkin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala diuji sehingga ujian tersebut bisa menaikkan derajat iman kita kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan apa kita memperbaharui iman kita? Kata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa alihi wasahbihi wasallam أكثروا (perbanyaklah kalian) daripada apa? من قو ل (daripada kata-kata) لا إله الا الله (Laailaha ilallah). Jadi kita perbanyak kalimat لا إله الا الله. Makanya diceritakan didalam kitab shiratunnabawi bahwasanya sayyidina Abu Bakar itu tidak pernah lepas dengan kalimat لا إله الا الله biarpun tidak ada apa-apa sedikit-sedikit لا إله الا الله nggak pernah terucap sesuatu apapun kecuali mengucapkan kalimat لا إله الا الله merasakan apa? Merasakan lezatnya iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih daripada menikmati lezatnya makanan dan minuman.
Diceritakan ada salah satu imam di kota Hadramaut sana di kota Tarim namanya Al Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy yang mana kuburan beliau itu tepat ada di bawahnya Sayyidina Muhajir ra Muhammad bin Isa yang aslinya dari kota Irak hijrah ke kota Yaman sampai ke kota Hadramaut. Beliau itu paling banyak doyan makan yang namanya makan korma didalam riwayat bahwasanya beliau itu kalau sudah makan korma sampai tenggelam lehernya. Sampai-sampai muridnya beliau terlintas dalam hatinya bahwasanya ini guru ini habib kok banyak makannya nggak pernah lihat dzikir dan lain-lain yang paling banyak makan dan makan buah korma. Setelah itu murid ini dipanggil :
“ini hitung semuanya korma yang sudah saya makan ini”
“ya habib korma yang sudah anda makan ini bijinya sudah 10.000”
“ya sudah ambilkan tasbih saya”
Diambilkan tasbihnya membaca kalimat لا إله الا الله sebanyak 10.000 kali, dengan korma yang beliau makan 10.000 dzikirnya juga membaca kalimat لا إله الا الله sebanyak 10.000 kali.
Bayangkan hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kita bagaimana? Apa yang banyak kita ucapkan dari setelah subuh sampai ketemu subuh kembali apa yang banyak kita ucapkan daripada kalimat-kalimat selain لا إله الا الله naudzubillahi mindzalik. Yang kita ucapkan keluhan, yang kita ucapkan catatan yang tidak baik, yang kita keluhkan hal-hal kita menulis status di facebook yang tidak baik dan lain-lain. Keluhkanlah kepada sang Maha menerima keluhan manusia yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang tidak bosan mendengar keluhan daripada manusia yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jikalau manusia kita mengeluh sedikit mungkin ada rasa bosan tetapi jikalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah bosan dengan hamba-Nya keluhan apapun selalu diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketika meninggal itu Al Imam Al Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy begitu antusiasnya membaca kalimat لا إله الا الله hingga meninggal dalam keadaan membaca kalimat لا إله الا الله sampai ketika dibasuh dan dimandikan daripada jenazahnya di punggunganya tertulis kalimat لاإله الالله محمد رسول الله.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu pentingnya dengan kita memperbaharui daripada iman kita dengan memperbanyak kalimat لا إله الا الله. Dikit-dikit dapat musibah لا إله الا الله, dikit-dikit dapat nikmat لا إله الا الله karena kenapa? Tidak ada yang memberikan nikmat, tidak ada yang memberikan musibah semuanya hanyalah siapa? Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang memberikan kita hidung, yang memberikan kita mata, yang memberikan kita tangan, yang memberikan kita kaki, yang memberikan kita mulut dan lain-lain semuanya Allah Subhanahu wa Ta’ala “Tidak ada yang berhak disembuh kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita indahkan dzikir kita, kita basahi bibir kita bukan dengan basahi dengan makanan dan minuman saja, marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita basahkan daripada bibir kita, kita basahkan daripada lidah kita dengan kita mengucapkan kalimat الله kita niatkan mudah-mudahan iman kita selalu ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijauhkan kita dari segala kemaksiatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah...
Selasa, 19 Mei 2015
Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Jalsatul Istnain Majelis Rasulullah Saw Jawa Timur, Masjid Al Mukarram Mulyorejo - Surabaya 06 April 2015 (mukhtarul hadits yang ke -13)
بسْمِ
اللهِ الَّرحْمَنِ الَّرحِيْمِ
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَ التَّعْلِيْم، وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْر، وَالنَّفْعَ وَاْلإنْتِفاَع، وَاْلإفَادَةْ وَاْلإسْتِفَادَة،
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَ التَّعْلِيْم، وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْر، وَالنَّفْعَ وَاْلإنْتِفاَع، وَاْلإفَادَةْ وَاْلإسْتِفَادَة،
وَالْحَثَّ عَلىَ التَّمَسُّكِ بِكِتَا بِ الله وَ سُنَّةِ رَسُوْ لِهِ، وَالدُّ عَا ءِ اِلَى الهُدَ ى، وَالدَّ لآ لَةَ عَلَى الخَيْر،
إبْتِغَا ءَ وَجْهِ الله، وَ مَرْ ضَا تِهِ وَ قُرْ بِهِ وَ ثَوَ ا بِهِ مِيْنَا الله تَعَا لَى
“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
قل
ر سو ل ا لله صلى الله عليه وآله و صحبه و سلم
جاهد وا المشر كين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم . (حد يث صحيح رواه أحمد)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Jahidul musyrikina bi-amwalikum wa-anfusikum wa-alsinatikum (Hadisun Sahih Rawahu Ahmad)
[“Perangilah orang-orang musyrik itu (orang-orang non Islam) itu dengan hartamu dan juga dengan jiwa ragamu dan juga dengan lisanmu”]
جاهد وا المشر كين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم . (حد يث صحيح رواه أحمد)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Jahidul musyrikina bi-amwalikum wa-anfusikum wa-alsinatikum (Hadisun Sahih Rawahu Ahmad)
[“Perangilah orang-orang musyrik itu (orang-orang non Islam) itu dengan hartamu dan juga dengan jiwa ragamu dan juga dengan lisanmu”]
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang alhamdulillah di malam ini kita dikumpulkan oleh Allah dengan para habaib dengan para alim ulama, dengan Habib Hamid, dengan Habib Hasan dan Habaib-Habaib lainnya, dengan para ulama, tokoh masyarakat hingga alhamdulillah satu sama yang lain saling bermuwajahah, saling bertatap muka, saling mempunyai sifat rasa cinta dan rasa kasih sayang dan itu tauladan dari sang nabi Muhammad, dan itu adalah pelajaran yang begitu mulia dari sayyidina Muhammad. Mudah-mudahan kita di akherat kita dikumpulkan dengan sayyidina Muhammad, mudah-mudahan kita di akherat di surga-Nya Allah dikumpulkan dengan sayyidina Muhammad, dengan Sahabat-Sahabat sayyidina Muhammad, dengan orang-orang Shaleh yang mencintai sayyidina Muhammad, dengan Guru-Guru kita yang mencintai sayyidina Muhammad, amiin ya Rabbal’alamiin.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang alhamdulillah di malam ini kita dikumpulkan oleh Allah dengan para habaib dengan para alim ulama, dengan Habib Hamid, dengan Habib Hasan dan Habaib-Habaib lainnya, dengan para ulama, tokoh masyarakat hingga alhamdulillah satu sama yang lain saling bermuwajahah, saling bertatap muka, saling mempunyai sifat rasa cinta dan rasa kasih sayang dan itu tauladan dari sang nabi Muhammad, dan itu adalah pelajaran yang begitu mulia dari sayyidina Muhammad. Mudah-mudahan kita di akherat kita dikumpulkan dengan sayyidina Muhammad, mudah-mudahan kita di akherat di surga-Nya Allah dikumpulkan dengan sayyidina Muhammad, dengan Sahabat-Sahabat sayyidina Muhammad, dengan orang-orang Shaleh yang mencintai sayyidina Muhammad, dengan Guru-Guru kita yang mencintai sayyidina Muhammad, amiin ya Rabbal’alamiin.
Meneruskan daripada pembahasan kitab
Mukhtarul Hadist yang dikarang oleh beliau guru kita Al Habib Umar bin Muhammad
bin Salim bin Hafidz yang mengumpulkan hadist-hadist Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam sampailah kita kepada hadist yang ke 13 yang mana di dalam
hadist tersebut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata dan bersabda :
“جاهد وا المشر كين”(Perangilah orang-orang musyrikin itu).
Tetapi orang-orang musyrik yang bagaimana, disini jangan kita asal mengartikan jihad dengan orang musyrik itu haruslah dengan perang atau bahkan dengan kekerasan. Dulu adanya perang karena sudah mendapat izin dari Allah, mendapat mandat dari Allah Rasulullah.
Bahkan didalam cerita sayyidina Hamzah ra yang mana beliau adalah pamannya nabi Muhammad, yang mana Rasulullah ketika meninggalnya sayyidina Hamzah sangat sedih bahkan ketika shalat jenazah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena begitu sedihnya takbirnya sampai 70 kali takbir, padahal tidak perlu dishalatkan karena mati syahid, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di waktu itu melihat sayyidina Hamzah keadaannya yang sangat mengerikan dan sangat mengenaskan dibunuh bahkan dirobek jantungnya dan dikeluarkan jantungnya. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika menshalatinya itu sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya meneteskan air mata dan mentakbirkan daripada takbirnya sampai 70 kali takbir didalam shalat jenazah tidak terasa.
Bahkan sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Ya Rasulullah shalat apa ini sampai 70 takbir?”
Yang kita tahu bahwasanya shalat jenazah ada berapa takbir? ada 4 takbir. Takbir pertama dengan membaca Al Fatihah, kemudian takbir ke dua membaca shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, takbir ke tiga dengan membaca doa (Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihii wa'fu'anhu), kemudian takbir yang ke empat anda mau tambahi doa atau kemudian lantas salam terserah anda. Jikalau anda mau tambahi doa (Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfirlana wa lahu) itu yang diajarkan oleh syariat ya Rasulullah kenapa engkau takbir 70 kali ya Rasulullah?”
Kemudian nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata :
“Ketika melaksanakan takbir tersebut sesungguhnya saya tidak terasa karena saya melihat keadaan Paman saya yang mengenaskan di waktu tersebut ketika dibunuh kemudian dirobek jantungnya bahkan jantungnya hendak dikeluarkan oleh hindun dan pesuruhnya daripada wahsyi”.
Maka kita dianjurkan oleh Rasulullah untuk memerangi orang-orang kafir dengan apa? Dengan kelembutan bukan dengan kekerasan. Kalau orang-orang di zaman sekarang yang mengatasnamakan Islam hendak memerangi orang-orang kafir dengan peperangan itu salah.
“جاهد وا المشر كين”(Perangilah orang-orang musyrikin itu).
Tetapi orang-orang musyrik yang bagaimana, disini jangan kita asal mengartikan jihad dengan orang musyrik itu haruslah dengan perang atau bahkan dengan kekerasan. Dulu adanya perang karena sudah mendapat izin dari Allah, mendapat mandat dari Allah Rasulullah.
Bahkan didalam cerita sayyidina Hamzah ra yang mana beliau adalah pamannya nabi Muhammad, yang mana Rasulullah ketika meninggalnya sayyidina Hamzah sangat sedih bahkan ketika shalat jenazah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena begitu sedihnya takbirnya sampai 70 kali takbir, padahal tidak perlu dishalatkan karena mati syahid, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di waktu itu melihat sayyidina Hamzah keadaannya yang sangat mengerikan dan sangat mengenaskan dibunuh bahkan dirobek jantungnya dan dikeluarkan jantungnya. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika menshalatinya itu sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya meneteskan air mata dan mentakbirkan daripada takbirnya sampai 70 kali takbir didalam shalat jenazah tidak terasa.
Bahkan sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Ya Rasulullah shalat apa ini sampai 70 takbir?”
Yang kita tahu bahwasanya shalat jenazah ada berapa takbir? ada 4 takbir. Takbir pertama dengan membaca Al Fatihah, kemudian takbir ke dua membaca shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, takbir ke tiga dengan membaca doa (Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihii wa'fu'anhu), kemudian takbir yang ke empat anda mau tambahi doa atau kemudian lantas salam terserah anda. Jikalau anda mau tambahi doa (Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfirlana wa lahu) itu yang diajarkan oleh syariat ya Rasulullah kenapa engkau takbir 70 kali ya Rasulullah?”
Kemudian nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata :
“Ketika melaksanakan takbir tersebut sesungguhnya saya tidak terasa karena saya melihat keadaan Paman saya yang mengenaskan di waktu tersebut ketika dibunuh kemudian dirobek jantungnya bahkan jantungnya hendak dikeluarkan oleh hindun dan pesuruhnya daripada wahsyi”.
Maka kita dianjurkan oleh Rasulullah untuk memerangi orang-orang kafir dengan apa? Dengan kelembutan bukan dengan kekerasan. Kalau orang-orang di zaman sekarang yang mengatasnamakan Islam hendak memerangi orang-orang kafir dengan peperangan itu salah.
Bahkan didalam kafir itu ada
bagian-bagiannya, ada kafir namanya kafir HARBI.
Apa kafir HARBI itu? Kafir HARBI itu kafir orang non Islam yang masuk negara Islam yang memerangi kita datang ke negara Indonesia kemudian membantai orang-orang Islam kita wajib jihad. Tapi kalau seandainya orang-orang kafir non muslimin yang tinggal di Indonesia ini mereka bukan orang-orang kafir HARBI, justru mereka itu wajib kita lindungi dan kita wajib berikan kepada mereka pelajaran-pelajaran yang indah tentang sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jangan kita mengatasnamakan Islam kemudian kita mengaku kita adalah ajaran Islam wajib kita perangi orang-orang non muslim anda salah, fatwa darimana itu.
Lihat sayyidina Musa dan sayyidina Harun ketika diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan daripada pelajaran yang indah, pelajaran yang mulia pergi ke fir’aun yang sudah kita ketahui bahwasanya bukan hanya memerangi orang-orang yang beriman dengan nabi Allah Musa, fir’aun bahkan mengaku bahwasanya dirinya adalah tuhan yang paling tinggi, tuhan yang paling perkasa. Pengakuan daripada siapa? Pengakuan daripada fir’aun musuhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi Musa as dan nabi Allah Harun as diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan bimbingan yang bagus, bimbingan yang indah :
Apa kafir HARBI itu? Kafir HARBI itu kafir orang non Islam yang masuk negara Islam yang memerangi kita datang ke negara Indonesia kemudian membantai orang-orang Islam kita wajib jihad. Tapi kalau seandainya orang-orang kafir non muslimin yang tinggal di Indonesia ini mereka bukan orang-orang kafir HARBI, justru mereka itu wajib kita lindungi dan kita wajib berikan kepada mereka pelajaran-pelajaran yang indah tentang sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jangan kita mengatasnamakan Islam kemudian kita mengaku kita adalah ajaran Islam wajib kita perangi orang-orang non muslim anda salah, fatwa darimana itu.
Lihat sayyidina Musa dan sayyidina Harun ketika diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan daripada pelajaran yang indah, pelajaran yang mulia pergi ke fir’aun yang sudah kita ketahui bahwasanya bukan hanya memerangi orang-orang yang beriman dengan nabi Allah Musa, fir’aun bahkan mengaku bahwasanya dirinya adalah tuhan yang paling tinggi, tuhan yang paling perkasa. Pengakuan daripada siapa? Pengakuan daripada fir’aun musuhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi Musa as dan nabi Allah Harun as diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan bimbingan yang bagus, bimbingan yang indah :
“Wahai Musa dan Harun pergilah
kepada fir’aun tersebut dan berikanlah daripada peringatan-peringatan yang
lembut, peringatan-peringatan yang indah, katakan kepada fir’aun”
Bukan dengan apa? Bukan dengan
peperangan langsung dengan perang begitu saja. Sekarang ini jangankan dengan
orang-orang kafir orang Islamnya sendiri bertengkar, satu rumah satu keluarga
berkelahi, tidak saling tegur, sama-sama NU-nya bertengkar, satu Manhaj
bertengkar, ini yang harus kita betulkan. Kita saling mengolok-olok satu sama
yang lain ini salah yang itu betul, yang ini adalah guru ini betul ini yang
perlu kita periksa dalam diri kita. Jangan sekali-kali kita memberikan fatwa
kita harus perangi orang-orang kafir, betulkan dulu orang Islamnya. Kita
betulkan orang-orang Islam ini dengan kita tebarkan ajaran nabi Muhammad Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam. Kadang-kadang kita pun hidup di kampung di tetangga pun
sudah berapa tahun tidak tahu nama tetangganya tidak tahu dia, sama-sama orang
Islam-nya, sama-sama NU-nya, sama-sama shalawatnya tapi tidak tahu, kok
sekarang ada yang mengatasnamakan Islam “perangi orang-orang kafir dia tidak
sejalur dengan nabi Muhammad, dia orang-orang bejat” jangan seperti itu.
Sesungguhnya Rasulullah selalu memberikan gambaran yang baik, sesungguhnya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan gambaran dan pelajaran yang
indah. Jikalau mereka sudah memerangi kita datang ke negara Indonesia memerangi
orang-orang muslim, datang ke Surabaya perang, kita diperangi maka hadist ini
berlaku. Bagaimana berlakunya?
“Perangilah orang-orang musyrik”
Tetapi kalau seandainya mereka belum memerangi kita, lihat gejolak di kota Yaman itu sama orang Islamnya sama Cuma beda ini dari A dan ini dari B. Islamnya sama “LaailahailAllah Muhammdurrasulullah” tetapi keegoisan yang ada dalam diri mereka, keangkuhan dalam diri mereka, kesombongan dalam diri mereka yang mana mengaku pendapatnya yang paling baik, mengaku bahwasanya fatwanya yang paling baik, akhirnya orang-orang yang tidak bersalah, wanita-wanita yang tidak ikut-ikut, anak-anak laki-laki bahkan yang kecil-kecilnya yang tidak ikut kena getahnya, kena bom, kena peluru meninggal dunia, sama-sama orang Islamnya.
Jangan kita kira gejolak yang ada di Yaman, di Syuriah, di Bosnia di mana-mana pun itu karena ulahnya orang-orang non muslim. Karena semuanya kembali ke masalah politik, makanya agama tidak bisa di politikin. Jikalau kita hadir dalam majelis jangan main-main kita mem-politiki majelis, jangan kita mem-politiki daripada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena agama Islam agama sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak kenal dengan yang namanya politik yang kenal hanya apa?
“Perangilah orang-orang musyrik”
Tetapi kalau seandainya mereka belum memerangi kita, lihat gejolak di kota Yaman itu sama orang Islamnya sama Cuma beda ini dari A dan ini dari B. Islamnya sama “LaailahailAllah Muhammdurrasulullah” tetapi keegoisan yang ada dalam diri mereka, keangkuhan dalam diri mereka, kesombongan dalam diri mereka yang mana mengaku pendapatnya yang paling baik, mengaku bahwasanya fatwanya yang paling baik, akhirnya orang-orang yang tidak bersalah, wanita-wanita yang tidak ikut-ikut, anak-anak laki-laki bahkan yang kecil-kecilnya yang tidak ikut kena getahnya, kena bom, kena peluru meninggal dunia, sama-sama orang Islamnya.
Jangan kita kira gejolak yang ada di Yaman, di Syuriah, di Bosnia di mana-mana pun itu karena ulahnya orang-orang non muslim. Karena semuanya kembali ke masalah politik, makanya agama tidak bisa di politikin. Jikalau kita hadir dalam majelis jangan main-main kita mem-politiki majelis, jangan kita mem-politiki daripada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena agama Islam agama sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak kenal dengan yang namanya politik yang kenal hanya apa?
“Wama Kholaqtul Jinna Wal Insa Illa
Liya’budun”
(dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku)
(dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku)
Tahu adalah kita tingkatkan ibadah
kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maksud daripada hadist ini jikalau ada
yang bertanya apa maksudnya ini?
جاهد وا المشر كين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم
[“Perangilah orang-orang musyrik itu (orang-orang non Islam) itu dengan hartamu dan juga dengan jiwa ragamu dan juga dengan lisanmu”]
جاهد وا المشر كين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم
[“Perangilah orang-orang musyrik itu (orang-orang non Islam) itu dengan hartamu dan juga dengan jiwa ragamu dan juga dengan lisanmu”]
Apa manfaatnya ini, apa gunanya ini
apa berlakunya hadist ini? Berlakunya hadist ini jikalau ada kafir/ non muslim
tersebut datang ke negara kita memerangi kita, menghancurkan kita, mengusik
kita baru kita perang dengan mereka. Tapi kalau kita satu sama yang lain kita,
kadang-kadang kita duduk di majelis dengan temannya melihat sinis, dilihat
temannya “oh ini nggak sejalan dengan aku ini” nah itu yang harus anda perangi,
hawa nafsu anda perangi. Dia nggak menegur anda datang tegur dia, tunjukkan
ajaran nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jangan mentang-mentang dia
nggak tegur anda kemudian anda balas sudah nggak mau tegur, apakah ini ajaran
nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Shallu’alannabi Muhammad...!
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu dengan sifat kerendahan hatinya selalu datang ke tempat sahabat-sahabatnya (bertamu ke rumah sahabat-sahabatnya) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kerumahnya Abdullah bin Mas’ud, ke rumahnya sayyidina Bilal, ke rumahnya sayyidina Abu Bakar, ke rumahnya sayyidina Umar selalu menebarkan daripada yang namanya pertemanan, perkawanan itu yang harus kita jalin.
Jangan kita mengatasnamakan Islam kalau seandainya kita ini memberikan fatwa perang dengan orang-orang musyrikin orang kita kadang-kadang dengan teman sendiri tidak saling tegur kadang-kadang sampai 3 hari naudzubillahi mindzalik. Jangan harap shalat kita dan puasa kita akan diterima oleh Allah, bahkan nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bilang dalam sabdanya :
“Tidak dihalalkan bagi seorang muslim jikalau tidak menegur temannya selama 3 hari dengan sengaja karena benci (dengan temannya tersebut) “
Maka tidak dihalalkan dan anda bukan tergolong menjadi ummatnya baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Biarpun anda shalawatan, biarpun anda duduk di majelis tapi anda ada sifat benci dengan teman anda bahkan tidak saling menegur sampai 3 hari lamanya tidak dihalalkan oleh baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Jadi ini hadist berlaku bagi orang-orang musyrikin yang hendak membunuh orang-orang Islam, khususnya datang ke negara kita hendak membunuh wajib kita berjihad. Jikalau kita tidak berjihad itu yang salah, ini perintah
“Perangilah orang-orang musyrikin yang datang ke negara kita memerangi kita”
Itu dikatakan yang namanya kafir HARBI, bahkan jikalau kafir HARBI itu jikalau mereka dalam kehausan pun kita tidak wajib kita berikan mereka air. Mereka datang ke rumah kita, mereka mengemis meminta air anda berikan air anda dapat dosa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka daripada itu kita haruslah kita meluruskan daripada kesatuan kita sesama orang-orang Islam sehingga kita betul-betul bermanhaj “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” entah fulan dari mana, entah fulan darimana anda masih Islam “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” anda teman kami. Entah dia sujudnya pakai batu, entah sujudnya pakai tisu, entah sujudnya pakai apa anda teman kita “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” sudah selesai, masalah keyakinan ‘Bainahu wa Bainallah’ (antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Maka jangan sekali-kali kita memecah Islam dengan kita mengatasnamakan Islam “saya yang paling benar dan saya yang paling mulia”, lihat ajaran nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu dengan sifat kerendahan hatinya selalu datang ke tempat sahabat-sahabatnya (bertamu ke rumah sahabat-sahabatnya) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kerumahnya Abdullah bin Mas’ud, ke rumahnya sayyidina Bilal, ke rumahnya sayyidina Abu Bakar, ke rumahnya sayyidina Umar selalu menebarkan daripada yang namanya pertemanan, perkawanan itu yang harus kita jalin.
Jangan kita mengatasnamakan Islam kalau seandainya kita ini memberikan fatwa perang dengan orang-orang musyrikin orang kita kadang-kadang dengan teman sendiri tidak saling tegur kadang-kadang sampai 3 hari naudzubillahi mindzalik. Jangan harap shalat kita dan puasa kita akan diterima oleh Allah, bahkan nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bilang dalam sabdanya :
“Tidak dihalalkan bagi seorang muslim jikalau tidak menegur temannya selama 3 hari dengan sengaja karena benci (dengan temannya tersebut) “
Maka tidak dihalalkan dan anda bukan tergolong menjadi ummatnya baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Biarpun anda shalawatan, biarpun anda duduk di majelis tapi anda ada sifat benci dengan teman anda bahkan tidak saling menegur sampai 3 hari lamanya tidak dihalalkan oleh baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Jadi ini hadist berlaku bagi orang-orang musyrikin yang hendak membunuh orang-orang Islam, khususnya datang ke negara kita hendak membunuh wajib kita berjihad. Jikalau kita tidak berjihad itu yang salah, ini perintah
“Perangilah orang-orang musyrikin yang datang ke negara kita memerangi kita”
Itu dikatakan yang namanya kafir HARBI, bahkan jikalau kafir HARBI itu jikalau mereka dalam kehausan pun kita tidak wajib kita berikan mereka air. Mereka datang ke rumah kita, mereka mengemis meminta air anda berikan air anda dapat dosa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka daripada itu kita haruslah kita meluruskan daripada kesatuan kita sesama orang-orang Islam sehingga kita betul-betul bermanhaj “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” entah fulan dari mana, entah fulan darimana anda masih Islam “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” anda teman kami. Entah dia sujudnya pakai batu, entah sujudnya pakai tisu, entah sujudnya pakai apa anda teman kita “Laailahailallah Muhammdurrasulullah” sudah selesai, masalah keyakinan ‘Bainahu wa Bainallah’ (antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Maka jangan sekali-kali kita memecah Islam dengan kita mengatasnamakan Islam “saya yang paling benar dan saya yang paling mulia”, lihat ajaran nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian ada kafir DZIMMI, kemudian ada namanya
kafir MU’TAMAN, dan itu wajib dilindungi.
Kalau di zamannya Rasulullah kafir-kafir DZIMMI itu yang hidup dibawah kekuasaannya nabi Muhammad mereka membayar pajak. Ada dimintai pajak oleh Rasulullah dan uang bayaran yang diminta Rasulullah kepada mereka dibagikan oleh fuqara-fuqara orang-orang Islam dan mereka wajib dilindungi. Kalau seandainya ada yang mengusik mereka, mereka berhadapan dengan sayyidina Umar bin Khatab, apakah ada yang mampu seseorang yang berhadapan sayyidina Umar bin Khatab ra mereka dilindungi itu.
Makanya kata nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Barangsiapa seseorang yang mengusik kafir DZIMMI sesungguhnya dia telah mengusik ku”
Dan mereka-mereka itu yang ada di Indonesia itu bisa kita katakan dengan kafir DZIMMI, juga bisa kita katakan kafir MU’TAMAN yang mereka aman. Amannya bagaimana? Mereka tidak mengusik kita, tidak memerangi kita, tidak fudhul (melanggar privasi orang) dengan kita justru orang-orang Islamnya yang fudhul dengan mereka. Diusik aja kepada mereka tempat ibadahnya dibakar oleh mereka. Dulu di zamannya Rasulullah banyak juga gereja-gereja di zamannya Rasulullah yang dilindungi oleh baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kanisa itu nama gerejanya dilindungi oleh Rasulullah, tidak diperangi, tidak dibakar oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Tetapi dengan syarat mereka betul-betul menghormati daripada agama Islam. Tapi kalau seandainya mereka didalam ajaran mereka mencebloskan ajaran Islam, menginjak-injak Al Qur’an nah ini sudah tetapi jangan perang, laporkan kepada yang berwajib kasih ajaran yang mulia nasehati. Kalau seandainya anda pemeluk nabi Allah Isa as tidak diajarkan oleh nabi Allah Isa demikian, nabi Allah Isa adalah apa? Berkatnya dari cahayanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam seperti gitu.
Kalau di zamannya Rasulullah kafir-kafir DZIMMI itu yang hidup dibawah kekuasaannya nabi Muhammad mereka membayar pajak. Ada dimintai pajak oleh Rasulullah dan uang bayaran yang diminta Rasulullah kepada mereka dibagikan oleh fuqara-fuqara orang-orang Islam dan mereka wajib dilindungi. Kalau seandainya ada yang mengusik mereka, mereka berhadapan dengan sayyidina Umar bin Khatab, apakah ada yang mampu seseorang yang berhadapan sayyidina Umar bin Khatab ra mereka dilindungi itu.
Makanya kata nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Barangsiapa seseorang yang mengusik kafir DZIMMI sesungguhnya dia telah mengusik ku”
Dan mereka-mereka itu yang ada di Indonesia itu bisa kita katakan dengan kafir DZIMMI, juga bisa kita katakan kafir MU’TAMAN yang mereka aman. Amannya bagaimana? Mereka tidak mengusik kita, tidak memerangi kita, tidak fudhul (melanggar privasi orang) dengan kita justru orang-orang Islamnya yang fudhul dengan mereka. Diusik aja kepada mereka tempat ibadahnya dibakar oleh mereka. Dulu di zamannya Rasulullah banyak juga gereja-gereja di zamannya Rasulullah yang dilindungi oleh baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kanisa itu nama gerejanya dilindungi oleh Rasulullah, tidak diperangi, tidak dibakar oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Tetapi dengan syarat mereka betul-betul menghormati daripada agama Islam. Tapi kalau seandainya mereka didalam ajaran mereka mencebloskan ajaran Islam, menginjak-injak Al Qur’an nah ini sudah tetapi jangan perang, laporkan kepada yang berwajib kasih ajaran yang mulia nasehati. Kalau seandainya anda pemeluk nabi Allah Isa as tidak diajarkan oleh nabi Allah Isa demikian, nabi Allah Isa adalah apa? Berkatnya dari cahayanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam seperti gitu.
Maka hadirin dan hadirat yang
dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala jangan kita salah arti atau salah
paham dengan hadist yang demikian. Karena orang yang tidak paham didoktrin
kadang-kadang dengan organisasinya untuk apa? Untuk benci dengan orang-orang
non yang Islam apalagi ketemu dengan pejabat yang non Islam benci dia,
didoktrin seperti itu.
Ada beberapa gubernur itu di zamannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam itu dari kalangan non Islam, ada beberapa saja. Karena kenapa? Karena adilnya dia didalam memerankan daripada hak-hak orang-orang yang tidak mempunyai apapun didalam haknya dilindungi, maka dia pantas menjadi imam adil dijadikan gubernur oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Tapi sekarang kita dapatkan pejabat-pejabat kita ini kadang-kadang sudah muslim, namanya baik, korupsinya masyaAllah, namanya pakai namanya Rasulullah, yang membunuh namanya seperti Rasulullah. Lihat orang-orang non Islam itu jarang dari mereka itu kita dapatkan yang mana mencuri dan merampok kita malu. Yang minum-minuman keras pakai namanya Rasulullah, yang punya cafe pakai namanya Rasulullah hajinya sudah 5 kali yang punya cafe, keturunan dari ini dan itu. Ini yang harus kita malu, gimana ini kita harus bisa merasakan hal yang demikian ini yang kita sedihkan didalam hal yang sangat mulia ini, yang harus kita sedihkan hal yang demikian. Tetapi jangan sekali-kali kita membenci orang-orang yang demikian kita berikan daripada nasehat-nasehat yang baik tapi itu yang kita sesalkan namanya baik dari keturunan yang baik tapi kelakuan tidak baik. Makanya jikalau sudah Islam di-politikkan, majelis di-politikkan dibuat daripada hal-hal yang tidak benar maka apalagi tidak ada yang mengarahkannya daripada guru-guru yang mempunyai sanad kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam maka majelis tersebut akan tersingkirkan sedikit demi sedikit, demi sedikit. Tapi mereka yang mempunyai manhaj, mempunyai sanad keguruan yang begitu mulia sampai kepada baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam itu dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala maka itu yang harus kita mengerti.
Ada beberapa gubernur itu di zamannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam itu dari kalangan non Islam, ada beberapa saja. Karena kenapa? Karena adilnya dia didalam memerankan daripada hak-hak orang-orang yang tidak mempunyai apapun didalam haknya dilindungi, maka dia pantas menjadi imam adil dijadikan gubernur oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Tapi sekarang kita dapatkan pejabat-pejabat kita ini kadang-kadang sudah muslim, namanya baik, korupsinya masyaAllah, namanya pakai namanya Rasulullah, yang membunuh namanya seperti Rasulullah. Lihat orang-orang non Islam itu jarang dari mereka itu kita dapatkan yang mana mencuri dan merampok kita malu. Yang minum-minuman keras pakai namanya Rasulullah, yang punya cafe pakai namanya Rasulullah hajinya sudah 5 kali yang punya cafe, keturunan dari ini dan itu. Ini yang harus kita malu, gimana ini kita harus bisa merasakan hal yang demikian ini yang kita sedihkan didalam hal yang sangat mulia ini, yang harus kita sedihkan hal yang demikian. Tetapi jangan sekali-kali kita membenci orang-orang yang demikian kita berikan daripada nasehat-nasehat yang baik tapi itu yang kita sesalkan namanya baik dari keturunan yang baik tapi kelakuan tidak baik. Makanya jikalau sudah Islam di-politikkan, majelis di-politikkan dibuat daripada hal-hal yang tidak benar maka apalagi tidak ada yang mengarahkannya daripada guru-guru yang mempunyai sanad kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam maka majelis tersebut akan tersingkirkan sedikit demi sedikit, demi sedikit. Tapi mereka yang mempunyai manhaj, mempunyai sanad keguruan yang begitu mulia sampai kepada baginda nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam itu dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala maka itu yang harus kita mengerti.
Marilah dikesempatan yang sangat
mulia ini kita berdzikir dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita niatkan didalam
dzikir kita ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kota Yaman,
mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kota Hadramaut dan kota Tarim
kota seribu wali, dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Banyak juga dari teman-teman kita yang mana sampai sekitar 2000 dari pelajar dari negara Indonesia itu yang belajar di kota Tarim yang mana barusan saya dapat kabar tadi siang dari teman-teman kita yang mana sekarang sudah mulai dekat dengan kota Tarim daripada serangan-serangan tersebut, karena kenapa? Pertikaian antara orang Islam dengan orang Islam lainnya.
Yang mana sekarang sudah sampai ke kota Mukalla, kota Mukalla ke kota Tarim itu sekitar 4 jam. Itu yang sangat kita khawatirkan, yang kita sangat sesalkan sekali. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita yakin berkatnya para wali-wali Allah, berkatnya sayyidina Faqihil Muqaddam, berkatnya para wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala dijaga kota Tarim insyaAllah dari mereka-mereka yang senantiasa tidak senang dengan orang-orang shaleh.
Ya Rahman ya rahiim ya Dzaljalali wal Ihram marilah kita berdzikir bersama-sama dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah...
Banyak juga dari teman-teman kita yang mana sampai sekitar 2000 dari pelajar dari negara Indonesia itu yang belajar di kota Tarim yang mana barusan saya dapat kabar tadi siang dari teman-teman kita yang mana sekarang sudah mulai dekat dengan kota Tarim daripada serangan-serangan tersebut, karena kenapa? Pertikaian antara orang Islam dengan orang Islam lainnya.
Yang mana sekarang sudah sampai ke kota Mukalla, kota Mukalla ke kota Tarim itu sekitar 4 jam. Itu yang sangat kita khawatirkan, yang kita sangat sesalkan sekali. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita yakin berkatnya para wali-wali Allah, berkatnya sayyidina Faqihil Muqaddam, berkatnya para wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala dijaga kota Tarim insyaAllah dari mereka-mereka yang senantiasa tidak senang dengan orang-orang shaleh.
Ya Rahman ya rahiim ya Dzaljalali wal Ihram marilah kita berdzikir bersama-sama dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Faqulu jami’an ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah..ya Allah...
Jumat, 03 April 2015
Kamis, 02 April 2015
Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus Jalsatul Istnain Majelis Rasulullah Saw Jawa Timur, Masjid Al Mukarram Mulyorejo - Surabaya 23 Maret 2015
بسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الَّرحِيْمِ
نَوَيْتُ
التَّعَلُّمَ وَ التَّعْلِيْم، وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْر، وَالنَّفْعَ
وَاْلإنْتِفاَع، وَاْلإفَادَةْ وَاْلإسْتِفَادَة،
وَالْحَثَّ عَلىَ التَّمَسُّكِ بِكِتَا بِ الله وَ سُنَّةِ رَسُوْ لِهِ، وَالدُّ عَا ءِ اِلَى الهُدَ ى، وَالدَّ لآ لَةَ عَلَى الخَيْر،
إبْتِغَا ءَ وَجْهِ الله، وَ مَرْ ضَا تِهِ وَ قُرْ بِهِ وَ ثَوَ ا بِهِ مِيْنَا الله تَعَا لَى
“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
قل ر سو ل ا لله صلى الله عليه وآله و صحبه و سلم
ثلا ثة لا تر فع صلا تهم فو ق ر ؤ و سهم شبرا، ر جل أ مَّ قو ماً و هم له كا ر هو ن وا مرأ ة با تت و ز و جها عليها سا خط وأ خوان متصا ر ما ن. (حد يث حسن رواهابن ما جه)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Tsalastatun laa-turfa’u shalatuhum fauqa ra-u-sihim syibra, rajulun amma qauman wahum lahu kaarihuna wa amra-atun batat wazaujuha ‘alaihaa saahit wa-akhwanun mutashariman (Hadisun Hasan Rawahu Ibnu Majah)”.
[“Tiga golongan manusia yang tidak diangkat shalatnya walau sekedar sejengkal dari kepala: seorang lelaki yang ingin menjadi imam, sedangkan ma’mum membencinya dan seorang isteri yang tidur dalam keadaan suaminya marah kepadanya dan 2 orang saudara yang bergaduh/bertikam lidah”.]
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang mengumpulkan kita semuanya, yang memberikan kepada kita rasa cinta terhadap baginda nabi Muhammad saw.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah, Allah swt meletakkan rasa cinta dalam diri kita terhadap nabi Muhammad itu bukan diberikan kepada sembarang orang, dan bukan diberikan kepada orang-orang yang dimurkai oleh Allah atau orang-orang yang ‘diumbar’ oleh Allah swt.
Meneruskan daripada pelajaran kita, pelajaran hadist Rasulullah saw yang setiap malam selasa kita baca bahwasanya di dalam hadist tersebut disebutkan oleh baginda sang nabi Muhammad saw ada tiga hal (ثلا ثة لا تر فع صلا تهم فو ق ر ؤ و سهم شبرا ) yang mana shalatnya tidak dilaporkan oleh Allah swt sedikitpun, shalatnya tidak ada manfaatnya, shalatnya tidak ada artinya alias tidak dikabulkan/tidak diterima oleh Allah swt. Hati-hati jikalau ada dalam diri kita 3 hal ini cepat-cepat kita obati, cepat-cepat kita sadar sehingga shalat kita pun diterima oleh Allah swt karena ini pun menyangkut hubungan dengan manusia. Jikalau kita perbaiki hubungan dengan Allah tapi hubungan dengan manusia tidak kita perbaiki hati-hati, makanya Rasulullah saw memberikan kepada kita wasiat-wasiatnya, memberikan kepada kita nasehat-nasehatnya sehingga kita betul-betul beribadah semuanya karena Allah dan juga kita berhubungan dengan manusia (hablum minannas).
Yang pertama kata nabi Muhammad saw ر جل أ مَّ قو ماً و هم له كا ر هو ن) ( laki-laki atau seseorang atau pejabat yang didalam kaumnya itu dia itu tidak disukai alias dia itu tidak disenangi, sudah tidak disenangi masih saja dia mau menjadi pejabat hati-hati ini, karena kenapa? Karena orang mau menjadi pejabat itu, orang jikalau mau menjadi RT aja, RW, kepala desa, lurah atau kepala ini kepala
Makanya diceritakan dalam salah satu riwayat terdapat di tongkat nabi Allah Musa as itu ada tulisan yang mana tulisan tersebut itu ada nasehat-nasehat yang diberikan oleh Allah swt. Tulisannya itu diriwayatkan oleh salah satu ulama yang mengatakan:
‘seorang yang ‘alim yang tidak mengamalkan ilmunya ketahuilah bahwasanya dia dan iblis sederajat satu maqom’.
Sekarang kita tanya diri kita, jadi orang ‘alim itu tidak harus dipanggil kyai dulu, atau ulama atau habib anda pun disini ini ‘alim semuanya karena anda tahu masalah rukun shalat sudah tahu, syarat shalat sudah tahu, ada ilmu-ilmu yang kita kaji setiap malam selasa yang kita kaji, kita kaji semuanya ya anda itu termasuk orang-orang ‘alim. Jadi orang ‘alim itu nggak nunggu jadi kyai, nggak nunggu jadi ustadz dulu baru dikatakan ‘alim, kita pun saya anda semuanya yang disini adalah golongan orang-orang yang ‘alim, hati-hati. Satu sunnah, satu amalan, satu dzikir yang anda tahu, yang anda mengerti tetapi tidak anda amalkan katanya pesan yang di tongkatnya nabi Musa maka derajatnya anda dan derajatnya iblis itu sejajar satu maqom, sekelas dengan iblis.
Sekarang anda tanya diri kita mau sekelas dengan iblis nggak? Misalkan saja kita sekelas dengan orang bodoh mungkin kita tidak mau ‘oh nggak level saya dengan ini, nggak sederajat saya sama dia’. Ini bayangkan anda tahu ilmu khususnya ilmu-ilmu syariatnya Rasulullah anda tahu tetapi tidak anda amalkan maka derajat anda dengan iblis sama sederajat. Tetapi mereka seorang ‘alim yang mengamalkan amalan-amalan ilmunya maka levelnya sama iblis jauh dia, iblis di bawah dia diatas. Jangan kira iblis itu tidak ‘alim, iblis itu makhluk yang paling ‘alim diciptakan oleh Allah swt, tidak ada di dunia ini kecuali pasti ada bekas daripada sujudnya iblis dimana-mana pasti ada, disetiap tempat pasti ada tempat bekas sujudnya iblis, tapi kita tidak tahu ini riwayat yang mengatakan. Karena kecongkakannya, kesombongannya diciptakan nabi Allah Adam as untuk mengetes daripada ilmu yang terdapat dalam iblis, makanya ilmu yang disertai sifat sombong nggak ada artinya nggak ada manfaatnya. Diciptakan nabi Adam as disuruh sujud oleh Allah swt, semua malaikat itu sujud tetapi iblis nggak mau :
‘wahai Allah engkau ciptakan aku dari api dan engkau ciptakan dia dari tanah bukan levelku wahai Allah’
Hati-hati sifat sombong yang kita punya dan jangan mengatakan kepada orang atau saudara pun
‘dia sombong, dia seperti ini’ jangan terucap dalam dirimu, wajib bagi kita untuk apa? Wajib bagi kita untuk khusnudzon sangka baik. Kalau orang-orang arab itu kalau sudah khusnudzon itu apa? ‘kherr insyaallah’ itu orang-orang arab itu simpel kata-katanya. Lain dengan kita, kalau kita itu diteliti dulu ‘betul apa tidak ya?’ seperti itu. Oh jangan-jangan bohong ini orang, jangan-jangan sombong.
Kemudian yang ada di tongkatnya nabi Musa juga ada kata-kata ‘al wali’ seorang pejabat. Orang yang menjadi RT, orang yang menjadi lurah, orang yang menjadi ketua takmir mushalla atau masjid, orang yang menjadi ketua majelis hati-hati, bahaya itu. Makanya Rasulullah saw itu selalu diselimuti dengan sifat rendah hati nggak sombong Rasulullah saw, apa adanya nabi Muhammad saw. Rasulullah saw bukan orang yang harus disetting kalau gini harus seperti gini, ini seperti itu tidak, apa adanya nabi Muhammad saw, menemui dengan sahabat-sahabatnya ya seperti itu semuanya ada porsinya masing-masing Nabi. Bukan seperti kita kalau kita mungkin kadang-kadang mentang-mentang jadi ketua RT rapat dengan warganya minta dihormati, minta dimuliakan, orang jadi ketua majelis minta dihormati hati-hati semuanya itu akan melenyapkan amalan diri kita. Kata Nabi Muhammad saw :
‘tidak akan masuk surga yang terdapat didalam diri manusia itu ada sebutir sifat sombong’
Orang yang bukan wali (maksudnya bukan auliya Allah) wali yang menjabat suatu jabatan dia itu tidak bisa adil kepada manusia-manusia sekitarnya, hanya untuk mendapatkan dana-dana gelap, hanya untuk mendapatkan uang-uang yang tidak halal hati-hati maka yang terdapat pesan di tongkat nabi Musa maka derajatnya dia dan fir’aun sama karena dia tidak bisa berbuat adil, dibenci. Jadi jikalau ada seseorang atau orang yang menjabat suatu jabatan tidak disenangi oleh orang-orang disekitarnya karena mungkin keburukan daripada keputusannya, atau mungkin keburukan daripada akhlaqnya, atau mungkin melaksanakan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah maka orang tersebut biarpun shalat sebanyak-banyaknya shalatnya tidak akan diterima oleh Allah swt, wal iyadzubillahi mindzalik, itu yang pertama.
itu, itu pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt. Tetapi jikalau dia di kaumnya tetapi memang tidak adil karena tidak keadilannya, ada orang ini karena mungkin sensitif sifatnya saja sehingga kita tidak menyenangi orang ini salah, itu penyakit dalam diri kita hati-hati. Karena sifatnya mungkin yang ini ‘sudah saya tidak suka dengan orang ini, ini nggak bisa diatur, ini anaknya sombong’. Orang yang mengatakan ‘anak itu sombong’ diri anda yang sombong hati-hati. Karena sifat sombong itu tersembunyi di dalam hati manusia. Hanyalah dia dan Allah yang mengetahui yang lain tidak bisa. Makanya salafuna shaleh itu orang-orang shaleh itu selalu jikalau mau mengamalkan sesuatu selalu beliau itu beristighfar dengan Allah swt alias mengucap ampun terhadap Allah swt.
Kemudian yang kedua kata Rasulullah saw وا مرأ ة با تت و ز و جها عليها سا خط) ( wanita yang melewati malamnya tetapi suaminya murka kepadanya, hati-hati wanita-wanita anda yang sudah berkeluarga selalulah minta ridha kepada suamimu selama suami tersebut tidak melanggar daripada aturan Allah. Kecuali jikalau suami tersebut mengajak daripada perkara yang menjauhkan diri anda kepada Allah dan Rasul-Nya maka anda pun boleh menentangnya tetapi tidak boleh kurang ajar. Misalnya menyuruh kepada istrinya untuk bermaksiat, untuk berzinah dan lain-lain alasan ekonomi dan lain-lain maka seorang istri wajib menolak daripada ajakan si suami. Yang penting ringkasannya bahwasanya seorang wanita yang melewati malamnya tapi suaminya murka kepadanya shalatnya tidak diterima oleh Allah swt, itu yang kedua.
Kemudian yang ketiga kata nabi Muhammad saw وأ خوان متصا ر ما ن) ( ini yang banyak terjadi, dua orang anak cucu Adam yang sering bertikai alias bertengkar, sering salah faham, nggak suka dengan ini, nggak suka dengan itu, duduk disebelahnya nggak mau nggak cocok sama dia, menyapa pun nggak mau gara-gara omongan atau pembicaraan di media sosial seperti ini dan seperti itu akhirnya wal iyadzubillahi mindzalik nah itu yang bahaya.
Seorang dua orang kawan yang aslinya bersahabat yang tidak ada apa-apa kemudian dia bertikai, kemudian tidak saling memaafkan dua-duanya shalatnya tidak diterima oleh Allah swt. Bahkan didalam riwayat di dalam hadist biarpun matinya di tengah Ka’bah dalam keadaan sujud matinya termasuk mati suul khotimah wal iyadzubillahi mindzalik. Nah daripada itu anda punya sahabat dulunya baik jalinlah persahabatan itu yang dulunya baik. Anda mungkin disini datang dari mana-mana ada yang dari Taman, ada yang dari Geluran, ada yang dari Jombang, ada yang dari Nganjuk, ada yang dari Surabaya datang dalam majelis ini yang asalnya nggak kenal coba mengenalkan diri ‘anda dari mana’ sehinggalah terjalin daripada jalinan yang begitu mulia dan itu ajaran sang nabi Muhammad saw.
Dulu mana kenal antara Umar bin Khatab antara sahabat yang aslinya dari Yaman mana ada yang kenal, nggak kenal. Karena datang ke hadapan Rasulullah, datang ke majelisnya nabi Muhammad saw sehingga mereka kenal satu dengan yang lain berkat nabi Muhammad saw.
Maka anda dalam majelis ini habis bubar cari teman yang baru, berkahnya orang yang mempunyai teman yang baru ada manfaatnya. Mungkin bisa mengembangkan bisnisnya, bisa menambahkan kawan bisa silaturahmi, dan lain-lain.
Marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kehadirat Allah swt, kita mendekatkan diri kita kehadirat Allah swt dengan kita berdzikir menyebut nama Allah swt, kita bersihkan diri kita, kita sucikan daripada hati kita, kita bersihkan daripada sanubari kita, sehingga kita betul-betul mendekatkan diri kita dengan Allah swt.
Marilah kita sama-sama menyebut dengan sebutan nama Allah nama Dzat yang selalu mencintai kita yang mana kita semuanya berkumpul di tempat yang sangat mulia ini adalah anugerah yang begitu besar yang diberikan oleh Allah swt jangan sia-siakan dengan kita hadir dalam majelis ini usahakan kita keluar dari majelis ini betul-betul dosa-dosa kita semuanya dihapuskan oleh Allah swt.
فََقُوْ لُوْاجَمِيْعًا
ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله
وَالْحَثَّ عَلىَ التَّمَسُّكِ بِكِتَا بِ الله وَ سُنَّةِ رَسُوْ لِهِ، وَالدُّ عَا ءِ اِلَى الهُدَ ى، وَالدَّ لآ لَةَ عَلَى الخَيْر،
إبْتِغَا ءَ وَجْهِ الله، وَ مَرْ ضَا تِهِ وَ قُرْ بِهِ وَ ثَوَ ا بِهِ مِيْنَا الله تَعَا لَى
“Bismillahirrahmanirrahim nawaitu ta’alluma wa at-ta’liima wa at-tadzakkuro wa at-tadzkiiro wa an-naf’a wa al-intifaa’a wa al-ifaadata wa al-istifaadah wa al-hatstsa ‘ala at-tamassuki bikitaabillahi wa sunnati Rosuulihi wa ad-du’ai ila al-hudaa wa ad-dalaalata ‘ala al-khoiri ibtigho’an waj-hillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa thawabihi minallahi ta’ala”.
قل ر سو ل ا لله صلى الله عليه وآله و صحبه و سلم
ثلا ثة لا تر فع صلا تهم فو ق ر ؤ و سهم شبرا، ر جل أ مَّ قو ماً و هم له كا ر هو ن وا مرأ ة با تت و ز و جها عليها سا خط وأ خوان متصا ر ما ن. (حد يث حسن رواهابن ما جه)
“Qola Rasulallah shallallahu 'alaihi waalihi washahbihi wasallam, Tsalastatun laa-turfa’u shalatuhum fauqa ra-u-sihim syibra, rajulun amma qauman wahum lahu kaarihuna wa amra-atun batat wazaujuha ‘alaihaa saahit wa-akhwanun mutashariman (Hadisun Hasan Rawahu Ibnu Majah)”.
[“Tiga golongan manusia yang tidak diangkat shalatnya walau sekedar sejengkal dari kepala: seorang lelaki yang ingin menjadi imam, sedangkan ma’mum membencinya dan seorang isteri yang tidur dalam keadaan suaminya marah kepadanya dan 2 orang saudara yang bergaduh/bertikam lidah”.]
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang mengumpulkan kita semuanya, yang memberikan kepada kita rasa cinta terhadap baginda nabi Muhammad saw.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah, Allah swt meletakkan rasa cinta dalam diri kita terhadap nabi Muhammad itu bukan diberikan kepada sembarang orang, dan bukan diberikan kepada orang-orang yang dimurkai oleh Allah atau orang-orang yang ‘diumbar’ oleh Allah swt.
Meneruskan daripada pelajaran kita, pelajaran hadist Rasulullah saw yang setiap malam selasa kita baca bahwasanya di dalam hadist tersebut disebutkan oleh baginda sang nabi Muhammad saw ada tiga hal (ثلا ثة لا تر فع صلا تهم فو ق ر ؤ و سهم شبرا ) yang mana shalatnya tidak dilaporkan oleh Allah swt sedikitpun, shalatnya tidak ada manfaatnya, shalatnya tidak ada artinya alias tidak dikabulkan/tidak diterima oleh Allah swt. Hati-hati jikalau ada dalam diri kita 3 hal ini cepat-cepat kita obati, cepat-cepat kita sadar sehingga shalat kita pun diterima oleh Allah swt karena ini pun menyangkut hubungan dengan manusia. Jikalau kita perbaiki hubungan dengan Allah tapi hubungan dengan manusia tidak kita perbaiki hati-hati, makanya Rasulullah saw memberikan kepada kita wasiat-wasiatnya, memberikan kepada kita nasehat-nasehatnya sehingga kita betul-betul beribadah semuanya karena Allah dan juga kita berhubungan dengan manusia (hablum minannas).
Yang pertama kata nabi Muhammad saw ر جل أ مَّ قو ماً و هم له كا ر هو ن) ( laki-laki atau seseorang atau pejabat yang didalam kaumnya itu dia itu tidak disukai alias dia itu tidak disenangi, sudah tidak disenangi masih saja dia mau menjadi pejabat hati-hati ini, karena kenapa? Karena orang mau menjadi pejabat itu, orang jikalau mau menjadi RT aja, RW, kepala desa, lurah atau kepala ini kepala
Makanya diceritakan dalam salah satu riwayat terdapat di tongkat nabi Allah Musa as itu ada tulisan yang mana tulisan tersebut itu ada nasehat-nasehat yang diberikan oleh Allah swt. Tulisannya itu diriwayatkan oleh salah satu ulama yang mengatakan:
‘seorang yang ‘alim yang tidak mengamalkan ilmunya ketahuilah bahwasanya dia dan iblis sederajat satu maqom’.
Sekarang kita tanya diri kita, jadi orang ‘alim itu tidak harus dipanggil kyai dulu, atau ulama atau habib anda pun disini ini ‘alim semuanya karena anda tahu masalah rukun shalat sudah tahu, syarat shalat sudah tahu, ada ilmu-ilmu yang kita kaji setiap malam selasa yang kita kaji, kita kaji semuanya ya anda itu termasuk orang-orang ‘alim. Jadi orang ‘alim itu nggak nunggu jadi kyai, nggak nunggu jadi ustadz dulu baru dikatakan ‘alim, kita pun saya anda semuanya yang disini adalah golongan orang-orang yang ‘alim, hati-hati. Satu sunnah, satu amalan, satu dzikir yang anda tahu, yang anda mengerti tetapi tidak anda amalkan katanya pesan yang di tongkatnya nabi Musa maka derajatnya anda dan derajatnya iblis itu sejajar satu maqom, sekelas dengan iblis.
Sekarang anda tanya diri kita mau sekelas dengan iblis nggak? Misalkan saja kita sekelas dengan orang bodoh mungkin kita tidak mau ‘oh nggak level saya dengan ini, nggak sederajat saya sama dia’. Ini bayangkan anda tahu ilmu khususnya ilmu-ilmu syariatnya Rasulullah anda tahu tetapi tidak anda amalkan maka derajat anda dengan iblis sama sederajat. Tetapi mereka seorang ‘alim yang mengamalkan amalan-amalan ilmunya maka levelnya sama iblis jauh dia, iblis di bawah dia diatas. Jangan kira iblis itu tidak ‘alim, iblis itu makhluk yang paling ‘alim diciptakan oleh Allah swt, tidak ada di dunia ini kecuali pasti ada bekas daripada sujudnya iblis dimana-mana pasti ada, disetiap tempat pasti ada tempat bekas sujudnya iblis, tapi kita tidak tahu ini riwayat yang mengatakan. Karena kecongkakannya, kesombongannya diciptakan nabi Allah Adam as untuk mengetes daripada ilmu yang terdapat dalam iblis, makanya ilmu yang disertai sifat sombong nggak ada artinya nggak ada manfaatnya. Diciptakan nabi Adam as disuruh sujud oleh Allah swt, semua malaikat itu sujud tetapi iblis nggak mau :
‘wahai Allah engkau ciptakan aku dari api dan engkau ciptakan dia dari tanah bukan levelku wahai Allah’
Hati-hati sifat sombong yang kita punya dan jangan mengatakan kepada orang atau saudara pun
‘dia sombong, dia seperti ini’ jangan terucap dalam dirimu, wajib bagi kita untuk apa? Wajib bagi kita untuk khusnudzon sangka baik. Kalau orang-orang arab itu kalau sudah khusnudzon itu apa? ‘kherr insyaallah’ itu orang-orang arab itu simpel kata-katanya. Lain dengan kita, kalau kita itu diteliti dulu ‘betul apa tidak ya?’ seperti itu. Oh jangan-jangan bohong ini orang, jangan-jangan sombong.
Kemudian yang ada di tongkatnya nabi Musa juga ada kata-kata ‘al wali’ seorang pejabat. Orang yang menjadi RT, orang yang menjadi lurah, orang yang menjadi ketua takmir mushalla atau masjid, orang yang menjadi ketua majelis hati-hati, bahaya itu. Makanya Rasulullah saw itu selalu diselimuti dengan sifat rendah hati nggak sombong Rasulullah saw, apa adanya nabi Muhammad saw. Rasulullah saw bukan orang yang harus disetting kalau gini harus seperti gini, ini seperti itu tidak, apa adanya nabi Muhammad saw, menemui dengan sahabat-sahabatnya ya seperti itu semuanya ada porsinya masing-masing Nabi. Bukan seperti kita kalau kita mungkin kadang-kadang mentang-mentang jadi ketua RT rapat dengan warganya minta dihormati, minta dimuliakan, orang jadi ketua majelis minta dihormati hati-hati semuanya itu akan melenyapkan amalan diri kita. Kata Nabi Muhammad saw :
‘tidak akan masuk surga yang terdapat didalam diri manusia itu ada sebutir sifat sombong’
Orang yang bukan wali (maksudnya bukan auliya Allah) wali yang menjabat suatu jabatan dia itu tidak bisa adil kepada manusia-manusia sekitarnya, hanya untuk mendapatkan dana-dana gelap, hanya untuk mendapatkan uang-uang yang tidak halal hati-hati maka yang terdapat pesan di tongkat nabi Musa maka derajatnya dia dan fir’aun sama karena dia tidak bisa berbuat adil, dibenci. Jadi jikalau ada seseorang atau orang yang menjabat suatu jabatan tidak disenangi oleh orang-orang disekitarnya karena mungkin keburukan daripada keputusannya, atau mungkin keburukan daripada akhlaqnya, atau mungkin melaksanakan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah maka orang tersebut biarpun shalat sebanyak-banyaknya shalatnya tidak akan diterima oleh Allah swt, wal iyadzubillahi mindzalik, itu yang pertama.
itu, itu pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt. Tetapi jikalau dia di kaumnya tetapi memang tidak adil karena tidak keadilannya, ada orang ini karena mungkin sensitif sifatnya saja sehingga kita tidak menyenangi orang ini salah, itu penyakit dalam diri kita hati-hati. Karena sifatnya mungkin yang ini ‘sudah saya tidak suka dengan orang ini, ini nggak bisa diatur, ini anaknya sombong’. Orang yang mengatakan ‘anak itu sombong’ diri anda yang sombong hati-hati. Karena sifat sombong itu tersembunyi di dalam hati manusia. Hanyalah dia dan Allah yang mengetahui yang lain tidak bisa. Makanya salafuna shaleh itu orang-orang shaleh itu selalu jikalau mau mengamalkan sesuatu selalu beliau itu beristighfar dengan Allah swt alias mengucap ampun terhadap Allah swt.
Kemudian yang kedua kata Rasulullah saw وا مرأ ة با تت و ز و جها عليها سا خط) ( wanita yang melewati malamnya tetapi suaminya murka kepadanya, hati-hati wanita-wanita anda yang sudah berkeluarga selalulah minta ridha kepada suamimu selama suami tersebut tidak melanggar daripada aturan Allah. Kecuali jikalau suami tersebut mengajak daripada perkara yang menjauhkan diri anda kepada Allah dan Rasul-Nya maka anda pun boleh menentangnya tetapi tidak boleh kurang ajar. Misalnya menyuruh kepada istrinya untuk bermaksiat, untuk berzinah dan lain-lain alasan ekonomi dan lain-lain maka seorang istri wajib menolak daripada ajakan si suami. Yang penting ringkasannya bahwasanya seorang wanita yang melewati malamnya tapi suaminya murka kepadanya shalatnya tidak diterima oleh Allah swt, itu yang kedua.
Kemudian yang ketiga kata nabi Muhammad saw وأ خوان متصا ر ما ن) ( ini yang banyak terjadi, dua orang anak cucu Adam yang sering bertikai alias bertengkar, sering salah faham, nggak suka dengan ini, nggak suka dengan itu, duduk disebelahnya nggak mau nggak cocok sama dia, menyapa pun nggak mau gara-gara omongan atau pembicaraan di media sosial seperti ini dan seperti itu akhirnya wal iyadzubillahi mindzalik nah itu yang bahaya.
Seorang dua orang kawan yang aslinya bersahabat yang tidak ada apa-apa kemudian dia bertikai, kemudian tidak saling memaafkan dua-duanya shalatnya tidak diterima oleh Allah swt. Bahkan didalam riwayat di dalam hadist biarpun matinya di tengah Ka’bah dalam keadaan sujud matinya termasuk mati suul khotimah wal iyadzubillahi mindzalik. Nah daripada itu anda punya sahabat dulunya baik jalinlah persahabatan itu yang dulunya baik. Anda mungkin disini datang dari mana-mana ada yang dari Taman, ada yang dari Geluran, ada yang dari Jombang, ada yang dari Nganjuk, ada yang dari Surabaya datang dalam majelis ini yang asalnya nggak kenal coba mengenalkan diri ‘anda dari mana’ sehinggalah terjalin daripada jalinan yang begitu mulia dan itu ajaran sang nabi Muhammad saw.
Dulu mana kenal antara Umar bin Khatab antara sahabat yang aslinya dari Yaman mana ada yang kenal, nggak kenal. Karena datang ke hadapan Rasulullah, datang ke majelisnya nabi Muhammad saw sehingga mereka kenal satu dengan yang lain berkat nabi Muhammad saw.
Maka anda dalam majelis ini habis bubar cari teman yang baru, berkahnya orang yang mempunyai teman yang baru ada manfaatnya. Mungkin bisa mengembangkan bisnisnya, bisa menambahkan kawan bisa silaturahmi, dan lain-lain.
Marilah dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kehadirat Allah swt, kita mendekatkan diri kita kehadirat Allah swt dengan kita berdzikir menyebut nama Allah swt, kita bersihkan diri kita, kita sucikan daripada hati kita, kita bersihkan daripada sanubari kita, sehingga kita betul-betul mendekatkan diri kita dengan Allah swt.
Marilah kita sama-sama menyebut dengan sebutan nama Allah nama Dzat yang selalu mencintai kita yang mana kita semuanya berkumpul di tempat yang sangat mulia ini adalah anugerah yang begitu besar yang diberikan oleh Allah swt jangan sia-siakan dengan kita hadir dalam majelis ini usahakan kita keluar dari majelis ini betul-betul dosa-dosa kita semuanya dihapuskan oleh Allah swt.
فََقُوْ لُوْاجَمِيْعًا
ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله...ياَ الله
Sabtu, 14 Maret 2015
Jumat, 13 Maret 2015
Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus - Musholla Mujibassailin – Desa Kedondong, Sidoarjo, Senin 05 Mei 2014
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraakaatuh,,
Yang sama sama kita muliakan para ulama, wabilkhusus Habib Hamid bin Ali Assegaf dan juga para kyai disini, para ulama semuanya, para orang-orang tua disini, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu nama – nama mereka tapi tidak menguragi rasa hormat saya kepada mereka semuanya, yang mana mereka sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri.
Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin 2x…Alladzi anqodznaa wa iyyakum min dzulmatiljahli waddayaajiri, Alhamdulillah…Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa…Shollalla’alaikallohu baariukalladzi bikaya musyafa’u khoshonna wahabanaa ma’a aalikalathhari ma’dinisirrikalasma fahum sufununnajati himanaa,,Allohumma sholliwasallim’ala Sayyidina Muhammadin ‘abdika wa Rosulika Nabiyyil ummiyy waalaalihi waazwajihi wadurriyatihi…kamaasholaita’ala Sayyidina Ibrohima wa’ala alihi Sayyidina Ibrohim…wabarik’ala Sayyidina Muhammadin ‘abdika wa Rosulika Nabiyyil ummiyy wa’ala alihi waazwajihi wadurriyatihi… kamabarokta’ala Sayyidina Ibrohima wa’ala alihi Sayyidina Ibrohim fil’alamina innaka hamidummajid.
Limpahan puji syukur kehadirat Allaah Subhaanahu Wata'alaa yg melimpahkan pada kita semua,segala kenikmatan,kemulian,sehingga disaat ini kita senantiasa Allaah Subhaanahu Wata'alaa menuntun kita hingga kita bisa berkumpul pada kesempatan yg mulia ini,
Sungguh tempat ini mengingatkan saya ketika waktu pertama kali saya memasuki kota Hadramaut,,Masyaa Allaah,, kita masuk tadi sangat jauh sekali,masuk kedalam,kedalam sampai sampai jalannya seperti jalanan di Hadramaut,,mudah mudahan semuanya Berkah Insyaa Allaah,, tapi jalannya lebih dahsyat disana daripada disini,disini masih enak jalannya aspal semua,tapi Alahamdulillah sehingga kita berkumpul ditempat mulia ini,,,
Dibulan yg sangat mulia ini,,sebagaimana difirmanlkan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa : "Inna iddata suhur indallaha itsna asyaro sharon fii kitabillahi wa kholaqotsamawati wal ardho minha arba’atun khurum”
bulan haram itu ada 4
- Bulan Dzul Qa’dah
- Bulan Dzul Hijjah
- Bulan Muharam
- Bulan Rajab
Yang mana diperintahkan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa untuk memuliakan bulan tersebut,,dimana bulan rajab ini juga termasuk bulan harom,dibulan Rajab ini dikhususkan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa. samapai sampai di bulan Rajab itu terjadi,salah satu kejadian yg begitu hebat,yg begitu Dahsyat,,yaitu kejadian perjalanan daripada Nabi kita Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,, melakukan Isra' wal mi'raj,,yg mana di panggil oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa disaat itu dipanggilk oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa. tidak ada janjian,,tanpa janjian terlebih dahulu,,
Kalau manusia mau bertemu dg sesamanya pasti ada janjian,bertemu hari ini,jam ini,ditempat ini, tapi ketika Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,ketika di panggil oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa untuk melakukan perjalanan yg begitu dahsyat,yg begitu mulia,yg tidak diberikan kepada nabi yg lain,diberikan kepada nabi kita Rasulullaah Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
Maka dari itu rahasia Rajab itu terdapat dalam rahasia Isra' Wal Mi'rojnya Rasulullaah Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam…maka dari itulah Rasulullaah Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam menembus daripada langit pertama,langit ke dua,langit ketiga,ke empat,lima,enam,tujuh, Sampai bertemu dg Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,begitu romantisnya Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ketika dg Allaah Subhaanahu Wata'alaa , yg mungkin banyak dari kita yg sudah lupa dari pada kejadian tersebut,yg mana telah mengajarkan kepada manusia,untuk selalu berharmonis,merimantis dg Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,
Disini saya akan sedikit akan menceritakan dari pada kejadian yg di alami Rasulullah, perjalan dari pada Isra' Wal Mi'raj, disitu pernah saya karang kitab tentang perjalanan isra' wal mi'raj Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,, tapi sayangnya belum sempat selesaikan, mungkin juga perlu di terjemahkan sedikit ,disitu ada perjalanan Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Dari pertama beliau mendapat panggilan Allaah Subhaanahu Wata'alaa. sampai terakhir,, insyaa Allaah kapan,,kalau kita kembali disini,,di desa apa ini,?? Kedondong,banyak kedondongnya mungkin disini, insyaa Allaah nanti kita bagikan kalau sudah selesai,karena terjemahannya perlu di terjemahkan banget perlu di edit,dimana isinya itu mengisahkan dari pada awalnya Rasulullah melakukan dari pada Isra' Wal Mi'raj,
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [QS. al-Israa' (17): 1]
Allaah Subhaanahu Wata'alaa. memuliakan,Maha Suci Allaah Subhaanahu Wata'alaa ketika melakukan perjalanan memanggil Nabi Muhammad,ketika itu Rasulullah,,ketika sedang Asyik bermunajat kepada Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Allaah Subhaanahu Wata'alaa memanggil malaikat jibril,,
~Yaa Jibril.. Naadi Hadzal Mahluk,, wahai jibril panggil itu mahluk,,~ kata Allaah Subhaanahu Wata'alaa
Diceritakan dalam kitab Syarah Muslim,, diriwayatkan oleh Sayyidina Anas Bin Malik,ketika Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam didatangi oleh malaikat Jibril,secara mendadak,tiba tiba,diundang oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa seraya malaikat jibril berkata kepada nabi kita Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
“Yaa Muhammad Innallaha Ta'alaa Yuridu An Yukrimuka Fii Hadzal Laila”
Wahai Muhammad sesungguhnya Allaah Subhaanahu Wata'alaa ingin engkau di muliakan dimalam yg sangat mulia ini,
Apakah dg itu Nabi Muhammad tidak mulia,tidak!!! bahkan lebih mulia lagi, kedudukan Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam. itu adalah kedudukan yg tidak bisa didaki oleh satu dari Nabi atau Rasul Yg lain,maka dari itulah Tingginya daripada Maqom Rasulullah ketika melaksanakan daripada apa,,melaksanakan dari pada perjalan Isra' Wal Mi'raj,yg mana terdapat rahasia rajab,
Seperti yg disabdakan oleh Rasulullah,,
Rajab Adalah Bulannya Allaah, Sya'ban Adalah Bulanku, Dan Ramadhan Adalah Bulan Ummatku,,
Makanya Allaah Subhaanahu Wata'alaa. hendak menghususkan,menghususkan siapa ,menghususkan Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam melaui dari pada panggilannya untuk menghadap,,
Kenapa bukan di bulan Ramadhan kejadiannya,? kenapa bukan di bulan Rabi'ul Awwal? bukan di bulan Jumadil Ula,Jumadil tsani,,
Ketapi di bulan Rajab,,karena Rajab Bulannya Allaah,hendaknya Allaah disitu maunya Allaah,hendak megistimewakan mengangakat derajat Rasulullah,yg sekian tingginya di hadapan Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Datang Jibril dikala itu kehadapan Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
Yang diriwayatkan oleh Sayyidina Anas Bin Malik,dalam hadistnya,,
Yaa Muhammad Innallaaha Yuridu An Yukrimuka Fii Hadzihil Laila Yaa Muhammad sesungguhya Allaahu Subhanahu Wata'alaa ingin memuliakan mu Malam ini,,
Li Maada Ya jibril= Dengan Apa???
Nabi Muhammad Masih bertanya? dg apa wahai malaikat jibril??saya ingin di muliakan oleh Allaah dg apa? sehingga engkau mengatakan hal yg demikian,
malaikat Jibril menjawab!! Sesungguhnya Allaah Subhaanahu Wata'alaa. di malam ini memanggilmu,
Itu orang makanya,jikalau mempelajari daripada isi Isra' wal mi'raj,kadang mungkin sebagian orang berkata itu tidak masuk akal itu,ada mahluk bisa menghadap kepada Allaah,, padahal didalam kekuasaan Allaah,yg sedemikian besarnya,tidak ada yg mustahil,,
“INNAMAA AMRUHU IDZAA ARAADA SYAI'AN AN YAQULA LAHU KUN FAYAKUUN"
Makanya rahasia itu terdapat dalam huruf KAFF dan NUN,, makanya Allaah Subhaanahu Wata'alaa. mengatakan,,
“INNAMAA AMRUHU IDZAA ARAADA SYAI'AN AN YAQULA LAHU KUN FAYAKUUN"
JADI !!! MAKA JADILAH,
Tidak ada yg mustahil bagi Allaah Subhaanahu Wata'alaa , kalau kita yg sedemikian kecilnya,hendak mempelajari daripada Isra' Wal Mi'raj,bahkan ketika Jibril hendakj menenmbus Arasy nya Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,, maka jibril mengatakan,wahai muhammad sesungguhnya aku tidak bisa menembus ini tempat kecuali engkau,, makanya jangan sembarangan mebayangkan daripada perjalanan Nabi Muhammad,, saat di Isro'kan,
Meringkas dari itu semuanya, ketika Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam dipanggil oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa menghadap dihadapan Allaah Subhaanahu Wata'alaa Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ketika itu saya berda dalam Arasy nya Allaah Subhaanahu Wata'alaa sebelum menebus daripada Arasy nya Allaah Subhaanahu Wata'alaa
FIIHAA SAB'UNA HIJABAN terdapat 70 hijab,,kata Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Kenapa tentang isra' wal mi'raj itu paling banyak periwayat hadistnya adalah Sayyidina Anas Bin Malik,karena Sayyidina Anas paling banyak menemani Rasulullah,, 10 tahun berkhidmah kepada Rasulullah,,menjadi Khodamnya Rasulullah
Maka dari Ulama' mansunnahkan seseorang itu untuk berkhidmah kepada Ulama' atau shalihin, tanya pada kiai kita tadi,sampean dulu ada namanya khidmah kiai ya? khidmah dg ulama',khidmah dg orang shalihin
Melihat wajahnya orang shalihin katanya Rasulullah,,ada yg meriwayatkan memandang wakah shalihin itu lebih afdhal dari 80 kali ibadah, karena wajah orang shalihin itu mengingatkan kita kehadirat Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Diambil daripada hadist tersebut Paling banyak ceritanya Isra' Wal Mi'raj, itu paling banyak hadistnya periwayatnya Sayyidina Anas Bin Malik,,kenapa? karena Sayyidina Anas Bin Malik paling lama bersama Rasulullah,menemani Rasulullah,, 10 menjadi khodimnya Rasulullah,berkhidmah kepada Rasulullah,
Kemudian Rasulullah berkata kepada sayyidina anas bin malik,,seolah olah bercerita,, Ya anas bin malik seperti ini,seperti itu,,karena ceritanya panjang bener,,kalau di ceritakan semua sampek subuh ga bakal selesai, meringkas itu semua,,
Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam. mengatakan kepada Anas Bin Malik
Wahai Anas ketika saya waktu itu berada didalam hijabnya Allaah Subhaanahu Wata'alaa
FIIHAA SAB'UNA HIJABAN terdapat 70 hijab,, MIN HIJAB ILAL HIJAB FIHAA MASYAFA HOMSYA MI AH SANAH,
Kalau seandainya manusia ada yg selain aku mau melewati daripada hijab tersebut harus menempuh waktunya 500 tahun, ga sembarangan orang,,makanya Rasulullah seperti yg dikatakan oleh Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsy,, BASYARON LAA KAL BASYAR Manusia tapi bukan sembarang manusia,,,
Tapi Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam diceritakan dalam hadist tersebut “KATARFATUL 'AIN“ seperti kejapan mata, kejapan mata langusng sampai pada hijab yg ke 2,kejapan mata lagi sampai pada hijab ke 3,kejapan mata lagi sampai kehijab ke 4,5,6 sampai 70 hijab
Kata Rasulullah,, MIN HIJAB ILAL HIJAB dari Hijab pertama ke hijab 2,,disitu ada malaikat keluar itu keluar menyambut aku, seraya mengatakan "AHLAN WA SAHLAN NI'MAL MAJI U JAA'" katanya malaikat,,dari hijab yg setiap saya tembus. saya disambut oleh malaikat Allaah Subhaanahu Wata'alaa seraya mengatakan,
Sungguh Nikmat Yang Pada Saat ini,, disambut Rasulullah,,
NI'MAL MAJII U JAA'
Nikmat Nikmat orang Yg datang telah datang kata para malaikat, siapa??? Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
SHOLLU ALAN NABI MUHAMMAD,
Itupun kita menjadi mulia,kita menjadi umatnya Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Kemuduian kata Rasulullah, itupun ada ceritanya lagi, dalam hijab yg pertamapun banyak kejadian yg terjadi disana,diceritakan oleh Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam. dijab yg ke duapun demikian,huijab ke empatpun demikian,sampai hijab ke 70
Ketika saya sampai pada hijab yg terakhir kata Rasulullah,,ini liat begitu Romantisnya Rasulullah,,mengajarkan kepada kita manusia untuk selalu mempunyai sifat romantis,harmonis dg siapa? dg yg memberikan nikmat pada kita,yg memberikan nikmat mata,telinga,yg senantiasa memberikan kenikmatan sehinnga Anda duduk,mendengarkan,beshalawat atas Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
Yg mengajarkan harmonis bukan kekasih anda,bukan pasangan anda, yg mengajarkan harmonis adalah Allaah Subhaanahu Wata'alaa. dan Rasul Nya,,
Itu hijab yg terakhir sebelum di buka untuk melihat Dzat Nya Allaah Subhaanahu Wata'alaa diceritakan dalam kitab Al Habib Ali Al Habsy,,dalam kitab maulid Habsy,, Beliau Mengatakan, " TASHADU DZAT BID DZAT"
Seolah olah menyaksikan antara Dzat dan Dzat,,ga ada hijab disitu,sebelum dibuka hijab yg terakhir ini terjadi suatu kejaddian yg begitu istimewa yg begitu indah. yg di alami oleh Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
Kata Rasulullah,, Wahai Anas sebelum hijab yg terakhir itu dibuka
JAA'A ANNIL FAZA'
Datang dalam diriku suatu ketakutan,karena akan bertemu dg Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,, akan bertemu dg Dzat Yg paling mulia,, datang kebimbangan dalam hati Rasulullah,,
Seperti anda jikalau anda mau bertemu dg kekasih anda,bimbang,,
Begitupun Rasulullah disaat itu ketika sebelum dibuka hijab yg terakhir tersebut,datang rasa bimbang FAZA' WAL KHOUF,bukan hanya bimbang dan ketakutan yg menyelimuti diriku,kata Rasulullah,
Kemudian datanglah panggilan dari Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
MAA LAKA YA ABDII
Kenapa engkau wahai hambaku???
MAA LAKA YA HABIBI
Kenapa engkau wahai kekasihku??
Apa yg terjadi??
Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam tidak mau mengungkapkan rasa tersebut,rasa takut,bimbang,risau yg dihadapi oleh Rasulullah ini,selain itu juga senang Rasulullah,,karena akan bertemu dg Allaah Subhaanahu Wata'alaa
Kemudian Allaah Subhaanahu Wata'alaa mengetahui bahwasanya hambanya lagi ketakutan,,
Maka Allaah Subhaanahu Wata'alaa memerintahkan kepada Rasulullah,,
Yaa Muhammad Iqra" Hadzad Du'aa,, itu ada doa yg diajarkan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,yg langsung datang dari Allaah Subhaanahu Wata'alaa kepada siapa? kepada Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Ini untuk menghilangkan Rasa takut,apapaun yg akan ngkau hadapi,menghadapi ujian,menghadapi siapapun tapi jangan gunakan untuk keburukan ya,,membunuh segala macam jangan di amalkan,,
Untuk kebaikan, untuk menhadapi ketakutan jikalau anda sendiri di rumah, baca doa ini, ini amalan dari Allaah Subhaanahu Wata'alaa. yg mengajarkan kepada siapa? nabi kita Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Kata Rasulullah,,wahai anas dikala itu saya di ajarkan sebuah do'a begitu istomewa oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Yaa Abdii,,wahai hambaku,, Yaa Habibi,,wahai kekasihku,, Iqra'Hadzad Du a,, baca ini do'a,,
di ajarkan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa LIT TALQIN,, dg Talqin,
Makanya. ulama ulam kita itu,para wali songo mengambil dari pada kesimpulan hadist tersebut,,disunnahkan nya kita untuk mentalqin didalam fatihah pun kita di snnahkan untuk mentalkin,, Talkin fatihah pun itu ada,ajarannya ada,,Talkinul Mayyit itu ada,mengambil dari pada kejadian yg di alami oleh Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Jadi TALQIN itu Bukan BID'AH,, bukan mengada ngada,, bukan ga di ajarkan,, siapa yg mengajarkan?? Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,kepada siapa?? kepada Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,,
Yaa Abdii ,,Iqra' Hadzad Du a,, wahai hambaKU baca ini doa
Maa Hadza Yaa Rabbi,,
Lihat begitu harmonisnya,begitu indahnya Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam ,begitu sopannya, KAANA KHULUQUHUL QUR AN,,
Akhlaknya Rasulullah itu terdapat semuanya di dalam Al Qur an,, sopan Rasulullah,, ga mentang mentang ini,itu,tidak,,
Maa Hadzaa Yaa Rabbi,,Apa itu Yaa Rabb,,? wahai Allaah,,
Dan dikala itupun Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam tidak melihat sedikitpun daripada Dzatnya Allaah Subhaanahu Wata'alaa kecuali,setelah itu,setelah baca doa tersebut barulah diperkenankan oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa
Bahkan disaat itu dalam sebuah Riwayat dipaksa Rasulullah untuk melihat,, JAMALULLAAH,, Kecantikan Allaah,,Ke Indahan Allaah,,
Lain dengan kita…kita ga ada malunya, melihat itu sedikit sesuatu hal kita mungkin melihat rumah bagus,rumah itu bagus,, padahal melihat rumah itu tanpa ada izin dari si pemilik rumah,Hukumnya Makruh,, itu adab Rasulullah,, jadi gak sembarangan,,
Di Hadramaut gak sembarangan mereka melihat Rumah seseorang gak sembarangan,merekapun menjaga matanya gak sembarangan meskipun hanya melihat rumah orang,takut disitu mungkin ada wanita yg bukan muhrimnya terlihat, maka di jaga pandangan mereka itu,sampai mereka tidak melihat rumah yg bukan miliknya tidak asal melihat mereka itu,
Adab,, seperti halnya siapa?? seperti Cucu Rasulullaah Sayyidina Ali Zainal Abidin, yg mendapat julukan As Sajjad,,Orang yg suka Sujud,, itu melihat bawahnya lebih banyak daripada melihat atasnya,, lain dg kita kalau kita mungkin mentang mentang,ini,, Saya Ini Habaib,saya ini Ulama',saya ini tokoh masyarakat,besar besaran dada,,
Tapi kalau mereka orang shalihin, melihat kebumi itu lebih banyak dari pada mereka melihatnya ke atas,takut sombong, bahwa seseorang jika ada rasa sombong dalam hatinya,,hati hati,, karna Rasulullah bersabda: LAA YADHULUL JANNA MAN KAANA FII QOLBIHI MITSQOLA DZARRATIN MINAL KIBIR,
~Tidak akan masuk syurga,tidak mencium baunya syurga,jikalau di dalam hati seorang mukmin terdapat sebutir dari sifat sombong~
Sebutir sifat sombong yg anda punya,anda Alim,apa yg anda punya Jabatan,harta, sedikit anda,yg tau sombong antara anda dg Allaah, manusia tidak bisa menghukumkan,bahwa fulan sombong,fulan ga sombong,fulan tawaddhu',,yg bisa itu Allaah,antara anda dg Allaah jikalau sudah merasa tawadhu' ya sudah Alhamdulillaah,jadi ga bisa disimpulkan,, orang ini sombong,orang ini tawadhu' ga bisa,,itu semua penyakit penyakit hati yg tau siapa?? yg tau antara hamba dg Allaah,, sebutir sedikit yg memiliki sifat sombong dalam hati manusia,maka ia tidak akan masuk syurganya Allaah,, Wal Iyaadu Billaah Min Dzalik,,
Mudah Mudahan kita semua di hilangkan sifat sombong dalam diri kita oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,sehingga kita bisa mencium bau syurganya Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Laa Ainun Ro'at,,Wa Laa Udunun Sami'at,,WA Laa Khatoro Alaa Qolbi Basyar,,
Karena waktunya sudah cukup malam,ceritanya kita sambung tahun depan insyaa Allaah,atau mungkin bisa ikuti ceritanya Isra' wal mi'raj Kamis 8 mei di masjid Manarul Ilmi,kawasan Kampus ITS surabaya,,kita ada tabligh Akbar monggo bagi yg mau hadir,tidak dipungut biaya,Gratis, Insyaa Allaah ceritanya Isra' wal mi'raj dari pertama tapi mungkin tidak bisa diceritakan semuanya,sedikit kita ceritakan tapi insyaa Allaah. semoga kita bisa mengambil dari pada Berkahnya,dari pada Isra' Wal Mi'raj,daripada Rahasia dari Rajab Tersebut sehingga kita semua mendapatkan ampunan daripada Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,mendapat Rahasia daripada isra' wal mi'raj Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Marilah dikesempatan yg mulia ini,kita Berdzikir kepada Allaah, Kita Betdzikir,sejenak kita tundukkan hati dan pikiran kita kehadirat Allaah Subhaanahu Wata'alaa seperti halnya yg di alami Rasulullaahi Shallallaahu'Alaihi Washahbihi Wasallam
Kalau Rasulullah menundukkan wajahnya kepada Allaah,,lalu apakah kita tidak pantas untuk menundukkan hati kita kepada Allaah,, apa kita masih amu tetap saja ketawa ketawa kepada Allaah,,tidak mau mengingat dosa dosa kita yg kita lakukan terhadap Allaah,, tidak ingat dg sifat sombong yg ada dalam diri kita,menjelekkan orang,memfitnah orang dll,,sudah cukup ini semua,,ini bulan rajab. mau kapan lagi kita akan bertaubat kehadirat Allaah,kalau bukan mulai saat ini di bulan yg mulia ini,
Seandainya kita bermaksiat di malam ini, pagi kita minta ampun di ampuni oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Seandainya kita bermaksiat di pagi hari,,sore hari malam hari kita beristighfar minta ampun kepada Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,pasti kita di ampuni oleh Allaah Subhaanahu Wata'alaa ,,
Jangan melihat kita dari golongan ini,golongan ini,tapi kita satukan diri kita,,
Kita Islam,,Islam satu,bendera kita LAA ILAA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAAH,,
Ayo kita berdzikir kehadirat Allaah Subhaanahu Wata'alaa
seraya kita menyeru kalimah YAA ALLAAH YAA ALLAAH,kita ingat dosa dosa kita,semoga Allaah Subhaanahu Wata'alaa. mengampuni semua dosa dosa kita,,
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
يَا الله …يَا الله …يَا الله …يَا الله …يَا الله … يَا الله ...يَا الله...
Langganan:
Postingan (Atom)