Google+ Badge

Sabtu, 03 Januari 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus - Safari Dakwah - Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum - Desa Wonokerto, Dukun – Gresik Rabu 25 Juni 2014

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Sama sama kita muliakan para Habaib, para ‘Alim ulama, tokoh masyarakat, para orang-orang tua disini bapak-bapak dan ibu-ibunya, serta semuanya yang hadir dikesempatan yang mulia ini mudah-mudahan kita dimuliakan oleh Allah swt, wabilkhusus Kyai Muhammad Afifuddin Marzuqi sebagai pengasuh yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah swt.
Mudah-mudahan dimalam hari yang sangat mulia ini kita diberikan keberkahan oleh Allah swt..Aamiin..
Mudah-mudahan dikesempatan yang sangat mulia ini dimalam yang sangat indah ini senantiasa kita diberikan syafaat oleh Nabi kita Muhammad saw..Aamiin...
Mudah-mudahan kita dipertemukan dan diberikan kesempatan hingga mencium tangan sang Nabi, mencium tangan sang Rasul hingga Rasul menggandeng kita masuk ke surganya Allah swt.

Puji syukur kehadirat Allah swt yang senantiasa memulyakan kita semuanya, yang senantiasa memberikan kepada kita kemuliaan Nya hingga kita berkumpul disuatu tempat yang disifatkan oleh Baginda Nabi “Taman daripada taman surganya Allah swt”.

Teringat ketika saya baru pertama kali dibawa oleh orang tua saya ke pondok pesantren. Ketika saya telah lulus daripada pendidikan sekolah dasar, ketika itu orang tua saya membawa saya ke pondok pesantren teringat di tempat seperti ini. Disalah satu pondok pesantren di Kota Malang, begitu semangatnya orang tua saya untuk menyekolahkan saya untuk menjadi santri itu sampai kita berangkat habis subuh.
Pernah saya duduk dengan temen saya, rekan saya yang pendiri Majelis Rasulullah saw pusat Jakarta Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa yang beliau sudah saya anggap sebagai guru saya pribadi. Ketika saya hadir di majelisnya beliau di Monas saya tanya kepada beliau :
“Wahai Habib ini majelismu sudah banyak sekali yang hadir sampai 1juta sampai 2 juta orang”. Tersenyum beliau sambil berkata kepada saya “Majelis saya ini sangat sedikit sekali. Di Jakarta Bib penduduknya itu 7 juta sampai 8 juta orang, yang hadir di majelis saya 1 juta yang 6 juta atau 7 juta orang kemana..?” maka dar ini beliau mengatakan kepada saya “Ini kesempatan kita untuk merangkul daripada para pemuda”.
Jangan jadikan majelis ini sebagai saingan jangan..ini majelis itu, ini majelis itu ini kalau bukan dari golongan saya, saya nggak mau bukan itu maksud daripada diadakanya majelis. Kalau anda beranggapan punya hati seperti ini tidak akan menjadi sukses biarpun yang hadir 20 ribu sampai 40 ribu orang.
Iblis pengikutnya sedikit apa banyak ibu-ibu..? banyak lebih dari 20 juta pengikutnya iblis itu. Setan nya masing-masing, ada setan kamar mandi sendiri, bagian telinga sendiri, bagian kaki sendiri masing-masing itu. Makanya dari itulah ada daripada majelis-majelis dikhususkan di Kota Surabaya ada Majelis Rasulullah, ada majelis Ahbabul Mustofa, ada Syeckher. Itu adalah fasilitas kita untuk makin dekat makin merapat satu dengan yang lain tidak ada unsur saing-saingan sehingga kita bisa mengetahui maksud daripada ilmu itu apa..!!! Kalau seandainya kita tidak mengertiarti dan maksud daripada majelis ilmu sungguh kita tidak ada artinya.

Ada wali songo ada sunan Ampel, ada sunan Kalijogo ini dan segala macem kenapa mereka berhasil..? karena satu dengan yang lain mereka saling menghormati. Kalau seandainya ada dari mereka tidak tahu nanya ke sunan Bonang, sunan Bonang nggak tahu nanya ke sunan Ampel. Mereka itu satu sama yang lain saling menghormati sehingga Indonesia bisa dikuasai dari sabang sampai merauke, bukan hanya wilayah jawa timur, bukan hanya wilayah jawa tengah, wilayah Jakarta..sabang sampai merauke berhasil dikuasai karena kenapa..? karena iman mereka.
Diantara murid2nya satu dengan yang lain tidak saling meremehkan, jangan kau meremehkan muridnya sunan Muria jangan…jangan kau meremehkan muridnya sunan Bonang jangan..satu kita..!!!! Manhajnya satu Ahlusunnah wal jamaah, maksudnya Nabi Muhammad saw..!!! Shallu’alannabi Muhammad..itu maksud daripada adanya majelis-majelis, adanya perkumpulan-perkumpulan shlawat, tahlil dan segala macem itu maksudnya.
Bahkan terjadi di Kota Afrika, terjadi di zamanya Habib Ahmad Al Haddad yang mana beliau itu suaranya nggak bagus, tetapi ketika melantunkan daripada lisan yang suci, hati yang tidak pernah bermaksiat ketika mengucapkan “Ya Rabbi Shalli’ala Muhammad..” 10.000 orang dikala itu masuk Islam ditanganya.
Mudah-mudahan kita selalu dimuliakan oleh Allah SWT, mari di kesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir sama-sama kehadirat Allah SWT, kita sama-sama mengucapkan daripada kalimat Ya Allah.. Ya Allah... sambil berdoa kehadirat Allah SWT

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar