Google+ Badge

Sabtu, 03 Januari 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus - Masjid Al-Amien - Tambak Pokak – Surabaya, Senin 23 Juni 2014

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Sama sama kita muliakan para Habaib, para ‘Alim ulama, tokoh masyarakat, wabilkhusus Kyai Sumadi Ahmad mudah-mudahan beliau selalu di muliakan oleh Allah swt, mudah-mudahan selalu tambah sehat. Dan mudah-mudahan kita yang hadir dikesempatan yang sangat mulia ini selalu dimuliakan oleh Allah swt ..Aamiin ya robbal’alamin 3x…
Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin 2x.. Alladzi anqodznaa wa iyyakum min dzulmatiljahli waddayaajiriAlhamdulillah…Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa…Shollalla’alaikallohu baariukalladzi bikaya musyafa’u khoshonna wahabanaa ma’a aalikalathhari ma’dinisirrikalasma fahum sufununnajati himanaa…
Alhamdulillah pertama-tama marilah kita senantiasa memuliakan dan memuji Allah swt... Karena dengan karunia nikmatnya kita bisa hadir di kesempatan yang sangat mulia ini, kita berdzikir, kita bershalawat, kita memuji kepada Nabi kita Muhammad saw, kita berharap mudah-mudahan kita di hari kiamat kita bersama Nabi kita Muhammad saw.
Maka dikesempatan yang sangat mulia ini saya hendak sedikit menjelaskan tentang adanya Majelis Rasulullah ini, sehingga tidak ada pikiran-pikiran orang-orang yang mungkin, bahwasanya kita ini ada sebagian orang yang berprasangka aliran-aliran yang tidak benar, namun maksud dari majelis ini semata-mata mengajak pemuda-pemuda untuk selalu cinta kepada Nabi Muhammad saw. Shallu’alannabi Muhammad….
Dan adanya majelis ini tidak ada unsur politik, tidak ada unsur duniawi, tidak ada.. murni dakwah, murni mengajak orang dalam kebaikan dan tidak sebagai penyaing daripada majelis-majelis yang lain justru kita pingin bersatu. Bahwasanya Majelis Rasulullah ini termasuk daripada NU, bahkan darahnya NU tidak keluar daripada jalannya NU. Bukan mengajak orang dalam kemaksiatan, tidak mengajak orang dalam hal-hal yang tidak layak.
Bahkan yang hadir disini bapak-bapak dan ibu-ibu perlu saya jelaskan, ada beberapa wilayah yang hadir dikesempatan yang mulia ini. Ada yang hadir dari wilayah Madura, ada yang dari Ponorogo, ada dari Jakarta, ada yang hadir dari Kalimantan, ada juga yang hadir dari beberapa wilayah daripada wilayah-wilayah di kota Surabaya dan wilayah Sidoarjo. Misinya itu semuanya adalah mengajak orang senantiasa berdzikir kepada Allah swt, senantiasa mengajak orang selalu mengidolakan Nabi kita Muhammad saw, Shallu’alannabi Muhammad…
Jikalau kita senantiasa mengidolakan Nabi kita Muhammad saw insyaallah kita akan diidolakan oleh Nabi kitaMuhammad saw.
Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu jangan khawatir dengan adanya anak-anak sampean yang ikut di majelis ini, perlu saya perjelas bahwasanya majelis ini bukan majelis yang keluar dari jalannya ahlusunnah wal jamaah, tidak. Justru kita lurus dengan jalannya ahlusunnah wal jamaah yang mana kita semata-mata mengingat berdzikir kepada Allah swt, bershalawat kepada Nabi kita Muhammad saw dan juga memberikan tanaman-tanaman, inspirasi-inspirasi kepada pemuda-pemuda, hingga mereka selalu mengidolakan Nabi kita Muhammad saw.
Jikalau sudah kita berikan kepada pemuda-pemuda untuk selalu cinta kepada Nabi kita Muhammad saw, maka didalam keseharian mereka, didalam setiap waktu mereka maka selalu mengidolakan Nabi kita Muhammad saw.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt karena di zaman sekarang yang sudah kita jumpai ini penuh dengan fitnah, penuh dengan ajaran-ajaran yang mana menjauhkan pemuda-pemuda di zaman kita ini, senantiasa mengidolakan selain daripada Nabi kita Muhammad saw. Bahkan didalam idolanya mereka adalah orang-orang barat, idola mereka adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah swt, idolanya mereka adalah orang-orang yang tidak pernah sholat. Tetapi dengan adanya majelis ini kita gabung dari semua majelis-majelis yang ada di wilayah jawa timur, kita besarkan majelis ini sehingga wilayah jawa timur menjadi wilayah Sayyidina Muhammad saw. Allahu akbar 3x…!!!
Mudah-mudahan kita dimuliakan oleh Allah swt, jadi itu sedikit riwayat daripada adanya majelis yang kita namakan Majelis Rasulullah daripada wilayah jawa timur. Kalau seandainya bapak-bapak dan ibu-ibu mau mengetahui tentang riwayat-riwayat kami itu ada di website, mungkin bisa dilihat di internet acara-acara kita ada, kegiatan-kegiatan kita ada juga, tausiyah-tausiyah yang selama kita pindah-pindah dari tempat-tempat yang lain, yang mana umurnya Majelis Rasulullah ini yang mengajak pemuda-pemuda ini belum setahun umurnya, yang mana kita masih merangkul daripada para ‘alim ulama, tokoh masyarakat sehingga di wilayah jawa timur ini senantiasa bershalawat kepada Nabi kita Muhammad saw.
Mungkin bisa dilihat di internet ada daripada website www.majelisrasulullah-jatim.org disitu bisa dilihat daripada kegiatan-kegiatan kita di wilayah-wilayah mana saja.
Dikesempatan yang sangat mulia ini, beliau tadi, bapak Kyai telah menyebutkan sedikit tentang daripada riwayat Isra’ wal mi’raj. Tetapi saya dikesempatan yang sangat mulia ini akan sedikit menceritakan bagaimana pentingnya ketika kita menyambut bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang begitu mulia, bulan Ramadhan adalah bulan yang begitu indah, yang mana para orang-orang sholeh terdahulu itu enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan mereka itu menanti daripada datangnya bulan Ramadhan. Penantianya pak, bu… bukan seperti kita… kalau seandainya kita ini, jikalau menanti bulan Ramadhan mungkin yang kita isi banyaknya apa..? banyaknya makanan kita siapkan, karena mungkin menunya masakan di bulan Ramadhan lain lebih special daripada bulan-bulan yang lain. Tetapi kalau orang-orang sholeh orang-orang yang kenal dengan Allah swt itu, yang mereka persiapkan enam bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan, yang paling utama mereka siapkan niat mereka kepada Allah swt. Sehingga mereka menyambut bulan Ramadhan penuh dengan kesiapan. Misalkan kita mungkin sekarang pasang niat, niat yang pertama mungkin saya niat, wahai Allah… aku akan menghkatamkan Al Qur’an selama di bulan Ramadhan sebanyak 5 kali. Jadi kalau bisa Ramadhan yang akan kita jelang sebentar lagi yang tinggal beberapa hari ini harus beda dengan bulan Ramadhan yang kemarin, jangan sama. Jikalau anda sama seperti bulan Ramadhan yang kemarin maka kita wal iyadhubillahi mindzalik termasuk golongan orang-orang yang rugi, termasuk golongan orang-orang yang tidak mendapatkan keberuntungan daripada Allah swt. Lebih-lebih jikalau mereka tidak mengkhatamkan Al Qur’an, bahkan tidak membaca Al Qur’an, lebih-lebih lagi tidak shalat tarwih. Apalagi di zaman sekarang ini orang justru banyak dengan adanya perselisihan yang satu bilang yang 20 rakaat lebih afdhal, yang satu bilang 8 rakaat lebih afdhal. Kalau saya katakan pribadi, yang afdhol… istiqomahkan anda mulai dari malam pertama 20 rakaat sampai dimalam terakhir dimalam 29 atau malam 30, istiqomahkan untuk shalat 20 rakaat, jikalau anda rutin 8 rakaat istiqomahkan 8 rakaat. Yang paling sia-sia yang paling rugi adalah mereka-mereka yang tidak shalat tarwih, itu yang rugi.
Karena shalat tarwih itu adalah “khususiyyah”, adalah suatu shalat yang dikhususkan oleh Allah swt di bulan Ramadhan, tidak boleh dilaksanakan di luar bulan Ramadhan. Makanya itu, dengan bulan Ramadhan itulah kita gunakan waktu kita untuk selalu kita berkomunikasi dengan Allah swt. Jangan kita jadikan bulan Ramadhan itu untuk begadang. Banyak orang yang “melekan” kata orang Surabaya, tetapi jadikan begadangnya itu dengan apa..? dengan tadarus Al Qur’an, diisi masjidnya. Masjid Al Amien di Tambak Pokak diisi supaya banyak, mungkin kadang-kadang jikalau shalat tarwih mungkin di awal-awal di malam-malam pertama mungkin giat, di malam ke dua mulai sudah, malam ke tiga apa lagi, malam ke empat ke lima sudah tambah merosot-tambah merosot sehingga tinggal satu shaf, jangan…!!!



Jadikan bulan Ramadhan sebagai syiar tempat pendekatan kita kehadirat Allah swt sehingga ketika kita diberikan oleh Allah swt suatu penghargaan, apa itu penghargaanya..? penghargaanya adanya hari kemenangan hari Idul Fitri, hari kemenangan yang dikhususkan oleh Allah swt bagi mereka yang bermujahadah betul-betul di bulan Ramadhan.
Lebih parah lagi ada orang merayakan hari raya tetapi dia tidak mau puasa, ada orang yang merayakan hari raya membeli baju baru tetapi dia tidak mau shalat tarwih ini aneh orang-orang di zaman ini.
Padahal Allah swt telah mewajibkan kepada kita, begitu mulianya Allah swt memanggil bagi orang-orang yang beriman untuk senantiasa berpuasa di bulan Ramadhan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Jadi puncaknya kita bertaqwa kepada Allah swt, dengan apa..? dengan adanya puasanya itu tadi, dengan adab-adab daripada puasa. Karena didalam puasa pun ada tatacaranya. Nggak tahu belajar dengan ada ustadnya disini, ada kyainya disini ada ‘alim ulamanya disini belajar tentang apa..? tentang yang namanya puasa bagaimana niatnya puasa, bagaimana kemuliaan puasa. Sehingga kita melaksanakan daripada ibadah puasa itu bukan sebagai ritual saja biasa, tetapi suatu ibadah kepada Allah swt yang menjadikan hubungan kita semakin dekat dengan Allah swt.
Contoh halnya bapak-bapak dan ibu-ibu, saya contohkan di sini hadirin dan hadirat saya contohkan jikalau ada seseorang ketika mau makan, mau minum jikalau dia ketika makan hanya sebagai ritual untuk mengenyangkan perutnya saja maka makanya tidak ada artinya, minumnya pun tidak ada artinya. Tetapi jikalau dia makan dengan niat yang betul :
“wahai Allah saya niat merasakan daripada kenikmatanmu ini untuk saya semakin kuat beribadah kepada Engkau wahai Allah”.
Maka setiap suapan nasi yang disuapkan kedalam mulutnya mengandung apa…? Mengandung niat tingkat ibadah yang begitu mulia kepada Allah swt, tapi jikalau makan, minum, ibadah, tidur, melewati bulan Ramadhan begitu saja tidak ada artinya, maka Rasulullah saw mewanti-wanti kita, kata Rasulullah :
“wahai manusia shalatmu ke shalat yang lain, jum’at yang pertama ke jum’at yang kedua dan Ramadhan ke Ramadhan yang lain sebagai penghapus dosa-dosa besar kita yang sudah kita lakukan”.

Mudah-mudahan kita selalu dimuliakan oleh Allahswt, mari dikesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir sama-sama kehadirat Allah swt, kita sama-sama mengucapkan daripada kalimat Ya Allah..Ya Allah..sambil kita berdoa kehadirat Allah swt. Kita tundukkan hati kita kehadirat Allah swt kita jadikan waktu yang sebentar ini khusus untuk Allah swt, hilangkan dunia dulu. Di majelis yang sangat mulia ini apalagi kita kumpul dengan para ulama, para Habaib, para kyai semuanya pasti “Tidak berkumpul ummatku didalam 40 orang pasti ada disitu waliyullah”. Kita yakin disitu, kita berdzikir bersama-sama kehadirat Allah swt hadirkan hajatmu, niatmu apalagi kita sebentar lagi akan menyambut bulan Ramadhan kita sama-sama mengucapkan daripada kalimat Ya Allah..Ya Allah…

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله..يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar