Google+ Badge

Sabtu, 03 Januari 2015

Tausiyah Habibana Idrus bin Muhammad Al Aydrus - Masjid Al Haq – Perum MCG Desa Bligo, Candi - Sidoarjo, 13 April 2014

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,


Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin…Alladzi anqodznaa wa iyyakum min dzulmatiljahli waddayaajiri, Alhamdulillah…Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa…Shollalla’alaikallohu baariukalladzi bikaya musyafa’u khoshonna wahabanaa ma’a aalikalathhari ma’dinisirrikalasma fahum sufununnajati himanaa,,Allohumma sholliwasallim’ala Sayyidina Muhammadin ‘abdika wa Rosulika Nabiyyil ummiyy waalaalihi waazwajihi wadurriyatihi…kamaasholaita’ala Sayyidina Ibrohima wa’ala alihi Sayyidina Ibrohim…wabarik’ala Sayyidina Muhammadin ‘abdika wa Rosulika Nabiyyil ummiyy wa’ala alihi waazwajihi wadurriyatihi… kamabarokta’ala Sayyidina Ibrohima wa’ala alihi Sayyidina Ibrohim fil’alamina innaka hamidummajid.
Alhamdulillah sama sama kita muliakan para Habaib, para alim ulama, tokoh masyarakat, para orang-orang tua, para kyai, para ulama yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu nama – nama mereka tapi tidak menguragi rasa hormat saya kepada mereka, yang mana mereka sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, ketahuilah bahwasanya Allah swt pingin kita menjadi baik, bahwasanya Allah swt selalu menginginkan untuk beramal daripada amalan yang baik, bahwasanya Allah swt selalu menginginkan kita untuk merapatkan daripada barisan kita sebagaimana kita menjadi orang muslimin dan muslimat, khususnya lebih lagi kita sebagai ummatnya Sayyidina Muhammad saw.

Daripada firman Allah swt, senantiasa Allah swt bahkan mungkin kita sering kenal daripada firman tersebut “Wama kholaqtul jinna wal insa illa liyakbudun”
“Tidak Aku ciptakan jin dan para manusia tersebut kecuali mereka harus mengenal daripada misi kehidupan dan tujuan mereka kepada Aku”.
Tidak lebih bahwasanya kita diciptakan oleh Allah swt hanyalah beribadah kepada Allah swt. Beribadah kepada Allah swt, dan kita selalu memperbaiki daripada hubungan kita kehadirat Allah swt. Tetapi daripada itu semuanya jikalau manusia tersebut pingin hubunganya selalu indah dengan Allah swt, pingin harmonis selalu hubunganya dengan Allah swt, jangan sampai didalam keibadahan kita masuk daripada hawa nafsu, masuk daripada setan didalam tubuh kita sehingga merusak daripada amal ibadah kita kehadirat Allah swt.

Disabdakan oleh Baginda Nabi kita Muhammad saw didalam riwayat sahibul Bukhari,
yang mana Rasulullah saw mengajak didalam hadist tersebut, sehingga kita mengenal dan merasakan daripada iman kita yang mana mungkin kita hafal daripada hadist – hadist yang mana menerangkan "Antukmina billah wamalaikatihi wakutubihi warusulihi wabilqodari khairihi wasyarihi ilallahi ta'ala" Jikalau seseorang sudah merasakan dan mengatakan dan beristiqar dan meyakini bahwasanya “antukminubillah” tidak ada tuhan selain Allah, harus ada yang merasakan daripada iman tersebut. Jangan sampai kita yang sudah lahir didalam dunia ini dalam keadaan beriman kepada Allah tetapi kita tidak merasakan daripada iman tersebut wal iyadzu billahimindzalik.
Maka kita jumpai didalam zaman yang sudah banyak penuh fitnah ini, orang muslimin dan muslimat dirusak oleh orang-orang yang tidak beriman dengan Allah swt daripada apa? Daripada merasakan daripada keimanan mereka kepada Allah swt.
Ketika seseorang melaksanakan shalat, ketika seseorang berkumpul disuatu tempat yang dimuliakan oleh Allah swt seperti ini, ketika berjumpa dengan temanya orang muslimin dan orang muslimat yang lain tidak merasakan rindu!!! Bahkan mungkin satu sama yang lain hadir dalam majelis dalam keadaan dongkol, dalam keadaan iri dengki, dalam keadaan serakah dll wal iyadzu billahimindzalik.
Jangan kita rusak daripada dzikir kepada Allah swt seperti ini tidak ada manfaatnya…
Makanya disabdakan oleh Baginda Nabi kita Muhammad saw, 3 hal kata Rasulullah saw jikalau terdapat dihati orang muslimin dia akan merasakan nikmatnya beriman kepada Allah swt, lebih enak daripada kita merasakan makanan, lebih nyaman daripada kita merasakan minuman yang kita minum, lebih enak daripada kendaraan yang kita kendarai, lebih enak daripada rumah yang kita huni jikalau kita melaksanakan 3 hal tersebut yang disabdakan oleh Baginda Nabi kita Muhammad saw, sehingga kita merasakan daripada apa? iman kepada Allah swt.
Karena seseorang yang mengaku beriman kepada Allah swt akan merasakan daripada lezatnya iman, akan merasakan daripada lezatnya berdzikir kepada Allah swt, merasakan daripada dahsyatnya shalawat kepada Baginda Nabi kita Muhammad saw, satu majelis yang dia hadiri maka akan membuat tertolaknya balak di barat dan di timur, karena merakan daripada apa? Merasakan daripada manisnya beriman dengan Allah swt.
Jika terdapat 3 hal tersebut didalam diri manusia dia akan merasakan "halawatul iman.
Anda tahu permen? Permen ada yang manis, ada yang asam, ada yang asin dll rasanya macam-macam. Begitupun masakan ada yang rasanya manis, ada yang rasanya pedas, begitupun kita jikalau kita beriman kepada Allah swt, jikalau kita merasakan daripada kenikmatan iman, maka jikalau kita berdzikir ditempat yang penuh mulia ini kita mersakan nikmatnya berdzikir kepada Allah swt, merasakan daripada nikmatnya bershalawat kepada Nabi kita Muhammad saw, apa itu resepnya kata Rasulullah saw? “Sudah sepantasnya Allah dan Rasul-Nya itu lebih dicintai dari yang selainya.” Hadir majelis karena Allah, kita berdzikir karena Allah, bertemu orang muslimin jikalau kita berjabat satu sama yang lain merasakan kekuatan orang muslimin karena Allah.

Diriwayatkan oleh Rasulullah saw ketika orang muhajirin sampai di kota Madinah, awal mula yang dilakukan Nabi Muhammad saw adalah apa? Disatukan orang muhajirin dan orang anshar tidak lain, bukan lantas begitu datang ayo shalat, bukan lantas datang ayo zakat, ayo perang, ayo jihad, ayo besarkan bendera, tidak..!!!
Ayo persahabatan satu sama yang lain, peluklah anda satu sama yang lain, berjabatlah tangan satu sama yang lain, karena apa? Karena Allah swt..!!!
Bahkan mereka sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw satu sama yang lain merasakan, jikalau tidak ada teman disebelahnya merasakan kehilangan dia mana temanku? Bahkan didalam shalat jikalau mereka tidak ada temanya merasa kehilangan, mana sahabatku itu? Ditanya, saling menanyakan..itu yang harus kita cari dizaman sekarang kekuatan orang muslim dan orang muslimah.
Tidak mengedepankan ego kita, Tidak mengedepankan emosi kita, kalau saya itu harus gini, kalau saya itu harus gini, bukan seperti itu ajaran Nabi Muhammad saw…
Makanya mereka para sahabat-sahabat itu selalu ada yang namanya penyelesaian daripada masalah pasti ada,,makanya kata Rasulullah saw”Tidak akan ada rugi kalau mereka itu bermusyawarah”
Jangan diputuskan sendiri..!!! apapun bentuknya, biarpun shalat kita kadang-kadang timbul hawa nafsu, ada..karena mungkin shalat kita kadang-kadang bukan buat Allah dan Rasul-Nya.
Makanya kata Rasulullah saw” Sudah sepantasnya Allah dan Rasul-Nya lebih engkau dicintai daripada selainya.” Berdzikir kepada Allah swt “lailaahailallah” ketika kita berdzikir seolah-olah yang kita ucapkan ini hanyalah Allah swt, ketika kita bershalawat kepada nabi kita Muhammad saw kita yakini bahwasanya Nabi Muhammad adalah manusia yang begitu mulia…!!! tidak ada tujuan lain, tidak ada tujuan A, tidak ada tujuan B, semata-mata apa? Allah dan Rasul-Nya.
Ketika seseorang shalat “innashalati, wanusuki” sering kita lakukan, bahkan sering kita ucapkan hal tersebut, tetapi masih banyak dari kita mungkin yang bicara juga, yang bicara mungkin manusia yang nggak sempurna, namanya manusia.. Manusia yang paling sempurna adalah siapa? Nabi kita Muhammad saw, Shallu’alannabi Muhammad…!!!
“Innashalati, wanusuki, wamahyaya” kita kontrol betul-betul komunikasi kita denganAllah swt, sehingga sujud kita, rukuk kita, hadir majelis kita, dzikir kepada Allah swt, shalawat kita hanyalah Allah dan Rasul-Nya, bukan ada maksud yang lain, bukan mengedepankan daripada ego dan emosi bukan…itu bukan caranya Nabi Muhamad saw ”Sudah sepantasnya Allah dan Rasul-Nya lebih engkau dicintai daripada selainya.”
Saya berjabat tangan dengan sahabat saya... saya yakin bahwasanya sahabat saya ini adalah ciptaan Allah, ketika saya merangkul teman saya… saya yakin bahwasanya saya berteman karena Allah, ketika saya memberikan didikan kepada anak saya… saya yakin bahwasanya saya didik anak saya ini hanya karena Allah, ketika saya berhubungan suami istri begitupun sebaliknya istri berhubungan dengan suaminya hanya karena Allah..!! tidak akan merasakan capek tidak akan merasakan kesal tidak ada.. mau diperhatikan, mau disanjung, mau dipuji, mau dijelekkan, mau diapapun yang penting amalanku yang aku laksanakan Allah dan Rasul-Nya tidak ada maksud yang lain..!!! dan ini majelis seperti itu. Tidak ada unsur yang lain, semata-mata karena hanya karean Allah swt. Berkumpul karena Allah, shalat karena Allah, menjenguk orang sakit karena Allah, ketika kita hadir jenazah karena Allah, bukan karena nggak enak kalau seandainya saya nggak hadir…jikalau anda hadir dalam suatu majelis karena nggak enak ada unsur keterpaksaan, bukan karena Allah timbul penyakit namanya apa? Nanti saya nggak diajak, kerja saya sia-sia, amalan saya nggak dilihat, capek manusia seperti itu..!!!
Makanya orang muslimin disibukkan dengan itu, orang-orang kuffar yang sudah melangit mereka sehingga merusak moral Islam, mereka berhasil apapun mereka lakukan, tidak ada unsur dari mereka apa? Saya ini kerja, saya seperti ini, tidak ada..ayo sama-sama anda punya apa, saya punya ini, saya punya ini..ayo kita jalan rusak orang muslimin.
Orang musliminya ribut dengan khilafiyah, orang musliminya ribut dengan berbeda pendapat, si A fulan berpendapat seperti ini, ulama seperti ini, NU seperti ini, Muhammadiyah seperti ini, kapan..!!!! Mau sampai kapan kita akan mendapat ridho dari Allah swt sampai kapan jikalau seperti ini aja..!!!!
NU nya ribut cadar..cadar..Muhammadiyahnya ribut qunut..qunut..tahlil..kapan? ambil sisi baiknya. Melihat orang pakai cadar orang aneh, padahal ini orang NU juga, makanya kita ini masih dalam ketiduran. Kalau seandainya cadar itu adalah bukan pakaian wanita muslimah, kenapa dibiarkan istri-istri Nabi bercadar? Siapa yang anda tiru? Jangan berpendapat bahwasanya cadar itu pakaianya suatu kelompok salah arti anda…cadar itu pakainya malu seorang muslimah.
Syukur-syukur yang perlu anda urusi adalah orang yang telanjang bulat diluaran sana. yang harus kita urusi seperti itu..doakan mereka dapat hidayah. Jikalau kita melihat ada seorang wanita nggak bisa pakai cadar ya syukur-syukur pakai jilbab.
Pernah Rasulullah saw dalam riwayat sahibul Bukhari diceritakan Rasulullah saw pernah berkumpul dengan sahabatnya ditanya oleh Rasulullah saw ”wahai sahabatku wanita apa yang paling baik?” disitu Abubakar, Umar, Usman, dan Ali nggak bisa jawab pertanyaan Nabi Muhammad saw padahal orang-orang mulia. Ali aja nggak bisa jawab, lantas pulang semua ini sahabat kerumahnya masing-masing, Sayyidina Ali masih bingung. Sampai rumahnya disambut oleh istrinya putri Nabi Muhammad saw, “Kenapa engkau wahai suamiku, kenapa engkau bingung kenapa..?”
“Tadi kita semuanya diberikan PR oleh Rasulullah saw ditanya oleh Rasulullah saw, wanita apa yang paling baik?”
“Oo ya udah biar saya aja yang jawab” kata Sayyidatina Fatimah
“Apa jawabanya biar saya yang jawab aja”
“Engkau duduk sini, saya akan datang ke rumah ayahku daripada abahku Rasulullah saw”.
Datanglah putri kesayangan Nabi Muhammad saw, kebiasaan putri kesayangan Rasulullah Sayyidatina Fatimah itu kalau sudah datang ke rumah Rasulullah saw, disambut oleh Rasulullah. Penyambutanya bukan biasa, penyambutan yang istimewa. Bahkan Rasululullah saw jikalau mengetahui yang mengetuk pinyu Sayyidatina Fatimah berdiri dari majelisnya, dicium keningnya Sayyidatina Fatimah didudukkan di majelisnya, Rasulullah saw duduk didepanya Sayyidatina Fatimah.
Sayyidatina Fatimah mengatakan “Sebaik baik wanita yang tidak melihat laki-laki dan juga tidak dilihat laki-laki”. “Ini jawaban yang aku tunggu dari engkau ya Fatimah”.
Makanya kita kadang-kadang nggak merasakan daripada nikmatnya iman dengan Allah swt. NU nya ribut tahlil ini…Muhammadiyahnya ribut ini bidah, dzikir ini, dzikir itu, qunut itu..padahal satu sama yang lain jamaah muslimin, anda berpendapat seperti ini ya silahkan monggo..saya berpendapat seperti ini ya silahkan…ayo kita satukan barisan..!!! Satukan barisan apa? Untuk mendapat ridhonya Allah ”Sudah sepantasnya Allah dan Rasul-Nya lebih engkau cintai daripada selainya.” Itu merasakan daripada kenikmatan kita beriman kepada Allah swt, bukan sikut-sikutan, bukan saling menjatuhkan..”itu seumuran sama saya” naudzubillahi mindzalik. Makanya kita nggak berkembang Islamnya, diremehkan, orang Islamnya gampang dikibulin, orang Islamnya gampang apa, gampang diadu domba.
Jangan heran Allah swt sudah menegaskan didalam Al qur’an, orang yahudi, orang non Islam itu yang tidak beriman kepada Allah, tidak akan rela kepada kalian sampai kalian mengikuti ajaran dan kebudayaan mereka. Kok melihat orang yang pakai jilbab diketawain, kok melihat orang yang bercadar diketawain, “ooh ninja…” kok melihat orang yang menutup aurat dikatakan ini dan itu..dimana letak keimanan kita kepada Allah swt? Itu pakaian istrinya Nabi Muhammad saw, itu pakaian sahabiyat-sahabiyat…
Bahkan didalam riwayat Sayyidatina Fatimah itu memanggil Sayidatina Asma..
“Wahai Asma ke sini engkau”
“Kenapa wahai anak putri Rasulullah saw”
“Jikalau datang waktu ajalku jangan biarkan, satu helai kafanku dilihat oleh orang-orang yang bukan muhrimku”.
Maka dipesankan oleh Sayyidatina Asma dimana? Di Syam, jauh-jauh di Madinah nggak ada..dipesankan oleh beliau.
Bahkan sudah berpesan kepada Sayyidina Ali “Kalau saya meninggal jangan ada orang yang apa? Yang mengikuti jenazahku”. Dimakamkan sendiri oleh Sayyidina Ali.
Kapan kita merasakan kenikmatan iman seperti itu…? Kalau kita berselisih ini dan itu..ini dan itu..dan ini majelis bukan untuk saing-saingan, ini majelis ini, majelis itu..kuat kuatan bukan..!!! untuk memperkuat merasakan kenikmatan iman itu maksud kita..!!
Wahai NU wahai Muhammadiyah, wahai Rafidah, wahai Ahmadiyah sudah cukup..cukup…kuatkan Islam kita kepada Allah swt.
Jikalau kebudayaan kita sudah dirubah, orang muslimin tidak bangga lagi dengan pakaianya, tidak bangga daripada memakai kopyah putih, tidak bangga memakai songkok hitam, tidak bangga dengan memakai pakaian-pakaian orang Islam itu mereka sudah setengah sedikit lupa gampang…bangga dengan kebudayaan-kebudayaan barat wal iyadzu billahimindzalik, bagimana kita akan merasakan keimanan kepada Allah swt. Tapi Kadang-kadang shalat kita ya gitu-gitu aja sudah…kita hadir majelis dzikir ya gitu-gitu aja..hadir shalawat ya gitu-gitu aja, ini golongan A, ini golongan B, ini golongan C..kapan kita akan bangun dari kelupaan kita..!!!! Cukup…!!!
Anda seperti ini ya monggo, Anda seperti ini ya monggo…yang penting apa?kuatkan barisan kita hadir majelis karena Allah swt, niscaya anda akan merasakan kenikmatan berdzikir, kenikmatan beriman kepada Allah swt, itu yang pertama.

Kemudian kata Rasulullah saw yang kedua resep seseorang untuk mendapatkan kenikmatan beriman kepada Allah swt “Tidak mencintai seseorang kecuali hanya karena Allah swt”. Kuatkan barisan kita…sehingga apa? sehingga kita dilihat para orang-orang kuffar oh muslimin tidak bisa ditipu daya lagi, tidak gampang dikibulin, tidak gampang disogok, tidak gampang dibayar dengan sekantong beras, tidak gampang dibayar ini dan itu..tidak gampang…mahal!!!
Adinnatul ‘ala mukminin aizzatul alal kafirin…!!!” Billah…Sifat ini sifat billah sifat hormat satu dengan yang lain, ahlan wa sahlan ketemu kita sama orang kafir jangan menolak.
Kalau kita sebaliknya, sama orang kafir melihat misalkan anda punya toko, ini banyak yang saya jumpai, banyak orang punya toko-toko besar jikalau yang datang masuk orang pribumi, dari kalangan daripada orang-orang desa sendiri ah.. paling nawar..nawar..kita temukan seperti itu!!!
Tapi kalau yang masuk orang-orang mereka, orang-orang non muslim wah…padahal bayarnya juga apa? Juga utang, gesek itu kan juga utang itu..pakai visa pakai segala macem, kecuali kalau geseknya pakai debit BCA…nah ini tunai, bayarnya itu koq bangga...!!! supaya apa? Supaya kita menunjukkan kepada mereka kekuatan orang Islam…bukan untuk kuat-kuatan kita..!!! Sehingga kita bisa merasakan daripada kenikmatan beriman kepada Allah swt. “Tidak mencintai seseorang kecuali hanya karena Allah swt”.
Kita berjabat tangan, saya berjabat tangan ini wahai Allah dengan teman saya hanya karena MU. Kami berkumpul ini alhamdulillah kita karena Allah, dan alhamdulillah dengan perkumpulan ini satu sama lainya saling kenal, saya yang asalnya nggak kenal dengan ta’mir masjid al haq menjadi kenal, nggak bisa kenal lagi yang lainya menjadi kenal saling mengenal, sehingga kekuatan orang muslimin tidak bisa dihancurkan oleh orang-orang yang apa? Yang hendak menghancurkan dari pada agama Allah swt.
Anda muslim? Tahulah daripada arti daripada muslim tersebut, jikalau seseorang sudah mengatakan jati dirinya itu Islam harus apa? Harus pasrah diri kepada apa? Kepada aturan-aturan Allah swt. Shalat anda gimana, mau shalat cara begini, mau shalat cara begitu silahkan terserah anda apa yang anda yakini. Supaya apa? Supaya kita bisa merasakan daripada kenikmatan beriman kepada Allah swt.
Jangan sampai didalam diri kita ini timbul hawa nafsu, jikalau didalam suatu ibadah sudah ketetesan hawa nafsu hancur ibadah tersebut naudzubillahi mindzalik, Itu yang ke dua.

Yang ketiga kata Nabi Muhammad saw…yang pertama cinta…yang ke dua cinta…yang ke tiga benci..benci kepada apa? Kata Rasulullah saw benci daripada dia itu kembali kepada maksiatnya lagi, sudah bertaubat sudah ahlan wasahlan dengan temanya. Ini bukan karena masalah apa? masalah dosa saja tetapi masalah kemaksiatan. Sudah ahlan wasahlan..namanya manusia kemudian dia apa? kembali lagi wal iyadzu billahimindzalik. Berarti orang-orang yang seperti ini tidak bisa merasakan kenikmatan iman..!! sibuknya dengan apa? Hal yang sifatnya nggak ada artinya, berarti keimananya bisa dibeli. Jikalau kita sudah yakin, kita saling bermaafan satu dengan yang lain, kita komitmen jangan sampai ada dari kita yang kembali dalam kemaksiatan,,Astaghfirullah… Astaghfirullah..malamnya lagi bermaksiat, nggak bisa merasakan daripada kenikmatan iman.
Jikalau didalam malam ini kita bertaubat kepada Allah swt upayakan dan bencilah supaya kita tidak kembali kedalam maksiat kepada Allah swt jangan rela, melihat hal-hal yang tidak pantas nanti taubat lagi. Kalau anda hidup? Kalau seandainya Malaikat Izroil menjemput anda gimana? Bisa diterima taubat anda, tidak bisa..!!!
Sudah kita lihat orang-orang yang mati yang langsung, yang tidak ada sakit, tidak ada derita ini derita itu, langsung meninggal begitu saja banyak…
Kita pasti jikalau manusia ditanya, apakah anda mau masuk ke dalam neraka Allah swt? Tidak. Ya sudah jikalau anda sudah berkeyakinan tidak rela masuk ke nerakanya Allah swt jangan lagi dekat-dekat kepada maksiat kepada Allah swt.
Jangan lagi membicarakan kejelekan orang, jangan lagi mengadu domba orang, jangan timbulkan fitnah-fitnah. Tidak akan masuk surga jikalau didalam dirinya ada adu domba tidak akan masuk surga..
Apakah derita anda seperti deritanya sahabat-sahabat Rasulullah saw? Enggak lebih mereka…pernah anda ditimpuk oleh teman anda kotoran seperti Rasulullah saw? Ya sudah sabar…
Sumaiyyah dibunuh, cintanya kepada Rasulullah saw apa kata Rasulullah saw? Sabar…jikalau kita mengerti tiga hal ini kita akan merasakan kenikmatan beriman kepada Allah swt…
Mudah-mudahan dikesempatan yang sangat mulia ini kita diberikan kenikmatan beriman kepada Allah swt dan dijauhkan daripada penyakit-penyakit hati.
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
يَا الله …يَا الله …يَا الله …يَا الله …يَا الله … يَا الله ...يَا الله...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar